Fast Break 16 September 2015 jam 17.00
FastBreak , September 16, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

71 Tim Siap Berlaga dalam Kontes Robot Terbang 2015

krti

Sebanyak 71 tim dari 29 perguruan tinggi di Indonesia siap bertanding dalam Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2015. Kompetisi rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 17 sampai 20 September 2015 di Lapangan Gading, Wonosari, Gunungkidul.

KRTI yang diselenggarakan atas kerjasama Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Universitas Gadjah Mada, Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul dan Lanud Adisucipto kali ini akan mengangkat tema ‘Menuju Kemandirian Teknologi Wahana Terbang Tanpa Awak’. Dalam kompetisi pembuatan robot terbang nasional ini, akan melibatkan setidaknya 213 mahasiswa yang tergabung dalam 71 tim dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Ketua Umum KRTI 2015, Senawi menyampaikan, dalam kontes ini seluruh peserta ditantang untuk mendesain, membuat, hingga menerbangkan sebuah pesawat tanpa awak atau yang dikenal dengan UAV.

“Tantangan yang diberikan mengharuskan peserta untuk bisa menyelaraskan antara geometri pesawat,konstruksi dan sistem elektronik yang diintegrasikan pada pesawat terbang tanpa awak,” katanya, Selasa (15/9/2015).

Melalui kontes ini, diharapkan mampu menumbuhkan dan mendorong kreativitas mahasiswa khususnya dalam bidang teknologi. Kontes robot terbang kali ini akan mempertandingkan tiga kategori lomba yang terbagi dalam enam kelas pertandingan. Pertama adalah divisi racing jet (RJ) yang terdiri dari kelas leight weight (LW) dan kelas heavy weight (HW). Dalam divisi ini kecepatan pesawat menjadi fokus utama dalam penilaian.

Selanjutnya kategori kedua adalah divisi fixed wing (FW) terdiri dari kelas monitoring(FWMon) dan kelas mapping (FWMap). Pada kelas monitoring pesawat nantinya akan diterbangkan untuk memonitor sebuah jalan sepanjang tiga kilometer dan mengirimkan hasil video secara streaming. Adapun kriteria penilaian berdasarkan kualitas dari hasil video yang dikirim. Sementara pada kelas mapping setiap peserta dituntut untuk menerbangkan pesawat dengan mode otomatis untuk memotret area sluas 500×1.500 meter yang selanjutnya diolah menjadi peta.

Berikutnya, divisi vertical take off landing (VTOL) terdiri dari kelas water-based fire distinguiser (VTOL-WFE) dan kelas non-water-based fire distinguiser (VTOL-NWFE). Dalam kategori ini nantinya peserta ditantang untuk menerbangkan pesawat untuk memadamkan kebakaran di dalam area seluas 50×50 meter. Nantinya, akan ada sembilan titik api yang dinyalakan secara acak untuk dipadamkan.

tribunjogja.com

================================================================================

Kalla Ancam Sanksi Lebih Keras untuk Penyebab Kabut Asap

Wakil Presiden Jusuf Kalla menekankan sanksi tegas bagi pelaku pembakaran lahan yang memincu bencana asap di Sumatera. Baik perusahaan atau pun perorangan, kata Kalla, akan dipidana jika terbukti bersalah.

“Siapa saja yang menyebabkan itu, apakah perusahaan atau perorangan pasti pemerintah akan lebih keras lagi,” kata Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa (15/9/2015).

Sejauh ini, Kalla belum menerima laporan terkait pelaku pembakaran hutan. Di samping sanksi penjara, Kalla mengingatkan sanksi denda yang mengancam para pelaku. “Penjara kalau terbukti, ganti rugi, semua pasti ada hukumnya,” ucap dia.

Terkait dengan bencana asap, Kalla menyampaikan bahwa Rabu (16/9/2015) pemerintah akan membahasnya lebih lanjut dalam sidang kabinet. Sejauh ini, menurut Kalla, pemerintah sudah berupaya memadamkan titik api dengan mengerahkan pesawat.

Kalla juga menyampaikan bahwa pemerintah tidak membeda-bedakan penanganan suatu bencana, baik yang ditetapkan sebagai bencana nasional atau pun bencana lokal. Hingga kini, pemerintah belum menetapkan bencana asap di Sumatera sebagai bencana nasional.

“Sebenarnya bencana nasional itu sudah tidak lagi, bencana ya bencana, tidak ada bedanya antara bencana naisonal atau daerah,” ujar dia.

