Fast Break 15 September 2015 jam 17.00
FastBreak , September 15, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Real Madrid Bukan Lagi Tim Paling Bernilai Sedunia

real madrid

Real Madrid bukan lagi menjadi tim olahraga yang paling bernilai di dunia.

Posisi Madrid sebagai tim olahraga paling bernilai telah digesertim sepak bola Amerika, Dallas Cowboys.

Seperti dilansir Fourfourtwo, dalam survey tahunan majalah ekonomi Forbes, Madrid mengalami penurunan nilai sehingga posisinya diambil alih Cowboys.

Cowboys sekarang mejadi tim paling bernilai dengan harga mencaai US$4 miliar. Sementara itu Madrid turun kedua dengan nilai prediksi mencapai US$3,26 miliar.

Dalam daftar tahunan ke-18 Forbes itu menyatakan strategi pemasaran yang impresif di Amerika telah meningkatkan pada peningkatan klub tersebut.

Penambahan jumlah kapasitas jadi 90 ribu merupakan salah satu kunci Coqboys meraih kesuksean tim itu secara finansial.

Hanya ada dua tim sepak bola dalam lima besar daftar Forbes itu. Selain Madrid, satu tim sepak bola yang masuk dalam lima besar adalah Barcelona. Peraih trofi treble pada musim kompetisi lalu itu memiliki nilai hingga US$3,16 miliar.

Posisi Barcelona itu paling buncit dalam daftar lima besar. Dua di atasya adalah juara superbowl yakni New England Patriots dan klub baseball New York Yankees.

Sementara itu tim dengan peningkatan nilai paling besar adalah Manchester United yakni mencpai US$3,1 miliar. Besarnya aset ManUtd itu tak lepas dari kontrak baru bersama perusahaan perlengkapan olahraga, Adidas.

cnnindonesia.com

================================================================================

Gunungkidul Wacanakan Bangun TPAS Di Dekat Pantai

Antusias wisawatan yang berkunjung ke kawasan pantai di Gunungkidul berdampak terhadap sampah yang dihasilkan. Setiap harinya volume sampah yang dihasilkan mencapai tujuh meter kubik, dan akan meningkat saat memasuki hari libur.

Jika terus dibiarkan, kondisi tersebut akan menganggu kenyamanan pegunjung. Oleh karenanya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunungkidul berencana membangun tempat pembuangan sampah di kawasan pantai.

“Masih dalam kajian, mudah-mudahan bisa direalisasikan di tahun depan,” kata Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Disbudpar Gunungkidul Hary Sukmono, baru-baru ini.

Dia menjelaskan, sampah yang dihasilkan dari kawasan pantai mencapai tujuh meter kubik per hari. Jumlah ini akan meningkat saat memasuki hari libur. Rata-rata sampah yang dihasilkan berupa batok kelapa, plastik hingga sisa-sisa pengolahan ikan.

Hary menjelaskan, berhubung tidak adanya tempat penglolaan sampah yang memadai, sampah-sampah yang dihasilkan kemudian diangkut untuk diproses di Tempat Pembuangan Akhir Sampah di Wukirsari, Baleharo.

“Berhubung lokasi TPAS jauh dari kawasan pantai maka pengambilan sampah dilakukan setiap dua hari sekali dengan menggunakan tiga unit armada pengangkut sampah,” ujar Hary.

Menurut dia, kondisi ini sangat tidak efektif. Terlebih lagi saat musim liburan tiba sampah yang dihasilkan meningkat tajam. Ditakutkan kondisi ini akan mengganggu kenyamanan pengunjung. “Untuk itulah kami mengajukan pendirian TPAS di sekitar pantai,” ungkapnya.

Mengenani lokasi pendirian, Hary belum bisa menentukan secara pasti. Saat ini disbudpar masih melakukan kajian dan belum menentukan titik pasti TPAS.

