Fast Break 13 Oktober 2015 jam 10.00
FastBreak , October 13, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

MenPan-RB Tegaskan PNS Ikut Tim Sukses atau Kampanye Bisa Dipecat

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi memastikan jika ada pegawai negeri sipil (PNS) yang ikut kampanye untuk calon tertentu dalam pemilihan kepala daerah akan dipecat.

“Saya berharap masyarakat tidak segan-segan untuk melaporkan PNS atau pejabat pemerintah yang menjadi tim sukses atau ikut kampanye pasangan calon tertentu. Kalau terbukti, saya tidak segan-segan untuk memberikan sanksi berat, bahkan tidak menutup kemungkinan akan dipecat,” kata Yuddy Chrisnandi di Malang, Senin.

Ia menegaskan jika ada PNS yang mendukung pasangan calon tertentu dalam perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada), dirinya tidak segan-segan menjatuhkan sanksi pemberhentian atau pemecatan.

“Ini bukan isapan jempol, sebab ini sudah menjadi aturan dan harus ditegakkan,” ujarnya.

Oleh karena itu Yuddy meminta masyarakat untuk tidak ragu dan segan melaporkan adanya pelanggaran yang dilakukan PNS karena itu merupakan bagian dari upaya reformasi birokrasi yang juga masuk dalam konsep besar revolusi mental.

“Sekarang sudah ribuan pejabat kita beri teguran, bahkan kita turunkan pangkatnya. Saya sebagai Ketua Badan Kepegawaian, setiap bulan menyidangkan ratusan pegawai dalam satu kali persidangan. Ini kami lakukan agar reformasi birokrasi dan menjadi lebih baik segera terwujud,” ujarnya.

Selain melaporkan keterlibatan PNS dalam pilkada, baik menjadi tim sukses maupun ikut kampanye, Yuddy juga meminta masyarakat agar melaporkan PNS dan pejabat pemerintah yang tindakannya kurang menyenangkan, termasuk jika mereka melakukan pelanggaran kode etik.

Sementara itu dalam inspeksi mendadak di perkantoran terpadu terkait Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pemerintah Kota Malang, MenPAN-RB menilai sangat bagus dan meyakinkan.

Upaya Pemkot Malang mengintegrasikan layanan dalam satu atap di perkantoran terpadu Kedungkandang dianggapnya hal yang bisa diapresiasi. Namun, ke depan Yuddy berharap agar semua layanan publik di kota itu loaksinya tidak terpisah-pisah.

“Ada beberapa yang masih perlu diperbaiki dan saya sudah imbau itu kepada wali kota agar ditempatkan dalam satu atap dengan zona integrasi agar tidak menyulitkan warga,” katanya.

Ia mengatakan pada 2016 merupakan tahun pelayanan publik dan Kota Malang menjadi salah satu percontohan nasional.

“Saya sudah diskusi dengan wali kota soal layanan publik ini dan ternyata wali kota sudah punya konsep yang nantinya ada kantor pelayanan satu atap,” kata Yuddy.

tribunjogja.com

=================================

Pemkab Gunungkidul Pasang Target Tahun 2017 Bebas Buta Aksara

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengentaskan buta aksara, yang jumlahnya saat ini masih 15 ribu orang.

Sebagian besar penyandang buta aksara didominasi oleh warga yang berusia di atas 40 tahun.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rosyid, mengatakan pihaknya terus melaksanakan program pengetasan buta aksara.

Pada tahun 2016 mendatang, dinas mengajukan anggaran sebesar Rp7 milyar untuk mengentaskan buta aksara.

Sementara secara keseluruhan, ditargetkan penyandang buta aksara bisa dihilangkan pada 2017.

“Program pengentasan buta aksara kita laksanakan secara bertahap. Tahun 2016 ditargetkan bisa mengetasakan 8 ribu hingga 10 ribu warga penyandang buta aksara. Sementara secara keseluruhan bisa selesai 2017 mendatang,” katanya, Senin (12/10/2015).

Program pengentasan buta aksara ini menurut Bahron dilakukan dengan memberikan pendidikan melalui pendidikan formal, pusat kegiatan belajar masyarakat dan sanggar kegiatan belajar.

Sasarannya warga buta aksara yang berusia antara 12 tahun hingga 64 tahun.

Melalui berbagai program tersebut, diharapan pekerjan rumah untuk mengentaskan sekitar 15 ribu penyandang buta aksara di Gunungkidul bisa diselesaikan.

Pemerintah menargetkan bisa menghilangkan buta aksara dari Gunungkidul pada 2017 mendatang.

Sementara itu dihubungi terpisah wakil ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho mengatakan program pengentasan buta aksara sudah dijalankan sejak lama.

Hanya saja, program tersebut belum menunjukkan hasil yang memuaskan karena jumlah penyandang buta aksara hingga saat ini masih stagnan.

Sebagai wakil rakyat, pihaknya akan selalu mendukung program pemerintah dalam melakukan pengentasan buta aksara

tribunjogja.com

=================================

Geram, Menkumham Rencanakan Pindahkan Gayus ke Nusakambangan

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly menunjukkan kegeramannya pada terpidana kasus korupsi Gayus Tambunan. Kini Yasonna mempertimbangkan untuk memindahkan Gayus ke LP Nusakambangan, Jawa Tengah.

Kegeraman Yasonna muncul karena Gayus kedapatan menyalahgunakan izin meninggalkan Lapas Sukamiskin untuk bepergian ke sebuah restoran di Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Yasonna juga mengaku sudah mengetahui bahwa Gayus sempat mengemudikan mobil saat menuju restoran tersebut.

“Jadi waktu makan, mereka berhenti di satu restoran, rupanya restorannya penuh. Dia (Gayus) turun, dia drive mobil yang satunya, kira-kira 10 menit dari tempat itu (restoran awal),” ucap Yasonna, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/10/2015).

Yasonna menuturkan, foto yang menunjukkan Gayus sedang mengemudikan mobil diambil pada hari yang sama dengan foto saat Gayus berada di restoran. “Itu rupanya foto hari yang sama,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa kasus Gayus yang menyalahgunakan izin meninggalkan lapas dapat terjadi karena kelalaian petugas pengawal dari lapas dan personel kepolisian. Karena itu, petugas tersebut akan diperiksa dan diberikan sanksi sesuai bobot kesalahannya.

Akibat perbuatannya, Gayus juga telah mendapat sanksi dipindah dari Lapas Sukamiskin, Bandung, ke lapas dengan pengamanan superketat di Gunung Sindur, Bogor. “Berikutnya, aku mau mempertimbangkan Gayus kita pindah saja ke Nusakambangan,” ucap Yasonna.

kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen + six =