Fast Break 1 Oktober 2015 jam 17.00
FastBreak , October 1, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

DPR Bentuk Tim Khusus Usut Pembunuhan Petani Salim Kancil

Pegiat lingkungan yang tergabung dalam Tunggal Roso melakukan aksi solidaritas terhadap pembunuhan petani penolak tambang pasir Lumajang bernama Salim Kancil di depan Balaikota Malang, Jawa Timur, Senin (28/9). Mereka menuntut kepolisian mengusut tuntas serta menangkap aktor intelektual dibalik kasus pembunuhan tersebut sesuai temuan Kontras dan Walhi. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/nz/15.

Komisi III DPR membentuk tim khusus atas kasus pembunuhan aktivis yang juga petani penolak tambang pasir, Salim Kancil, di Lumajang, Jawa Timur. Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin mengatakan, tim khusus tersebut nantinya akan langsung turun ke Lumajang, daerah tempat Salim Kancil dianiaya hingga meninggal dunia.

“Komisi III dalam rapat pleno (telah) bentuk tim untuk turun ke Lumajang, untuk melihat dan mendengar masukan langsung dari Jawa Timur,” kata Aziz di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/9/2015).

Politisi Partai Golkar ini menuturkan, tim khusus tersebut dijadwalkan akan berangkat ke Lumajang pada minggu ini. Tim khusus tersebut, diisi oleh perwakilan dari 10 fraksi yang ada di Komisi III DPR. Nantinya, kata dia, hasil data yang didapat dari Lumajang akan diplenokan lagi oleh Komisi III guna membantu pihak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut.

“Kita sedang urus surat keberangkatan,” ucap Aziz.

Terkait pembunuhan Salim Kancil yang disebut-sebut menolak penambangan pasir di wilayahnya, Aziz menegaskan, bahwa Komisi III juga akan mencari data-data tambang tersebut.

“Ini soal tambang, kalau ditemukan tambang itu ilegal, ya harus diusut. Bahkan kejadian ini adalah ekses dari tambang itu. Makanya kita akan dengar masukan dari masyarakat dan koordinasi dengan aparat hukum di sana,” tegas Aziz.

Salim dibunuh oleh belasan hingga puluhan orang pada Sabtu (26/9/2015) sesaat sebelum demo penolakan tambang pasir di Desa Selo Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. Dalam peristiwa itu, puluhan warga mengeroyok dua orang, yaitu Tosan dan Salim.

Salim tewas dengan luka bacok dan luka di bagian-bagian lain tubuh dalam kondisi tangan terikat. Adapun Tosan mengalami luka serius, dan kini dirawat secara intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang. Keduanya adalah aktivis penolak tambang di Selo Awar-Awar. Hingga kini, Kepolisian Resor Lumajang terus menyelidiki kasus tersebut.

Sebanyak 40 orang sudah dimintai keterangan, dan 18 orang di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Keluarga dan teman Salim berharap, otak pembunuhan Salim terungkap. Mereka ingin hukum ditegakkan seadil-adilnya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

kompas.com

—————————————————————————————————————————————–

Layanan Bajaj “Online” Segera Diluncurkan di Jakarta

Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan mengungkapkan, peluncuran aplikasi pemesanan online bajaj berbahan bakar gas (BBG) akan segera dilakukan. Persiapan sudah dilakukan dalam kurun waktu satu bulan lebih.

“Persiapan (aplikasi pemesanan) bajaj online sudah 1,5 bulan lalu. Kalau tak ada halangan, launching 7 Oktober 2015,” kata Shafruhan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (30/9/2015).

Setelah peluncuran, pengembangan akan dilakukan secara bertahap, mulai dari pelatihan sopir mengenai penggunaan teknologi aplikasi.

“Kami cek, terutama sopir di-training menggunakan aplikasi. Kami lakukan bertahap,” kata Shafruhan.

Perekrutan sopir untuk bajaj pesanan berbasis aplikasi online sudah dilalukan sejak 1,5 bulan lalu. Saat ini, tercatat sudah ada 1.000 bajaj yang diikutkan. “Kalau sopir bajaj bertahan, semua akan ditargetkan 7.000 unit,” kata Shafruhan.

Masyarakat yang hendak menggunakan aplikasi bajaj online diharuskan untuk mengunduh aplikasi di ponselnya.

kompas.com

—————————————————————————————————————————————–

India Vonis Mati 5 Pelaku Bom Mumbai 2006

Pengadilan India menjatuhkan hukuman mati kepada 5 orang pelaku bom di kereta Mumbai pada tahun 2006. 7 orang lainnya divonis penjara seumur hidup.

Bom yang sengaja diledakan di kereta pada 11 Juli 2006 ini menewaskan 180 orang dan melukai 800 orang.

Bom menargetkan kereta komuter yang membawa 7 juta orang per harinya. Salah satu komuter teramai di seluruh dunia.

Sejauh ini, tudingan mengarah pada kelompok militan Kashmir yang berbasis di Pakistan disebut-sebut berada di balik serangan ini, namun Pemerintah Pakistan menolak tuduhan itu.

Sehari pascapengeboman, aktivitas di enam stasiun kereta api berangsur normal. Stasiun KA Mahim, Mumbai, yang turut dihantam bom sudah beroperasi normal. Calon penumpang sudah lalu-lalang di antara puing-puing yang berserakan. Warga tampaknya tidak mau dikungkung rasa takut, walau baru diguncang serangan yang begitu dahsyat.

Pengacara ke 12 pelaku mengatakan bahwa kliennya adalah orang-orang tidak bersalah dan sengaja dijebak untuk mengaku dan ia akan mengajukan banding atas putusan ini, seperti dikutip dari BBC, Rabu (30/9/2015).

Bom-bom tersebut diletakan di tujuh panci bertekanan tinggi dan diletakkan di tas. Lalu mereka dirangkai sedemikian rupa agar bisa meledak tiap 15 menit.

liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − 10 =