“Selain usulan tempat pengelolaan sampah, kami juga akan mengajukan tambahan pembelian truk amrol, dan 3 buah kontainer pengangkut sampah. Dengan tambahan alat ini diharapkan sebelum jam 08.00 WIB seluruh sampah sudah bisa diangkut,” tuturnya.

Permasalahan sampah juga dirasakan Ketua Kelompok Sadar Wisata Pantai Pulangsawal (pengunjung seringkali menyebut dengan nama Indrayanti), Tepus Hendro Pratopo. Menurut dia, masalah sampah harus bisa diselesaikan karena bisa menganggu kenyamanan wisatawan. “Jujur selama ini, kami mengelola sampah secara mandiri,” kata Topo kepada Harian Jogja, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, pengelolaan sampah secara mandiri mengharuskan pelaku usaha untuk iuaran kebersihan. Setiap minggunya, mereka ditarik iuran Rp8.000-13.000. Namun saat hari libur, pengunjung akan ditarik tambahan dengan jumlah nominal yang sama.

“Kalau hari biasa penarikan dilakukan setiap minggu. Tapi saat musim liburan penarikan dilakukan setiap hari,” ungkapnya.

Dia menambahkan, selain iuran kebersihan, pengelola bersama dengan pedagang mengagendakan gerakan kebersihan yang dilakukan setiap minggu sekali. Gerakan bersih-bersih ini dilakukan setiap  hari Jumat.

harianjogja.com

================================================================================

GrabBike Siapkan Fitur Penjaga Privasi Penumpang

Penyedia layanan ojek berbasis aplikasi tengah menjadi sorotan, karena pengojeknya disebut kerap mengganggu privasi pengguna. Pengojek online mulai ada yang meneror sampai mengirim pesan pendek iseng ke pengguna.

Sebagai salah satu penyedia layanan ojek online, GrabBike mengaku berkomitmen untuk menjaga privasi pengguna.

Kiki Rizki, Head of Marketing GrabTaxi, induk GrabBike mengatakan perusahaannya sudah jauh-jauh hari telah menyiapkan fitur penjaga privasi pengguna.

“Kami sedang kembangkan untuk membuat fitur virtual yang akan bisa tetap menutup nomor telepon (pengguna) tersebut. Jadi kalau klik dihubungi (diisengi), tidak keluar nomornya, karena di-masking (disembunyikan),” ujar wanita yang akrab disapa Kiki ini kepada VIVA.co.id, Senin 14 September 2015.

Kiki mengatakan fitur ini akan berfungsi pada saat itu juga. Saat pengojek perjalanan untuk ke lokasi calon pengguna layanan, tetap bisa menghubungi pengguna. Namun seusai bertemu dengan pengguna, GrabBike akan menutup nomor pengguna.

“Jadi ini kece bukan,” ujar Kiki.

Sistem GrabBike juga menjaga keamanan pengguna dari teror pengojeknya. Seperti diketahui, telah muncul kasus pengojek Gojek yang meneror pengguna karena memberikan ulasan penilaian yang buruk kepadanya.

Nah, dalam sistem ulasan GrabBike, kata Kiki, didesain ulasan anonim tanpa ada kontak dan nama pengguna. Dengan sistem ini diharapkan tidak akan melahirkan teror seperti pada Gojek.

“Di kami pengojek bisa melihat rating, tapi tidak tahu siapa yang memberikan rating tersebut,” kata Kiki.

Kiki mengatakan perusahaannya merilis fitur penjaga privasi tersebut jauh sebelum ada kasus keluhan dugaan pelanggaran privasi ramai dibicarakan.

Prinsip yang dianut GrabBike, kata Kiki, tidak menunggu kasus muncul kemudian melahirkan fitur privasi.

“Kami selalu berprinsip pencegahan itu lebih baik. Sejak Juni kemarin kami membuka penelitian dan pengembangan di Singapura dengan investasi US$100 juta. Ini termasuk untuk godok soal privasi. Dengan itu kami memastikan agar tidak ada masalah privasi,” ujar Kiki.

vivanews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 3 =