Fast Break 15 Agustus 2014 jam 17.00
FastBreak , August 16, 2014, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

UPT Malioboro Identifikasi Fasilitas Publik

malioboro (1)

Unit Pelaksana Teknis Malioboro melakukan identifikasi kondisi sejumlah fasilitas umum yang ada di kawasan tersebut. Terutama fasilitas yang sudah mulai rusak atau jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan.

“Kami lihat ada beberapa kursi taman dan tempat duduk yang sudah mulai rusak, atau tempat sampah yang jumlahnya kurang. Jika dibiarkan bisa mengurangi kenyamanan pengunjung,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Syarif Teguh di Yogyakarta, Jumat (15/08/2014).

Menurut dia, UPT Malioboro sempat merasa ragu untuk melakukan perbaikan terhadap berbagai fasilitas umum yang rusak tersebut karena adanya rencana revitalisasi Malioboro. Namun, sudah memiliki persetujuan dari Pemerintah Kota Yogyakarta terkait perbaikan fasilitas yang rusak atau penambahan fasilitas yang kurang. “Setelah ada persetujuan itu, maka kami pun akan segera melakukan perbaikan. Kenyamanan pengunjung menjadi fokus utama kami,” lanjutnya.

Selain bangku taman dan tempat sampah, kata Syarif penambahan fasilitas pengeras suara juga akan dilakukan di sisi timur Jalan Malioboro. Sebab, selama ini fasilitas tersebut hanya ada di sisi barat jalan. “Tujuannya agar informasi bisa tersebar merata,” tambahnya.

Dia menambahkan UPT akan terus mengajak seluruh komunitas untuk menjaga kebersihan di kawasan tersebut, salah satunya dengan kegiatan kerja bakti. “Dulu sempat ada kegiatan kerja bakti tiap Selasa Kliwon. Kini kami galakkan kembali setiap Jumat. Meskipun hanya sebentar, namun setiap komunitas akan memiliki kesadaran untuk selalu menjaga kebersihan kawasan,” pungkasnya.

krjogja.com

================================================================================

Dana Pendidikan Tahun 2015 Dipatok Rp 404 Triliun

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, anggaran untuk pendidikan terus ditingkatkan guna mendukung pembangunan nasional. “Alhamdulillah, kita tetap dapat memenuhi amanat konstitusi untuk mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN,” katanya, Jumat (15/8/2014).

Dia menyatakan pengalokasian belanja negara yang tepat sasaran dapat memberikan efek yang besar bagi pertumbuhan ekonomi. “Kita bersyukur, dari tahun ke tahun, alokasi anggaran pendidikan dapat terus kita tingkatkan,” lanjut presiden.

Menurut Presiden, salah satu yang menjadi pokok kebijakan belanja pemerintah tahun depan adalah meningkatkan daya saing dan kapasitas produksi serta melakukan  upaya pengentasan kemiskinan.

kompas.com

================================================================================

Ini Tujuh Kementerian yang Dapat Anggaran Paling Besar pada 2015

Dalam pidato penyerahan draft RAPBN 2015, Jumat (15/8/2014) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebutkan tujuh Kementerian Negara dan Lembaga itu adalah Kementerian Pertahanan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kemen-terian Agama, Kementerian Kesehatan, Polri, dan Kementerian Perhubungan.

Dalam hal ini, alokasi anggaran untuk Kemendikbud dan Kementerian Agama masing-masing sebesar Rp 67,2 triliun serta Rp 50,5 triliun. “Anggaram akan diprioritaskan untuk meningkatkan akses, kualitas, relevansi, dan daya saing pendidikan, melalui peningkatan dan pemerataan pelayanan pendidikan,” ujar Presiden.

Adapun anggaran Kementerian Kesehatan sebesar Rp 47,4 triliun dan diprioritaskan untuk peningkatan akses dan kualitas kesehatan, antara lain berupa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di puskesmas di daerah perbatasan, dan pulau-pulau kecil terluar.

Untuk pertahanan negara, pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp 95 triliun bagi Kementerian Pertahanan. “Dana ini digunakan untuk melanjutkan pemenuhan kekuatan dasar yang diperlukan, meningkatkan upaya pemeliharaan dan perawatan melalui peningkatan peran industri pertahanan dalam negeri, baik produksi alutsista maupun pemeliharaannya,” lanjut presiden.

Adapun untuk Polri, mendapatkan anggaran sebesar Rp 47,2 triliun. Dengan dana sebesar itu, Presiden berharap lembaga ini bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri.

“Selain itu, Pemerintah memandang perlu untuk mempertahankan rasio polisi dengan jumlah penduduk sebesar 1 berbanding 582, yang dilaksanakan dengan menambah jumlah personil Polri,” kata Presiden.

Terkait dengan pembangunan infrastruktur, Pemerintah memberikan perhatian besar kepada dua kementerian yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan kementerian Perhubungan. Hal ini lantaran pembangunan infrastruktur nasional dinilai masih jauh dari sempurna.

Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 74,2 triliun dan Kementerian Perhubungan sebesar Rp 44,6 triliun. Dana itu akan digunakan di antaranya untuk pembangunan irigasi dan waduk serta bandara.

kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + eighteen =