Alasan Kenapa “Ice Bucket Challenge” Berbahaya
Unisi News , September 1, 2014, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Unisi News

e925cf99d3af74205d0f6a7067008ac0

Ice Bucket Challenge. Istilah yang kini tengah menjadi tren. Marak tertulis di jejaring sosial, mulai Twitter, Facebook, Youtube, hingga Path.

Awalnya, bertujuan mulia. Menyuarakan kewaspadaan akan penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) atau yang juga dikenal sebagai Lou Gehrig’s Disease.

Caranya, Anda harus menyiramkan seember air es ke atas kepala dan menyumbang sebesar US$10 atau setara Rp120 ribu atau tidak melakukannya sama sekali, dan menyumbang sebesar US$100 (Rp1,2 juta) ke ALS Association, yayasan yang mendukung riset dan penyembuhan ALS.

Namun, berkat barisan selebritas Hollywood, dari Gwyneth Paltrow ke Oprah hingga Lady Gaga yang melakukan tantangan tersebut. Begitu juga dengan para pesohor layaknya Mark Zuckerberg, Martha Stewart bahkan Bill Gates,Ice Bucket Challenge sontak berubah viral. Isu ALS terpinggirkan. Tantangan menyiram seember air es ke kepala menjadi sebuah permainan seru yang dilakukan di seluruh dunia. 

Ice Bucket Challenge

Dari sekadar satu orang dan satu ember, banyak yang kemudian menjadikan Ice Bucket Challenge sebagai tontonan unik yang di unggah ke media sosial. 

Tapi bukan berarti tidak ada dana yang terkumpul. Buktinya, sejak tantangan tersebut dimulai, hingga hari ini, ALS Association telah menerima donasi sebesar US$41,8 juta atau Rp4,9 miliar. Dana tersebut, sepenuhnya akan digunakan untuk riset mengenai ALS. 

Imbasnya, beberapa orang pun menyuarakan pendapat negatif mengenai Ice Bucket Challenge. Salah satunya, jurnalis Majalah Money, Jacob Davidson, yang ayahnya meninggal karena ALS. Dia menulis, Ice Bucket Challenge sebenarnya terlalu berlebihan. 

“Banyak yang pada akhirnya tidak mengetahui apa itu ALS. Mereka hanya fokus pada menyiram seember air es ke kepala, karena hal itu dianggap tengah menjadi tren,” tulisnya di TIME.

Memicu serangan jantung

Hong Kong Medical Association memperingatkan bahwa melakukan Ice Bucket Challengebisa berbahaya bagi kesehatan. 

“Terutama bagi kelompok berisiko tinggi seperti lansia, wanita hamil, orang dengan penyakit jantung dan mereka yang memiliki tekanan darah tinggi,” tulis Presiden Hong Kong Medical Association Louis Shih Tai-cho, dilansir South China Morning Post.

Lebih lanjut, Thai-cho menyebutkan kelompok risiko tersebut bisa terkena serangan jantung mendadak saat kepala mereka tersiram air es. 

“Perbedaan suhu yang ekstrem bisa memicu serangan jantung yang menyebabkan kematian,” ujarnya.

vivanews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 + three =