Fast Break 10 September 2015 jam 17.00
FastBreak , September 10, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Menpora Umumkan Cendrawasih sebagai Logo Asian Games 2018

logo

Burung cenderawasih yang merupakan satwa endemik Papua terpilih sebagai logo Asian Games 2018. Keputusan itu diumumkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, pada puncak peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-32 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu, 9 september.

Logo cenderawasih yang akan digunakan nanti sudah dikonsep sedang mengepakkan sayap dan memiliki kombinasi warna hijau, merah, biru, dan kuning. Menurut Imam, warna itu mencerminkan kesiapan Indonesia, khususnya Sumatera Selatan dan DKI Jakarta yang bakal menjadi tuan rumah. Sedangkan, citra cenderawasih yang mengepakkan sayap menunjukkan niat dan semangat Indonesia untuk meraih prestasi tertinggi.

“Logo yang kita pilih adalah burung cenderawasih. Itu bertujuan untuk menggerakkan semangat bahwa Asian Games bukan hanya milik Jakarta dan Palembang, melainkan milik masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Burung cenderawasih kita coba tarik ke permukaan sebagai simbol nasional Indonesia di ajang Asian Games,” ujar Iman seusai acara.

Sementara itu, untuk maskot Asian Games 2018, Imam menjelaskan masih dipikirkan lebih lanjut. Akan tetapi, pengumumannya akan dilakukan dalam waktu dekat ini dan melibatkan presiden RI, Joko Widodo.

“Ini kan baru ‘soft launching’, kami akan lakukan peluncuran lagi nanti sekaligus peresmian bersama pak Presiden. Kemungkinan besar acara itu dilakukan di Monas,” tandasnya.

metrotvnews.com

================================================================================

Terungkap, Anggaran Naskah Pidato Ahok Rp67 Juta per Bulan

Anggaran naskah pidato Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama diketahui mencapai Rp805 juta. Artinya, anggaran yang dikeluarkan untuk buat naskah pidato suami Veronica Tan itu mencapai Rp67 juta per bulan.

Hal itu terungkap dalam rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS) Tahun 2016 di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa 9 September.

“Itu masuk di anggaran program penulisan naskah pidato. Saya juga kaget kenapa anggaran naskah pidato sebesar itu. Apa kertas dan tintanya dari emas?” kata Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Bestari Barus, di Gedung DPRD, Rabu (9/9/2015).

Bestari mengaku sudah meminta Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri mengevaluasi anggaran fantastis itu. Menurut dia, anggaran ratusan juta tidak rasional jika dialokasikan hanya untuk pembuatan naskah.

“Kalau setahun Rp805 juta, berarti sebulan sekitar Rp67 juta. Ini namanya gila, masa buat naskah pidato saja sampai segitu banyak. Saya sudah minta dikaji ulang,” ujar politikus Partai NasDem itu.

metrotvnews.com

================================================================================

Pemkab Sleman Gelar Festival Kethoprak

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman akan menggelar Festival Kethoprak Tahun 2015 selama sembilan hari mulai Jum’at tanggal 11 September hingga Sabtu 19 September 2015 mulai pukul 19.30 – 23.30 WIB. Festival Kethoprak ini diikuti oleh 17 (tujuh belas) kontingen yang mewakili masing-masing kecamatan di Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir. AA. Ayu Laksmidewi TP, MM. mengungkapkan ethoprak merupakan salah satu kesenian yang masih eksis di Daerah Istimewa Yogyakarta terlebih di Kabupaten Sleman. Hampir di setiap pedukuhan di Kabupaten Sleman terdapat paguyuban kethoprak, disamping itu penyelenggaraan festival kethoprak merupakan suatu media untuk belajar bahasa jawa, unggah ungguh dan nilai filosofi yang terkandung dan tersirat dalam bahasa dan lakon kethoprak.

Ayu menambahkan bahwa pelaksanaan festival kethoprak juga dimaksudkan untuk melestarikan dan mewariskan kesenian kethoprak kepada generasi muda. Harapannya generasi muda akan lebih mengenal bahasa jawa, mengenal dan memahami budi pekerti sekaligus mencintai kesenian kethoprak. Mengingat pertunjukan kethoprak selain merupakan tontonan juga mengandung nasehat dan tuntunan yang positif untuk membangun masyarakat yang berkualitas.

“Para pelaku kethoprak dibatasi maksimal berusia 35 tahun. Hal ini mengandung makna bahwa pemerintah daerah mengedepankan regenerasi pelaku seni. Selain itu juga sebagai upaya penanaman nilai-nilai budaya lokal yang adiluhung di kalangan generasi muda.”

Festival kethoprak tersebut akan dilaksanakan di tiga zona/wilayah meliputi wilayah timur yang akan diselenggarakan tanggal 11 – 13 September 2015 di lapangan Pokoh Wedhomartani Ngemplak, wilayah barat pada tanggal 14 – 16 September 2015 di Lapangan Krenggolan Margomulyo Seyegan dan Wilayah Tengah pada tanggal tanggal 17 – 19 September 2015 di Lapangan Denggung Tridadi Sleman.

Dewan juri yang dihadirkan dalam festival kethoprak tersebut adalah Prof. Dr. Suminto A. Sayuti dari akademisi, praktisi kethoprak senior Widayat, dan budayawan Purqwadmadi. 3 (tiga) penyaji terbaik akan mendapatkan tropy dan uang pembinaan masing-masing sebesar Rp.15 juta, Rp.10 juta, dan Rp.7,5 juta.

krjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 + 5 =