Fast Break 11 September 2015 jam 10.00
FastBreak , September 11, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Candi Mendut Diperbaiki

 candi

Kegiatan pemeliharaan dilakukan di Candi Mendut Magelang,Kamis (10/9). Beberapa potong kayu dan bambu dipasang, khususnya di sisi timur candi. Ada sekitar 12 orang juga nampak melakukan aktivitas di bagian atas bangunan candi.

Kepala Balai Konservasi Borobudur Drs Marsis Sutopo MSi kepada KRJogja.com di Kantor Balai Konservasi Borobudur mengatakan, kegiatan pemeliharaan berupa perbaikan bagian atas Candi Mendut memang sedang dilakukan. Kegiatan ini membutuhkan waktu sekitar 60 hari kerja,dan diharapkan pertengahan Bulan Desember 2015 mendatang perbaikan ini sudah selesai dilakukan.

Perbaikan yang dilakukan bukan dengan membongkar bebatuan candi, khususnya di bagian atas bangunan Candi Mendut, tetapi dengan melakukan penutupan bagian-bagian yang mengalami kebocoran.

Zaman dahulu bagian ‘nat’ candi ini diberi penutup dengan mortar, yang mungkin merupakan campuran pasir halus dan atau hancuran batuan yang dicampur dengan bahan perekat. Zaman dahulu bahan perekat biasanya menggunakan tanah mentah bahan semen, atau sebagian menggunakan kapur putih. Mortar ini kemudian ditutupkan ke ‘nat’ batuan candi, sehingga air tidak masuk saat musim penghujan tiba.

Namun sejalan dengan proses perjalanan waktu, mortar tersebut juga dapat mengalami pengelupasan atau pelapukan, sehingga saat turun hujan dapat larut atau mengalir. Akibatnya, ‘nat’ candi pun kosong, dan air dapat mengalir atau menjadi alur resapan air ke bagian atap atau tubuh candi dan dapat mempengaruhi kelembaban serta dapat memacu kerusakan yang lain.

Dengan perbaikan ini diharapkan bagian atap bangunan Candi Mendut tidak lagi mengalami kebocoran ketika musim penghujan tiba, tetesan air di bagian atap juga sudah tidak lagi terjadi, sehingga pengunjung dapat menikmati keindahan bagian dalam Candi Mendut, tanpa harus terkena tetesan air hujan.Selama perbaikan ini kunjungan wisata tetap dapat berjalan, dan tidak dilakukan penutupan kunjungan wisata ke Candi Mendut. Bahkan juga akan diupayakan kegiatan perbaikan ini menjadi bagian dari atraksi wisata.

krjogja.com

================================================================================

Final Piala Kemerdekaan Ada Kemungkinan Ditunda 

Turnamen Piala Kemerdekaan sudah memasuki fase final. PSMS Medan dan Persinga Ngawi bakal bertemu di laga pamungkas turnamen bentukan Tim Transisi.

Namun, ada masalah muncul jelang pertandingan final tersebut. Ya, dikabarkan waktu penyelenggaraan final 13 September di Surabaya bisa diundur.

Hal tersebut diakui oleh Koordinator Tim Transisi Zuhairi Misrawi. Ia mengungkapkan sedang mempertimbangkan usulan dari PSMS Medan.

“Benar, ada usulan dari PSMS Medan untuk menunda final Piala Kemerdekaan,” ujar Koordinator Tim Transisi Zuhairi Misrawi di sela pertandingan semifinal Piala Kemerdekaan di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Kamis malam.

Usulan yang disampaikan ke Tim Transisi, kata dia, pertandingan final bisa digelar di masing-masing stadion kebanggaan tim yang lolos di puncak dengan format kandang-tandang.

“Ada harapan seperti itu agar meriah dan suporter dapat total serta bangga menyaksikan tim kesayangannya berlaga di partai final,” ucapnya.

Merespons hal tersebut, Zuhairi menambahkan Tim Transisi akan membicarakannya usai pertandingan semifinal dengan mempertemukan manajer masing-masing tim peserta final. Ia menjelaskan, dalam aturan pertandingan semifinal maupun final, Tim Transisi mendapat hak penuh mengaturnya, namun tetap menjalin komunikasi dengan tim yang lolos.

“Kami masih menunggu kepastian dari hasil pertemuan, apakah tetap berlangsung Minggu (13/9) di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya atau ditunda sampai ada kepastian,”urainya.

metrotvnews.com

================================================================================

Menristek Dikti Bekukan 4 Kampus di Jawa Timur

Menteri Riset Teknologi Dan Perguruan Tinggi (Menristek Dikti) Muhammad Nasir menegaskan telah membekukan 4 kampus yang terbukti menyalahi prosedur penyelenggaraan perguruan tinggi. 4 kampus tersebut adalah Universitas Nusantara PGRI Kediri, Universitas Ronggolawe Tuban, IKIP PGRI Jember, IKIP Budi Utomo Malang.

“4 kampus yang dibekukan itu secara perlahan dirombak sistemnya. Kalau terjadi jual beli ijazah palsu langsung ditutup. Tapi, kalau masalahnya ada pada rektornya maka diberhentikan rektornya. Seperti di Tuban dan Kediri telah diberhentikan rektornya,” tutur Muhammad Nasir saat melakukan kunjungan kerja ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS)‎, Kamis 10 September 2015.

Nasir menambahkan, pihaknya saat ini juga sedang membentuk satuan tugas (Satgas) ijazah palsu yang akan terus menginvestigasi perguruan tinggi dan universitas di Indonesia yang dinilai ada kejanggalan soal penerbitan ijazah.

Satgas tersebut melibatkan beberapa institusi antara lain kejaksaan, kepolisian, KemenPan RB dan Ristek Dikti.

“Saya tidak akan memberikan toleransi terhadap perguruan tinggi yang mengeluarkan ijazah palsu. Bahkan akan saya tutup dan mencabut izin perguruan tinggi yang kedapatan menjajakan ijazah palsu,” ‎imbuh Nasir.

Nasir juga ‎menceritakan, satu minggu lalu saat di Bali, pihaknya menangkap rektor dan menutup perguruan tinggi di Singaraja.

“Upaya ini sebagai komitmen Satgas memberantas kampus tak berkualitas, agar dunia pendidikan bersih dari perguruan tinggi yang merugikan masyarakat,”‎ pungkas Nasir.

liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven + 13 =