Fast Break 16 Oktober 2015 jam 10.00
FastBreak , October 16, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Tekan Biaya Cetak, KAI Ubah Tiket

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengubah model tiket kereta api jurusan lokal dengan ukuran lebih kecil jika dibandingkan sebelumnya. Perubahan ukuran tiket itu dilakukan untuk menekan biaya pencetakan.

“Selama ini untuk biaya pencetakan satu tiket itu menghabiskan Rp110, namun dengan model baru hanya Rp25, jadi ada efisiensi biaya,” kata Staf Khusus Komersial PT KAI Prasetyanti saat meninjau pelayanan tiket model baru di Stasiun Kediri, Jawa Timur, Kamis (15/10/2015).

Ia mengatakan, penggunaan tiket model baru tersebut sebelumnya telah dikaji dan sudah mendapatkan persetujuan. Model tiket tersebut dibuat lebih pendek, berbeda dengan sebelumnya yang berbentuk persegi panjang.

Selain masalah model, Prasetyanti juga mengatakan dengan tiket baru tersebut, pelayanan pada calon penumpang lebih cepat. Jika sebelumnya, satu tiket menghabiskan waktu antara 12 detik-14 detik sekali cetak, dengan tiket model baru, lebih singkat lagi.

“Ini juga berdasarkan pengalaman akhir 2013, dimana antrean penumpang panjang akhirnya mereka ketinggalan kereta,” jelasnya.

Ia juga tidak khawatir tiket tersebut akan disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, sebab setiap tiket mempunyai kode tersendiri. Nantinya, tiket itu akan dicek lagi oleh petugas baik saat hendak naik kereta api maupun saat di kereta setelah berangkat.

Untuk pemesanan, Prasetyanti juga menambahkan lebih cepat. Calon penumpang tidak perlu pesan sehari sebelumnya untuk tiket kereta api lokal, melainkan tiga jam sebelum kereta api berangkat bisa dipesan.

Penggunaan model tiket baru itu rencanaya akan merata di seluruh Indonesia. Pada pekan ini, penggunaan mulai diaktifkan di wilayah kerja PT KAI Daops VII Madiun yaitu untuk kereta api Doho Penataran jurusan Blitar-Surabaya serta Daops VIII Surabaya.

Selain itu, pada Oktober 2015, penggunaan tiket ini juga sudah diterapkan di Daops II Bandung, awal November 2015 di Daops VI Jogja. Selanjutnya, awal Desember di Jakarta, akhir Desember 2015 di Sumatra Utara, dan sejumlah stasiun lainnya di Tanah Air.

Sementara itu, untuk kereta api jarak jauh, PT KAI masih menggunakan model tiket lama. Namun, nantinya akan menerapkan sistem yang berbeda dengan boarding pass, mirip saat hendak pemberangkatan pesawat terbang. Nantinya, calon penumpang harus melakukan cek pada tiket kereta api mereka, sehingga dapat diketahui dengan pasti identitas pemilik tiket yang sebenarnya.

Manajer Humas PT KAI Daops VII, Eko Budiyanto menambahkan perubahan model tiket untuk kereta api lokal tersebut dilakukan demi memperbaiki pelayanan pada penumpang. Mereka pun bisa mengembalikan tiket jika membatalkan perjalanan. “Namun, uang tiket tersebut tidak dapat kembali langsung, melainkan menunggu satu bulan kemudian,” pungkas Eko.

madiunpos.com

==================================

Pemerintah Bangun “Safety Net” untuk Buruh di Paket Kebijakan IV

Pemerintah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi jilid IV. Paket tersebut dikatakan Menteri Koordinator bidang Perekonomian sebagai safety net atau jaring pengaman sosial bagi buruh.

“Tujuan utama paket ini adalah untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” kata Darmin di Kantor Presiden, Kamis (15/10/2015).

Darmin menerangkan, pemerintah akan lebih fokus untuk meningkatkan upah buruh dalam paket kebijakan terbaru itu. Ia pun menekankan paket tersebut juga menyasar pada orang-orang yang belum bekerja.

