Fast Break 15 September 2015 jam 14.00
FastBreak , September 15, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

2016 dan 2017 Berpotensi Menjadi Tahun Terpanas

panas

Dua tahun mendatang bisa merupakan yang terpanas secara global, ungkap riset badan meteorologi Inggris.

Perubahan besar bisa jadi sedang berlangsung dalam sistem iklim kita, dengan emisi rumah kaca yang meningkatkan dampak dari kecenderungan-kecenderungan alam.

Riset itu menunjukkan, El Nino terus bergerak di Pasifik, yang akan meningkatkan suhu dunia secara keseluruhan.

Namun, musim-musim panas di Eropa juga bisa lebih dingin saat bagian dunia lain justru lebih hangat.

Menurut para ilmuwan, suhu permukaan bumi tahun 2015 rata-rata mencatat pada atau mendekati rekor terpanas (0,68 derajat celsius di atas suhu rata-rata tahun 1961-1990).

Direktur Hadley Centre Dinas Meteorologi Inggris, Prof Stephen Belcher, mengatakan, “Dengan kemungkinan bahwa tahun depan suhu akan sama panasnya, jelaslah bahwa iklim kita akan terus berubah.”

Sebelumnya, para ilmuwan mengungkapkan, bulan Juli 2015 mencatat rekor sebagai bulan terpanas.

Di Indonesia, berbagai faktor, khususnya El Nino, membuat musim kering tahun 2015 berlangsung lebih lama dari biasanya, bisa hingga Desember 2015, dan menjadi faktor pula yang memperparah kebakaran hutan.

bbcindonesia.com

================================================================================

Tersangka Utama Bom Bangkok Dikabarkan Berada di Turki

Kepolisian Thailand mengatakan seorang tersangka utama peledakan bom di sebuah kuil di ibu kota negara itu bulan lalu diketahui sudah masuk ke Turki.

Juru bicara Kepolisian Thailand Prawut Thavornsiri mengatakan berdasarkan informasi yang dihimpun kepolisian negara itu dan pejabat Bangladesh, tersangka Abudusataer Abudureheman meninggalkan bandar udara Bangkok malam sebelum ledakan pada 17 Agustus.

Dengan menggunakan paspor China, ia terbang ke Bangladesh. Pihak berwenang Bangladesh mengatakan berdasarkan catatan keimigrasian, Abudureheman atau juga dikenal dengan nama Izan bertolak ke India dua minggu berikutnya.

Dikatakan oleh Thavornsiri, Abudureheman dari Provinsi Xinjiang itu kemudian melanjutkan perjalanan dari New Delhi, melewati Abu Dhabi dengan tujuan Istanbul, Turki.

Ia adalah pelaku kedua dari Xinjiang yang dijadikan tersangka dalam pengeboman yang menewaskan 20 orang. Yang pertama ditangkap di perbatasan Thailand-Kamboja awal bulan ini.

Untuk melacak tersangka, Thailand mengaku sudah memberitahu Kedutaan Turki di Bangkok.

Sebelumnya, Kepolisian Malaysia menangkap tiga orang terkait ledakan di kuil di ibu kota Thailand itu. Mereka adalah dua warga negara Malaysia dan seorang warga Pakistan.

kompas.com

================================================================================

Malaysia-Thailand Akan Bangun Tembok Perbatasan Tahun Depan

Dalam rangka memperketat penjagaan, Malaysia dan Thailand telah sepakat membangun tembok di perbatasan bersama mereka tahun depan, dilansir Senin (14/9) dari Channel NewsAsia.

Kepala Angkatan Bersenjata Malaysia, Jenderal Zulkifeli Mohd Zin mengatakan, pakta tersebut dicapai pada Rapat Umum Komite Perbatasan dan akan dimasukkan dalam penyediaan alokasi parlemen Malaysia.

Menurutnya, beberapa bagian di sepanjang perbatasan sudah diidentifikasi untuk lokasi pembangunan tembok. Biaya konstruksi dan pemeliharaannya akan disediakan oleh kedua negara.

“Dulu, jika kami membangun tembok atau pagar, kami harus mendirikannya di sisi Malaysia sementara Thailand akan punya bangunannya sendiri… sekarang, kami hanya akan membangun satu tembok di tengah perbatasan kedua negara,” Jenderal Zulkifeli memberi keterangan setelah Rapat Komite Tingkat Tinggi Malaysia-Thailand yang ke-32 di Kuala Lumpur, Senin (14/9).

“Dari aspek patroli, Thailand akan menginspeksi bagiannya dan kami di bagian sendiri…itu lebih praktis dan hemat untuk Malaysia dan Thailand.”

Kepala Angkatan Bersenjata Thailand, Worapong Sanganetra, juga hadir di perhelatan tersebut.

Perbatasan Thailand-Malaysia menjadi sorotan internasional setelah ditemukan beberapa kuburan massal, diduga merupakan korban perdagangan manusia imigran ilegal dari Rohingya, Myanmar, dan Bangladesh.

Hutan lebat di perbatasan Malaysia-Thailand telah menjadi lokasi transit bagi para penyelundup yang membawa orang-orang dari Asia Tenggara dengan menggunakan kapal dari Myanmar dan Bangladesh.

cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × four =