Fast Break 16 September 2015 jam 14.00
FastBreak , September 16, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Polresta Gelar Pekan Disiplin Lalin

polres

Polresta Yogyakarta menggelar pekan disiplin lalulintas (lalin) mulai 14-22 September 2015. Dalam kegiatan tersebut, puluhan pengendara motor yang tidak mengenakan helm terjaring.

Kasat Lantas Polresta Yogya Kompol Sugiyanta menjelaskan, pekan lalin ini dalam rangka HUT ke-60 Lalulintas. Dalam program ini melakukan penertiban pada pelanggar yang kasat mata, yaitu tidak menggenakan helm. “Petugas hanya menindak penggendara motor yang tidak menggunakan helm. Untuk lainnya tidak dihentikan. Bagi pelanggar langsung kami tilang,” kata Sugiyanta di sela-sela kegiatan di simpang empat Timoho, Selasa (15/9).

Dalam waktu dua hari ini, pihaknya telah menindak puluhan pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm. Selain itu juga menilang 5 becak motor (bentor). Untuk wilayah kegiatan pekan disiplin lalin ini di wilayah pinggiran. “Kebanyak wilayah pinggiran ini banyak yang tidak mengenakan helm. Tujuan pekan disiplin ini untuk meningkatkan kesadaran lalu lintas bagi pengendara,” terangnya.

krjogja.com

================================================================================

Sebanyak 127 Orang dan 10 Perusahaan Jadi Tersangka Kebakaran Hutan

 Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan pada ratusan orang dan sepuluh perusahaan yang disangka melakukan pembakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Saat ini, ada 127 orang yang telah ditetapkan menjadi tersangka.

“Ada yang sengaja (membakar) tapi ada yang tidak mengakui, bahkan dibilang dia tidak tahu, macam-macam,” kata Badrodin, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (15/9/2015).

Badrodin menuturkan, pihaknya selalu memiliki bukti kuat saat menetapkan seseorang menjadi tersangka. Termasuk untuk kasus pembakaran hutan dan lahan yang menyebabkan bencana asap.

Selain karena sengaja melakukan pembakaran, kata Badrodin, sebuah perusahaan juga dapat dinyatakan bersalah jika terbukti melakukan pembiaran pada kebakaran yang terjadi di hutan atau lahan yang dikelolanya. Alasannya, peristiwa kebakaran di tahun-tahun sebelumnya seharusnya jadi pelajaran dalam mengantisipasi dan penanganannya.

“(Selanjutnya) diproses hukum, pencabutan izin bukan kewenangan Polri,” ujarnya.

Badrodin mengungkapkan, ancaman pidana untuk pelaku pembakaran hutan dan lahan bisa mencapai satu tahun kurungan penjara. Ia menilai hukuman pencabutan izin atau di-blacklist sebagai perusahaan pengelola hutan dan lahan akan lebih efektif menimbulkan efek jera.

“Kalau di-blacklist, artinya di-blacklist itu kalau dia mengajukan izin di bidang yang sama jangan dikasih,” ucapnya.

Adapun 10 perusahaan yang dianggap harus bertanggungjawab pada terjadinya kebakaran hutan adalah PT PMH, PT RPP, PT RBS, PT LIH, PT MBA, PT GAP, PT ASP, PT KAL, PT RJP, dan PT SKM. Beberapa perusahaan itu adalah milik asing, dan terletak di wilayah Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

kompas.com

================================================================================

Mulai 16 September Tarif Gojek Dihitung per Kilometer

Masa promosi tarif pengguna aplikasi Gojek berlahan mulai disesuaikan. Setelah sempat kembali menggunakan tarif flat Rp 10 ribu, kini tarif Gojek dipatok per kilometer. Dengan beberapa syarat dan ketentuan.

Dalam keterangan yang diterima, tarif Gojek di luar rush hour yakni, antara pukul 16.00 WIB sampai dengan 19.00 WIB akan dipatok Rp 15 ribu untuk 6 kilometer pertama dan Rp 2.500 per kilometer berikutnya.

Pemberlakukan tarif rush hour ini juga hanya dilakukan pada hari Senin hingga Jumat. Sementara di luar rush hour, pengguna Gojek akan dikenakan tarif datar sebesar Rp 15 ribu dengan jarak maksimum 25 kilometer.

Sementara, untuk layanan lainnya seperti Instan Kurir, Berbelanja, GO-Food di Kota Jakarta dan semua layanan Go-jek di kota-kota lainnya akan berlaku tarif promo Rp. 10 ribu.

Sebelumnya, CEO Gojek Nadiem Makarim tak khawatir bila tarif promo seperti ini akan dicabut. Meskipun ia tak memungkiri pelanggannya bisa berkurang jika tarif promo sudah tidak diberlakukan.

“Jelas bisa tetap menarik konsumen. Tapi pasti bakal turun pesanan kalau subsidinya dicabut. Tapi saya yakin loyalitas konsumen kami akan sangat tinggi,” kata Nadiem, beberapa waktu lalu.

Banyaknya pesanan yang didapatkan para pengemudi pada masa promosi ini, menurut Nadiem, bisa dimanfaatkan untuk menabung hingga nanti pasar layanan ojek panggilan berbasis aplikasi matang dengan sendirinya.

cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − 3 =