“Penetapan formula untuk menentukan upah minimum ini selain untuk meningkatkan kesejahteraan buruh, juga karena kita harus pikirkan orang yang belum bekerja,” ucap Darmin.

Paket kebijakan terbaru itu kata Darmin adalah bukti kehadiran negara dalam upaya peningkatan kesejahteraan buruh. Pemerintah, menurutnya, tidak ingin membuang waktu dengan pembahasan dalam bipartit antara pengusaha dengan pekerja.

“Karena negara hadir dalam pemberian safety net atau jaring pengaman sosial melalui sistem formula. Negara memastikan pekerja tidak jatuh dengan upah murah, untuk pengusaha juga ada kepastian dalam berusaha,” ujar Darmin.

Sebelumnya, Darmin menyebut upah buruh akan mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut akan terjadi setiap tahun dengan perhitungan angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Jadi upah buruh tahun depan yang akan ditetapkan itu upah minimum sekarang ditambah persentase inflasi, ditambah pertumbuhan ekonomi,” kata Darmin.

Darmin menguraikan formula penghitungan kenaikan upah buruh. Dia mencontohkan, jika inflasi 5 persen lalu pertumbuhan ekonomi 5 persen maka kenaikan upah buruh adalah 10 persen.

“Jadi untuk kebutuhan hidup layak itu menggunakan formula ini sebagai basis,” lanjut Darmin.

kompas.cOm

================================

129 Orang Terjaring Operasi Khusus Narkoba di Yogya

Sebanyak 129 orang terjaring dalam operasi khusus “Narkoba Progo” yang digelar oleh Polda Daerah Istimewa Yogyakarta selama 28 hari, mulai 10 September 2015 sampai dengan 7 Oktober 2015.

“Selama 28 hari mulai 10 September sampai 7 Oktober 2015 kita mengelar operasi khusus Narkoba Progo. Operasi digelar di seluruh wilayah hukum Polda DIY,” ucap Dir Resnarkoba Polda DIY, Kombes Pol Andi Fairan, Kamis (15/10/2015).

Andi Fairan mengungkapkan, tujuan dari pelaksanaan operasi khusus Narkoba Progo 2015 ini untuk menekan peradaran narkoba, miras, dan psikotropika di wilayah hukum Polda DIY.

“Kita terus berupaya menekan peredaran narkoba di wilayah hukum Polda DIY. Salah satunya dengan mengelar operasi khusus ini,” tegas dia.

Andi menuturkan, dari operasi yang digelar selama 28 hari, Dit Resnarkoba Polda DIY berhasil mengungkap 29 kasus narkotika, lima psikotropika, 72 kasus bahan berbahaya dan miras. Total kasus yang berhasil diungkap sebanyak 106 kasus.

Dari 106 kasus yang diungkap, lanjutnya, ada 129 orang yang diamankan. Status pekerjaan masih didominasi oleh pekerja swasta sebanyak 74 orang, diikuti wiraswasta 21 orang, mahasiswa 14 orang, buruh lima orang, pelajar empat orang, ibu rumah tangga tiga orang, dan pengangguran enam orang.

Selain itu, ada dua anggota Polri yang juga diamankan karena menjadi pengguna narkoba. “Dua anggota yang diamankan bertugas di Polres Sleman dan Polres Kulonprogo. Tetap akan kita tindak dan proses,” tegas dia.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari pengungkapan kasus selama operasi khusus Narkoba Progo 2015 adalah ganja sebanyak 507 gram, sabu 10 gram, psikotropika 70 butir, minuman keras 1688 botol, 28 plastik dan tujuh jeriken.

Melihat banyaknya jumlah mahasiswa dan pelajar yang terlibat dalam narkoba Andi Fairan mengimbau agar para orangtua selalu memberikan pengawasan lebih intensif kepada anak mereka. Sebab, peredaran narkotika saat ini mulai dipasarkan via media sosial.

kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + five =