Desain Islamic Center, Mahasiswa Turki dan Mahasiswa UII Jalin Proyek Kolaborasi
News , August 18, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Campus Reporting News

uii (1)

Menjalin kerjasama dengan mahasiswa dari negara lain yang dibalut dalam aktifitas akademik kini menjadi bagian penting dalam kurikulum pembelajaran. Hal ini dianggap penting karena membiasakan diri untuk bekerjasama dengan mahasiswa asing akan mengasah skill para mahasiswa untuk percaya diri dalam menghadapi persaingan global. Selain itu, interaksi yang berlangsung selama kerjasama juga menjadi jembatan untuk meningkatkan pemahaman lintas budaya dan memupuk persahabatan di antara kedua bangsa.

Sebagaimana ditunjukkan oleh sekelompok mahasiswa UII yang tengah menjalin proyek kolaborasi dengan mahasiswa Turki yang berasal dari Fatih Sultan Mehmet Vakif University (FSMVU). Proyek kolaborasi ini merupakan bagian dari Program Architectural Summer School yang telah berlangsung selama 2 tahun di UII.

Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc di Auditorium FTSP UII, Kamis (13/8) menginisiasi pembukkan summer school, dengan disaksikan oleh perwakilan mahasiswa Turki dan para dosen pembimbingnya. Selama summer school yang berlangsung hingga 5 September tersebut, mahasiswa diminta menghasilkan desain bangunan Islamic Center yang mampu mewakili unsur-unsur kebudayaan Indonesia dan Turki.

Rektor dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya membuka peluang hubungan yang saling menguntungkan dengan komunitas akademik dari berbagai negara, khususnya Turki. “Lewat proyek ini saya optimis kita dapat memetik banyak manfaat tidak hanya di bidang akademik saja namun yang lebih penting adalah hubungan persaudaraan yang semakin erat dengan saudara sesama muslim dari Turki”, ungkapnya.

Ketua Program Studi Arsitektur UII, Noor Cholis Idham, M. Arch, Ph.D dalam laporannya menjelaskan bahwa pihaknya memang tengah mendorong sivitas akademika Arsitektur UII untuk terlibat dalam internasionalisasi jurusan. “Kita tidak sebatas menandatangani nota kesepahaman dengan universitas asing, namun juga mengajak dosen dan mahasiswa untuk benar-benar terlibat dalam proyek kolaborasi lintas negara semacam ini”, ujarnya.

Ia juga merinci beberapa aktifitas yang akan dijalani para peserta summer program selama beberapa hari ke depan. “Tujuan utama tentu saja untuk menghasilkan joint desain bangunan Islamic Center. Namun sebelum itu kita juga banyak mengenalkan tentang aspek arsitektur Turki dan Indonesia”, katanya. Untuk itu, mahasiswa Turki nantinya juga diajak mengunjungi beberapa masjid serta bangunan bersejarah di wilayah Jogja dan Solo yang memiliki konsep arsitektur tradisional maupun kontemporer.

Sementara itu, pimpinan delegasi mahasiswa Turki, Prof. Dr. Ibrahim Numan mengaku sangat terkesan dengan keberhasilan program summer school yang berjalan sebelumnya. “Kami berterimakasih atas keramahan yang kami dapatkan di sini. Lewat aktifitas ini saya merasa mahasiswa kita benar-benar menemukan suasana persaudaraan yang akrab dan hangat”, tuturnya. Prof. Ibrahim bahkan sempat menyebut UII sebagai rumah kedua bagi mereka selain Turki.

Hal tersebut rupanya juga dirasakan oleh dua orang mahasiswa Turki, Didem Akansu dan Kubra Yuksekdag. Keduanya tahun lalu juga terlibat dalam program summer school di UII, namun tahun ini mereka kembali bergabung. ”Kami sangat antusias untuk bergabung kembali karena tahun lalu begitu banyak aktifitas menarik yang kami jalani. Semua orang di sini ramah kepada kami, banyak tempat budaya yang masih terawat, dan makanan-makanan yang eksotis”, pungkasnya.

uii.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − sixteen =