CAPTAIN MARVEL
Latar , March 13, 2019, Unisi Radio

 

Menjadi film superhero cewek pertama Marvel, film yang disutradarai oleh Anna Boden dan Ryan Fleck ini seakan menjadi penyambung beberapa kejadian di MCU. Sang superhero juga akan kembali di film Avengers: Endgame.

Menceritakan Carol Danvers (Brie Larson) yang memiliki kekuatan super karena kecelakaan hebat. Takdir pun mengubahnya menjadi senjata Bangsa Kree yang mematikan. Takdir itu pula yang mempertemukan dirinya dengan Nick Fury, hingga mengetahui asal-usulnya di Bumi.

Karena kekuatannya yang hampir enggak terbatas, ada bahaya yang sebenarnya mengintai dirinya. Kekuatannya pun seakan jadi harapan para superhero lain, Avengers, di masa depan. Lalu, apa yang membawa Carol kembali ke Bumi dan kemana selama ini Captain Marvel berada?

Harus diakui, pengenalan Carol Danvers di film berdurasi 128 menit ini memiliki premis dasar soal Bumi yang kehadiran makhluk dari wilayah galaksi nun jauh. Film ini seakan membawa gema Thor atau Superman. Menariknya, kisahnya bisa tampil percaya diri ketika banyak orang yang kurang mengetahuinya.

Film yang berdasarkan komik karya Kelly Sue DeConnick ini membombardir kisahnya pada 30 menit terakhir, meski punya sekuens aksi yang kurang menarik. Yap, selebihnya drama serius dengan komedi yang enggak sebanyak film Marvel lainnya. Untungnya, kekuatan cerita yang ditampilkan masih konsisten, meski kurang memorable.

Uniknya, sang sutradara enggak harus menceritakan keseluruhan tentang Carol Danvers di masa kecil. Banyak adegan flashback yang justru jadi benang antaradegan di MCU.

Sayangnya, kekuatan cerita yang kurang memorable ini seakan ‘memaksa’ penggemar untuk nonton filmnya. Cerdasnya, Marvel ngasih bridging yang bagus untuk film Avengers: Endgame.

Terlepas dari kekurangan dan isu SJW-nya, film ini selayaknya tayangan superhero Marvel yang masih membumi. Film Captain Marvel juga memiliki potensi untuk masa depan MCU, jikalau lebih kuat dalam pengembangan karakternya.

Kehadiran Brie Larson di MCU seakan bakal ‘membelenggu’ sang aktris dalam karakter Carol Danvers. Wajah tegas dan magnetiknya bisa bikin penonton salah fokus, impresinya mirip Gal Gadot pas jadi Wonder Woman. Hal yang enggak bisa enggak kalian perhatikan, terlepas dari keterampilan dan keberaniannya adalah perasaan yang dia bawa ke pertarungan.

Ketika imej cewek tegas itu udah terpatri, adegan Carol ngelucu jadi terasa cringe. Untungnya, hal itu enggak dilakukan berulang-ulang. Sebagai gantinya, lawakan untuk mencairkan suasana pun dilontarkan pemain lainnya. Oh ya, kucing milik Carol yang bernama Goose akan jadi scene-stealer yang bikin kalian tersentak, lho.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three − 1 =