Fast Break 17 September 2015 jam 17.00
FastBreak , September 17, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Kementerian Perhubungan Beli Kapal Rp11,8 Triliun

kapal

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membeli 188 kapal laut dalam berbagai ukuran senilai Rp11,8 triliun. Kapal-kapal yang seluruhnya dibangun oleh perusahaan galangan kapal dalam negeri menggunakan dana APBN tahun anggaran 2015- 2017 (multiyears).

Dikutip dari laman Kemenhub, Kamis 17 September 2015, Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Bobby R. Mamahit menjelaskan, kapal yang akan dibeli adalah kapal-kapal untuk keperluan dinas, seperti untuk Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) untuk Kenavigasian, serta untuk lalu lintas angkutan laut.

Untuk KPLP sebanyak 73 kapal terdiri dari 25 unit Kapal Patroli Kelas I type FPV, 5 unit Kapal Patroli Kelas I type MDPS, 2 unit Kapal Patroli kelas II, 6 unit Kapal Patroli kelas III, 10 unit Kapal Patroli Kelas IV dan 25 unit Kapal Patroli Kelas V. Sedangkan untuk Kenavigasian sebanyak 15 unit terdiri dari 10 unit Kapal Induk Perambuan dan 5 unit Kapal Pengamat Perambuan.

Sisanya sebanyak 100 kapal diperuntukkan lalu lintas laut, terdiri dari 25 unit kapal Tipe 2000 GT, 20 unit kapal Tipe 1200 GT, 11 unit kapal Tipe 750 DWT, 2 unit kapal tipe 500 DWT, 2 unit kapal tipe 200 DWT, 20 unit kapal Rede.

Kapal-kapal tersebut berfungsi menjemput dan mengantar dari kapal-kapal besar yang tidak bisa sandar di dermaga, lima unit kapal ternak yang akan digunakan untuk angkutan ternak, serta 15 unit kapal Semikontainer yang dapat mengangkut 100 Teus.

Bobby menjelaskan, pada tahun 2015 dialokasikan anggaran sebesar Rp3,3 triliun. Dana tersebut untuk uang muka dan pembangunan fisik sampai dengan Desember 2015. Pada tahun 2016 dialokasikan sebesar Rp4,4 triliun dan tahun 2017 sebesar Rp3,1 triliun.

“Pertengahan Oktober ini, semua kontrak-kontrak harus sudah selesai ditandatangani, sehingga mulai dapat dikerjakan pembangunannya,’’ kata Bobby.

Ditanya mengenai kemampuan perusahaan galangan kapal dalam negeri untuk membangun 188 kapal dalam kurun waktu tiga tahun, Bobby mengatakan, pihaknya sudah mengundang sebanyak lima kali perusahaan-perusahaan galangan kapal dalam negeri, termasuk PT Krakatau Steel sebagai penyedia bahan baku.

Perusahaan galangan kapal yang diminta untuk datang dan melakukan presentasi adalah perusahaan galangan kapal dari ujung Aceh hingga ujung Irian. Sesuai instruksi Presiden RI Joko Widodo, pemerintah harus mengoptimalkan kemampuan perusahaan dalam negeri.

 “Perusahaan galangan kapal menyatakan kesiapannya untuk membangun kapal sebagaimana yang dipesan oleh pemerintah,’’ kata Bobby. Kepada perusahaan galangan kapal, pemerintah minta adanya jaminan yakni harga bagus, kualitas bagus dan delivery yang juga cepat.

Oleh karenanya dibutuhkan kriteria perusahaan galangan kapal yang ikut ternder yaitu memiliki dokumen yang lengkap, seperti Surat Izin Usaha (SIUP), memiliki akta pendirian perusahaan dan tergabung dalam organisasi industri perkapalan.

Perusahaan galangan kapal juga harus memiliki tenaga kerja galangan yang memiliki kompetensi dan keahlian, memiliki sertifikasi sesuai dengan keahliannya, mampu menggunakan peralatan serta memahami praktik keselamatan kerja.

