Fast Break 14 September 2015 jam 10.00
FastBreak , September 14, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

PSMS Juarai Piala Kemerdekaan

psms

PSMS Medan tampil sebagai juara Piala Kemerdekaan seusai mengalahkan Persinga Ngawi dengan skor 2-1 pada laga final di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (13/9/2015).

PSMS meraih ini dengan susah payah karena sempat tertinggal lebih dulu dan bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-40.

Persinga unggul terlebih dulu pada menit ke-26. Gol berawal dari umpan silang yang dilepaskan pemain Persinga dari sisi kiri pertahanan PSMS. Kiper PSMS, Guntur Pranata, berusaha menghalau bola.

Namun, usaha Guntur malah menjadi petaka karena bola jatuh ke kaki Jefri Kurniawan. Tak ingin kehilangan momentum, Jefri langsung menyarangkan bola ke tengah gawang.

Persinga semakin di atas angin setelah unggul pemain sejak menit ke-40. PSMS harus bermain dengan 10 pemain menyusul dikartumerahkannya Asrul Risahondua.

Kendati demikian,PSMS tetap memberikan perlawanan. Usaha mereka membuahkan hasil setelah pemain pengganti Aldino Herdanto mencetak gol pada menit ke-62. Aldino membobol gawang lawan dengan melepaskan tandukan keras yang tak mampu dibendung kiper Aditya Fajar.

Gol tersebut membuat mereka semakin percaya diri. PSMS akhirya memenangi pertandingan melalui gol Legiminin Raharjo pada masa injury time. Kapten PSMS tersebut mencetak gol dengan tandukan yang dilepaskannya, memanfaatkan umpan tendangan bebas dari rekannya.

Susunan Pemain

PSMS Medan: 20-Guntur Pranata; 2-Wiganda Pradika, 26-Wanda Syahputra, 14-Hardiantono, 15-Syaiful Ramadhan; 8-Legimin Raharjo, 77-Asrul Risahondua, 29-Suhandi; 10-M Guntur Triaji, 93- Erwin Ramdani, 22-Tambun Naibaho.

Persinga Ngawi: 79-Aditya Fajar, 15-Slamet Sampurno, 90-Andre Sitepu, 24-R Sucipto, 3-Afif Rosidi; 18-M Zamnur, 8-Andre Eka, 77-Jefri Kurniawan, 44-Harris Adiyatna, 93-Ali Usman; 7-Slamet Hariyadi.

kompas.com

================================================================================

Jemaah Haji Wafat karena Insiden Crane Tambah 3 Orang, Total 10 Orang

 Pemerintah Indonesia melalui Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat, menyampaikan update terbaru terkait jumlah korban jemaah Indonesia dalam insiden crane di Masjidil Haram. Jumlah jemaah Indonesia yang wafat bertambah 3 orang lagi.

“Menambah jumlah korban wafat dari sebelumnya 7 orang menjadi 10 orang sebagaimana identitasnya telah kami sebutkan,” tutur Arsyad dalam jumpa pers di kantornya, Senin (14/9/2015).

Berikut identitas 3 jemaah wafat yang baru bisa diidentifikasi:

  1. Sriyana Marjosihono No Paspor B1188078 asal SOC 27
  2. Masadi Saiman Tarimin No Paspor V222619 asal SUB 38
  3. Siti Rukayah Abdu Samad No Paspor A2714350 kloter SUB 39

Arsyad mengatakan ketiga jemaah yang wafat ini adalah temuan baru, bukan dari daftar jemaah yang terluka. Arsyad juga mengaku masih meminta ketua kloter secara proaktif melapor ke Daker bila ada jemaahnya yang belum kembali ke penginapan sejak insiden crane itu terjadi.

“Yang dilakukan oleh kami ada tim dari perlindungan jemaah dan tim kesehatan selalu melakukan update kunjungan, monitoring ke RS Saudi dan tempat penyimpanan jenazah,” kata Arsyad menyinggung cara timnya mencari korban-korban dari jemaah haji Indonesia.

Adapun 7 jenazah yang sudah teridentifikasi terlebih dahulu adalah:

  1. Painem Dalio Abdullah No Paspor B 1258831 Kloter MES 8
  2. Saparini Baharuddin Abdullah No Paspor B 1258832 Kloter MES 8
  3. Nurhayati Rasad Usman No Paspor B 0393770 Kloter PDG 4
  4. Ferry Mauludin Arifin No Paspor A 9464489 Kloter JKS 12
  5. Adang Joppy Lili No. Paspor B 1197332 Kloter JKS 16
  6. Iti Rasmi Darmini (JKS 23)
  7. Masnauli Sijuadil Hasibuan (MES 09)

detik.com

================================================================================

Disdikpora DIY Masih Buka Pendaftaran Sekolah Penyelenggaraan UNBK

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY masih membuka pendaftaran bagi sekolah yang ingin menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Tahun ini, pemerintah menargetkan 2500 sekolah se-Indonesia menjadi penyelenggara UNBK.

Kepala Disdikpora DIY, Drs Baskara Aji mengatakan, pihaknya kini sedang melakukan inventarisasi terkait sekolah mana saja yang ingin mengikuti UNBK.

Setelah beberapa hari lalu, Disdikpora DIY melakukan sosialisasi tentang UNBK kepada sekolah se-DIY.

“Beberapa hari lalu kami melakukan sosialisasi tentang UNBK. Sekarang, sekolah mana yang mau ikut UNBK baru kita tunggu pendaftarnya,” ucap Aji, sapaan akrabnya kepada Tribun Jogja, Minggu (13/9/2015).

Dia menambahkan, ada beberapa hal yang harus dipenuhi sekolah apabila mengajukan diri untuk menyelanggarakan UNBK. Utamanya soal Sarana dan Prasarana (Sarpras), serta sumber daya manusia (SDM). Untuk Sarpras, sekolah harus menyediakan komputer yang jumlahnya mencukupi dengan rasio 1 banding 3.

“Selain itu, satu server komputer lokal maksimal dapat diakses oleh 40 komputer peserta atau client sesuai dengan persyaratan. Juga server dan client dalam ruang ujian terhubung dengan jaringan lokal atau LAN, bukan wifi,” imbuhnya.

Sementara untuk SDM, kata Aji, sekolah setidaknya harus menyiapkan 1 orang proktor tiap server, 1 orang teknisi dan 1 orang pengawas ruang.

Seperti diketahui, proktor bertanggungjawab atas administrasi tes tiap server. Sementara teknisi bertanggungjawab terhadap komputer server, jaringan dan komputer client di sekolah.

tribunjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen + 12 =