Mengenai dampak kesehatan yang timbul akibat asap di Sumatera, Wapres mengakui bahwa asap yang menyelimuti Sumatera hingga ke Kalimantan tersebut berdampak terhadap kesehatan warga. Meskipun sekolah diliburkan atau warga memakai masker selama asap menyelimuti Sumatera, dampak kesehatan tak mungkin dihindari.

“Yang ditangani tentu yang ISPA (inspeksi saluran pernapasan akut) dan masyarakatnya tetapi memang pasti mempunyai dampak terhadap kesehatan, kita tidak bisa mengelak itu,” kata Kalla.

Hari ini, Kalla memimpin rapat dengan Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki terkait penanganan asap. Dalam pertemuan itu, Wapres menekankan agar pihak berwenang terus aktif bergerak menangani masalah ini. Setneg dan Kepala Staf Kepresidenan diminta terus memonitor pergerakan di lapangan. Selain mempercepat pemadaman asap, menurut Pratikno, pemerintah memperhatikan penanganan masalah kesehatan dan aspek penegakan hukum terkait asap.

Kendati demikian, sejauh ini pemerintah belum menetapkan masalah asap di Sumatera sebagai bencana nasional. Kebakaran hutan dan lahan menimbulkan bencana asap di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan sekitarnya.

Bencana asap mengganggu kehidupan masyarakat terdampak, proses belajar mengajar di sekolah tersendat, jarang pandang terganggu dan rentan menyebabkan penyakit pernapasan (ISPA), serta gangguan pada roda ekonomi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, Polri dan PPNS sudah menetapkan tersangka pembakar lahan seperti untuk Riau ada 30 orang. Di Sumatera Selatan, Polri juga melakukan penyelidikan kepada 13 perusahaan. Adapun di Jambi, sudah ada 25 orang tersangka pelaku pembakaran lahan.

kompas.com

================================================================================

2016, Kemdikbud Fokus Peningkatan Pelaku Pendidikan

Pendidikan di Indonesia kerap fokus pada target infrastruktur penopang seperti gedung sekolah, ruang kelas, ruang laboratorium, dan sebagainya.

Sementara fokus target terhadap pelaku pendidikan yang sebenarnya paling penting sering kali terlupakan. Oleh sebab itu, penguatan pelaku pendidikan dan kebudayaan akan menjadi prioritas masuk dalam target dan program prioritas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2016.

“Infrastruktur penopang yang menjadi wadah untuk berinteraksi, namun yang melakukan interaksinya adalah para pelaku adalah para pelaku pendidikan dan kebudayaan. Para pelaku inilah yang kita ingin kedepankan menjadi salah satu pilar utama arah kebijakan kita untuk memperkuat mereka,” demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi X DPR RI, di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2015), sebagaimana dilansir situs Kemdikbud.go.id.

Mendikbud menyampaikan hal yang akan dilakukan untuk memperkuat pelaku pendidikan adalah dengan memperkuat kompetensi guru, kepala sekolah, dan pengawas, menjadikan orang tua sebagai teman kerja yang baik dalam dunia pendidikan dan kebudayaan, mendengarkan aspirasi para peserta didik, dan pelibatan publik dalam pendidikan dan kebudayaan.

“Kita perlu perhatikan pentingnya peran kepala sekolah karena dalam organisasi manapun pemimpin yang menentukan kualitas organisasinya. Bila kepala sekolah dipandang sebagai guru dengan tugas tambahan, kemudian kepemimpinan tak ditumbuhkan maka kemajuan sekolah tidak akan terlihat, namun jika sebaliknya, maka keberhasilan pendidikan akan terlihat nyata,” ujar Mendikbud.

Demikian juga dengan bidang kebudayaan. Mendikbud mengatakan, pelaku seni, pelaku pengelola cagar budaya, dan pelaku kebudayaan lainnya akan menjadi perhatian khusus dalam target dan program Kemendikbud. “Dengan begitu para pelaku kebudayaan dapat berkarya dan mereka bisa melanjutkan mengembangkan komponen kebudayaan kita,” ucap Mendikbud.

“Kami berharap dengan adanya arah kebijakan memperkuat pelaku pendidikan, Insha Allah infrastruktur yang menopangnya bisa menghasilkan manfaat yang besar, karena para pelakunya menjadi fokus ikhtiar kebijakan pemerintah,” harap Mendikbud.

solopos.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen + 8 =