Fast Break 15 Oktober 2015 jam 17.00
FastBreak , October 15, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

fb sore

Jembatan Golden Gate Akan Pasang Jaring Anti-Bunuh Diri

Jembatan Golden Gate di San Francisco di Amerika Serikat akan memasang jaring anti-bunuh diri. Jembatan sepanjang hampir 3 km itu memang telah lama jadi lokasi favorit untuk mengakhiri hidup.

CBS awal pekan ini memberitakan, pemerintah kota San Fransisco kini tengah membuka tender bagi pembuatan jaring anti-bunuh diri di jembatan setinggi 227 meter itu. Pemenang tender akan ditetapkan pada musim semi 2016 setelah mendapat persetujuan dari Caltrans

Alat anti-bunuh diri itu berupa jaring baja tahan lama yang diletakkan sekitar 6 meter di bawah jembatan, atau setinggi bangunan dua lantai.

Proyek ini akan rencananya akan dimulai pada akhir 2017 dan berlangsung selama empat tahun. Perkiraan biaya yang akan dikeluarkan mencapai US$76 juta atau sekitar Rp1 triliun.

Jembatan Golden Gate memang terkenal jadi lokasi bunuh diri. Menurut data pemerintah San fransisco, 46 orang bunuh diri melompat dari jembatan itu pada 2013, tahun dengan rekor kematian terbanyak.

Menurut buku The Final Leap oleh John Bateson, sekitar 1.700 orang bunuh diri dari Golden Gate sejak jembatan ikon AS itu dibuka tahun 1937.

Memasang jaring pengaman disebut sebagai salah satu cara paling efektif dalam mencegah bunuh diri dari jembatan, tebing atau melompat ke rel kereta.

Menurut studi yang dilakukan oleh University of Melbourne dan dipublikasi di jurnal Lancet Psychiatry bulan lalu, cara ini ampuh mencegah bunuh diri hingga 90 persen.

Selain jaring pengaman, pencegahan lainnya adalah papan larangan melompat atau jalur konsultasi telepon untuk mencegah bunuh diri.

Data WHO yang dikutip Reuters menunjukkan bunuh diri adalah penyebab kematian nomor dua bagi orang berusia 15-29 tahun. Setiap tahunnya di seluruh dunia, sekitar 800 ribu orang bunuh diri.

Selain Golden Gate, lokasi bunuh diri yang terkenal adalah Menara Eiffel di Paris, rel kereta bawah tanah di London, dan jembatan Prince Edward di Toronto.

cnnindonesia.com

===========================

Tradisi Mubeng Benteng Keraton Yogya Jadi Warisan Budaya Nasional

Tradisi “Tapa Bisu Lampah Mubeng Benteng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat” telah ditetapkan menjadi warisan budaya Nasional non-benda.

Kepala Bidang Sejarah Purbakala dan Museum Dinas Kebudayaan DIY, Erlina Hidayati mengatakan Mubeng Benteng merupakan salah satu dari empat warisan yang diusulkan kepada Tim Penetapan warisan tak-benda Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Usulan ini diajukan pada tahun 2014 lalu. “Ada empat yang kita usulkan, Mubeng Benteng, Gudeg, Saparan Bekakak dan Joglo,” ujar Kepala Bidang Sejarah Purbakala dan Museum Dinas Kebudayaan DIY Erlina Hidayati di sela-sela prosesi Mubeng Benteng, Rabu (14/10/2015) malam.

Erlina menuturkan, pada bulan September 2015 lalu, empat usulan tersebut diputuskan lolos menjadi warisan budaya Nasional Tak-Benda.

Secara resmi, sertifikat penetapan sebagai warisan budaya Nasional akan diberikan pada 20 Oktober 2015 esok.

Pertimbangan penetapan itu antara lain karena kegiatan tersebut sifatnya melestarikan, lalu bersifat komunitas di mana kegiatan budaya melibatkan banyak masyarakat.

“Setiap tahun akan ada evalusi. Dari hasil evaluasi itu nantinya menentukan masih menjadi warisan budaya nasional atau dicabut,” tegas dia.

Terkait, perbedaan pelaksanaan Tradisi “Tapa Bisu Lampah Mubeng Benteng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat” antara Selasa (13/10/2015) dan Rabu (14/10/2015) Erlina menegaskan, sesuai dengan usulan warisan budaya nasional Tak-benda, maka harinya mengikuti keraton.

Sebab, dalam usulan penetapan, waktu pelaksanaan harus ada hubungan kesejarahan dengan keraton. Artinya, mengikuti penangalan Jawa Keraton.

“Untuk menetapkan malam Satu Suro, Keraton sesuai dengan penangalan Jawa. Kami mengikuti kebijakan Keraton,” ujar dia

kompas.com

=============================

Dua ganda putra Indonesia ke putaran kedua Denmark Terbuka

Dua atlet ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, berhasil menembus putaran kedua turnamen Denmark Terbuka 2015 setelah memenangkan pertandingan putaran pertama, pada Rabu malam waktu setempat.

“Kami terserang pada game pertama karena awalan kami agak lambat. Pada game kedua kami lebih siap bermain,” kata Hendra di Odense, Denmark, seperti dilansir Tim Humas dan Media Sosial Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Pada pertandingan putaran pertama, Hendra/Ahsan mengalahkan ganda putara Polandia Adam Cwalina/Przemylaw Wacha dalam tiga game selama 42 menit dengan skor 11-21, 21-16, 21-17.

“Lawan tadi juga bermain cukup lumayan. Beberapa kali mereka mampu menyerang kami dan mereka juga sempat bertahan,” kata Hendra.

Pada pertandingan putaran kedua, Hendra/Ahsan akan bertemu pasangan Tiongkok Liu Cheng/Lu Kai yang berhasil masuk babak utama dari babak kualifikasi.

“Kami harus lebih siap untuk bermain dan tidak boleh telat fokus seperti pertandingan putaran pertama. Lawan merupakan pasangan baru,” kata Hendra.

Sementara, pasangan Angga/Ricky melangkah ke putaran kedua usai menyingkirkan ganda putra Jerman Michael Fuchs/Johannes Schoettler, 21-19 dan 21-15.

“Kami bermain agak terburu-buru dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Pertahanan kami juga kurang. Kami banyak bermain no lob dan mengandalkan bola-bola depan. Kami juga membawa permainan lawan sehingga mengikuti strategi kami,” kata Angga.

Angga mengatakan Fuchs tampak lengah saat pertandingan dan memudahkannnya bersama Ricky untuk terus menyerang. “Kami ingin bermain sebaik mungkin karena kami juga ingin mendampingi Hendra/Ahsan ke Olimpiade 2016,” kata Angga.

Pada pertandingan putaran kedua, Angga/Ricky akan berjumpa dengan wakil tuan rumah Mathias Boe/Carsten Mogensen yang merupakan pasangan unggulan empat dalam turnamen tingkat superseries premier itu.

“Kami belum pernah menang melawan Boe/Morgensen. Tapi, kami akan tetap berusaha maksimal. Insya Allah kami memberikan yang terbaik atau setidaknya menyulitkan lawan di lapangan,” kata Angga.

antaranews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 5 =