Fast Break 17 September 2015 jam 10.00
FastBreak , September 17, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Indonesia Tempatkan 11 Wakil di Babak Kedua Korea Open Super Series

korea open

Indonesia masih berpeluang meraih gelar juara di Korea Open Super Series 2015. Di babak kedua, kontingen Merah Putih menempatkan 11 wakilnya.

Setelah bermain ketat sepanjang babak pertama, sejumlah pebulu tangkis harapan Indonesia berhasil lolos. Di tunggal putra ada nama Tommy Sugiarto, Ihsan Maulana Mustofa, dan Jonatan Christie.

Sementara di tunggal putri Maria Febe Kusumastuti dan Lindaweni Fanetri langsung tersingkir di babak pertama. Maria takluk dari pemain asal Taiwan Hsu Ya Ching. Lalu, Linda menyerah dari pebulu tangkis Jepang Aya Ohori.

Pada sektor ganda putra ada tiga pasangan yang masih bertahan. Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Di ganda putri, masih ada dua wakil Indonesia. Mereka yang bertahan ialah Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii dan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta. Sementara di ganda campuran ada tiga pasangan yang tersisa. Namun, di babak kedua Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir akan saling sikut dengan rekan senegara Praveen Jordan/Debby Susanto. Satu wakil lagi ada pasangan Riky Widianto/Puspita Richi Dili.

metrotvnews.com

================================================================================

400 Hektar Lahan di Hutan Lindung Gunung Lamongan Terbakar

Hutan lindung di lereng Gunung Lamongan yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (16/9/2015) terbakar hingga mencapai 400 hektar.

“Pantauan kami tercatat sebanyak enam titik api yang membakar hutan lindung dan angin yang cukup kencang menyebabkan sebaran api cukup luas hingga mencapai 400 hektar,” kata Koordinator LSM Laskar Hijau Aak Abdullah Al-Kudus di Lumajang.

Menurutnya, sejumlah pihak yakni Perhutani, tim SAR, sukarelawan LSM Laskar Hijau dan aktivis pecinta lingkungan berusaha memadamkan kobaran api dengan cara tradisional yakni “gebyok” dan memutus kobaran api dengan alat seadanya.

“Alhamdulillah empat titik api yang berada di bawah sudah berhasil dipadamkan, namun masih ada dua titik api lagi hingga malam ini yang belum bisa dipadamkan karena lokasinya sulit dijangkau,” tuturnya.

Dua titik api yang masih membara, lanjut dia, berada di sebelah utara dan timur lereng atas Gunung Lamongan, namun pemadaman di lokasi tersebut hanya bisa dilakukan dari jalur udara.

“Lokasinya sulit dijangkau dan bisa padam dengan penyiraman air dari udara, namun kami berharap malam ini dua titik api tersebut bisa padam oleh embun dan cuaca yang dingin di gunung yang memiliki ketinggian 1.668 mdpl itu,” paparnya.

Aak mengaku belum tahu pasti penyebab kebakaran hutan lindung yang didominasi oleh padang savana tersebut, namun dugaan sementara karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.

“Ada dugaan memang sengaja dibakar untuk pembukaan lahan, padahal tahun lalu kami sudah menanami dengan sejumlah tanaman bambu dan buah-buahan di lokasi terbakarnya hutan lindung itu,” katanya.

Aktivis peduli lingkungan itu berharap aparat penegak hukum menindak tegas pelaku yang tertangkap tangan melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar tanaman di hutan lindung Gunung Lamongan.

“Kalau penegak hukum tidak tegas, maka tidak menutup kemungkinan kebakaran serupa akan terjadi setiap tahun dan hal itu membahayakan kawasan konservasi di lereng Gunung Lamongan,” ujarnya.

kompas.com

================================================================================

Polri Tetapkan 140 Tersangka Pembakar Hutan

Polri telah menangani 148 laporan terkait pembakaran hutan dan lahan di berbagai daerah di Tanah Air. Dari seluruh laporan tersebut, polisi telah menetapkan tersangka sebanyak 140 tersangka, di antaranya dari 7 korporasi yang dianggap bertanggung jawab dalam kasus pembakaran hutan di beberapa lokasi.

Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti mengemukakan, secara keseluruhan Polri telah menangkap sejumlah tersangka dari 7 korporasi. Penangkapan ini adalah hasil proses penyidikan dari 27 korporasi terkait kasus kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah di Tanah Air.

“7 Korporasi itu diantaranya tadi pagi juga sudah ada yang ditangkap pelakunya di Riau. 7 Korporasi itu PT BMH di Kabupaten OKI (Ogan Komering Ilir), Sumsel, kemudian tersangkanya yang sudah ditetapkan itu bernama JLT,” ucap Badrodin di Jakarta, Rabu 16 September 2015.

Badrodin melanjutkan keterangannya. “Kalau kedua PT RPP di Sumsel tersangkanya P, kemudian PT RPS di Sumsel tersangkanya S, PT LIH di Riau tersangkanya FK, PT GAP di Sampit-Kalimantan Tengah tersangkanya S, PT MBA di Kapuas tersangkanya GRN, dan PT ASP di Kalteng tersangkanya WD.”

Kapolri menjelaskan, nama-nama yang telah ditetapkan tersangka masih berkembang kemungkinan akan terus bertambah. “Bisa nanti dari pemeriksaan-pemeriksaan terhadap tersangka yang sudah ada ini, bisa berkembang terhadap tersangka yang lain.”

Adapun 20 korporasi lain yang masih dalam proses penyidikan adalah: 1. PT WAJ di OKI; 2. PT KY; 3 PT. PSM; 4. PT RHM; 5. PT PH; 6. PT GS; 7. PT RED; 8. PT MHP; 9. PT PN; 10. PT TJ; 11. PT AAM; 12. PT MHP; 13. PT MHP (berbeda tempat); 14. PT SAP; 15. PT WMAI; 16. PT TPR; 17. PT SPM; 18. PT GAL; 19. PT SBN; dan 20. PT MSA.

Badrodin mengatakan pihaknya akan memberikan sanksi tegas sesuai dengan perundang-undangan.

“Kita akan mengenakan pasal-pasal yang sesuai dengan Undang-Undang Perkebunan, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014, Undang-Undang Kehutanan pasal 78, dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan  Lingkungan Hidup,” ujar Badrodin.

Selain mengenakan sanksi pidana dan perdata, Badrodin mengusulkan agar para pelaku pembakaran juga diberikan sanksi blacklist atau daftar hitam agar tidak bisa lagi mengajukan permohonan izin usaha di kemudian hari.

“Saya tadi menyarankan supaya di dalam pemerintah selaku regulator memberikan sanksi tambahan terhadap perusahaan-perusahaan yang tidak beritikad baik ini, dengan memberikan blacklist terhadap perusahaan, sehingga ke depan permohonan terhadap perizinan usaha yang sama bisa ditolak,” pungkas Badrodin.

liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − 11 =