Sementara itu untuk perusahaan galangan dipersyaratkan memiliki track record dalam pekerjaan pembangunan kapal dan tentunya memiliki fasilitas memiliki modal kerja yang cukup untuk pembiayaan pembangunan kapal.

 vivanews.co.id

================================================================================

Kapsul Waktu Akan Dibuka Kembali pada Tahun 2085

Kapsul waktu yang berisi surat bertuliskan mimpi dan harapan anak-anak se-Indonesia, rencananya akan dijadikan sebuah monumen yang akan didirikan di Merauke, Papua. Rencananya, kapsul waktu tersebut akan dibuka kembali pada 70 tahun mendatang, yaitu pada tahun 2085.

“Ini ide kreafif saja, kita ingin lihat mimpi-mimpi anak Indonesia bertepatan dengan 70 tahun Indonesia merdeka,” ujar Ketua Panitia Nasional Gerakan Ayo Kerja 70 Tahun Indonesia Merdeka Nick Nurrachman, saat ditemui dalam pemberangkatan mobil kapsul waktu di Kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (17/9/2015).

Ekspedisi kapsul waktu adalah kegiatan kerja secara gotong-royong berskala nasional antara Panitia Nasional Gerakan Ayo Kerja 70 Tahun Indonesia Merdeka, yang dikoordinasikan oleh Nick Nurrachman dan Jay Wijayanto. Kegiatan ini juga didukung oleh beberapa kementerian dan lembaga pemerintah.

Dalam kegiatan ini, sebanyak 3 kendaraan roda empat akan berkeliling menuju 34 provinsi seluruh Indonesia, dimulai dari Sabang sampai Merauke. Salah satu kendaraan membawa sebuah tabung berbentuk kapsul berukuran lebih kurang 50 sentimeter. Kapsul tersebut nantinya akan diisi surat-surat yang bertuliskan mimpi dan harapan anak-anak Indonesia, yang ingin dicapai di masa depan.

Setiap provinsi akan merumuskan berbagai harapan menjadi satu lembar surat. Sesuai jadwal, kapsul waktu akan tiba di Merauke, Papua, pada 21 Desember 2015. Ekspedisi ini melibatkan 40 panitia utama, dan sejumlah perwakilan panitia di masing-masing daerah. Pemberangkatan secara resmi dilepas oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

kompas.com

================================================================================

Rutan Kolaka Siapkan Alat Komunikasi Khusus Napi

Rumah tahanan kelas IIb Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, menyiapkan alat komunikasi khusus bagi warga binaan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Kepala rumah tahanan Kolaka Hery Muhamad Ramadan mengatakan, setiap melakukan pemeriksaan kepada para warga binaan secara rutin, sering ditemukan alat komunikasi telepon genggam. Pihaknya pun berinisiatif untuk mempersiapkan alat komunikasi khusus itu.

“Petugas akan mempersiapkan telepon genggam khusus bagi warga binaan untuk melakukan komunikasi kepada keluarganya sehingga tidak ada lagi alasan menyimpan HP di dalam rutan,” katanya, Kamis (17/9).

Alasan disiapkannya alat komunikasi itu, kata Hery, untuk melakukan pengawasan ketat bagi warga binaan melakukan komunikasi kepada orang di luar rutan.

“Kami mengantisipasi jangan sampai ada warga binaan menjadi bandar barang haram yang dikendalikan dari dalam rutan,” ungkapnya.

Selama ini, lanjut dia, pemeriksaan secara rutin dilakukan kepada warga binaan di dalam blok masing-masing. Alat komunikasi selalu ditemukan, namun tidak ditemukan barang lainnya seperti senjata tajam. Jika ditemukan barang-batang yang dilarang disimpan di sel maka ada sanksi berat yang menanti warga binaan dengan mencabut haknya.

 “Kalau kedapatan, haknya untuk bertemu sanak keluarga saat dijenguk akan dicabut,” jelas Hery.

Ia juga mengakui meskipun pemeriksaan rutin dilakukan, pihaknya masih menemukan warga binaan menyimpan alat komunikasi dengan memanfaatkan kelengahan petugas. Begitu juga sanksi tegas akan dilakukan kepada petugas yang membantu warga binaan memasukkan alat komunikasi itu.

beritasatu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − ten =