Fast Break 18 September 2015 jam 10.00
FastBreak , September 18, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Hotel Terbakar, Ribuan Jamaah Haji Asal Asia Dievakuasi

fb pagi

Sekitar 1.000 anggota jemaah haji asal Asia dievakuasi dari hotel mereka setelah terjadi kebakaran yang menyebabkan dua orang terluka, Kamis (17/9/2015) waktu setempat.

Sementara itu, sebagian petugas pemadam kebakaran berusaha untuk menyelamatkan dua anggota jemaah haji yang mengalami luka bakar di lantai 8 hotel yang tak bernama itu. Demikian menurut keterangan agen pertahanan sipil di Arab Saudi.

Namun, agen tersebut tidak menyebutkan asal negara anggota jemaah haji yang dievakuasi dan tak menjelaskan penyebab kebakaran tersebut.

Lebih dari 1 juta anggota jemaah haji telah tiba di Mekkah pada musim haji tahun ini.

Ibadah haji merupakan ritual tahunan terbesar di dunia. Naik haji merupakan salah satu dari lima rukun Islam dan wajib dilaksanakan oleh Muslim yang mampu.

Selain kebakaran, terdapat peristiwa yang cukup menghebohkan pada musim haji tahun ini, yakni robohnya crane yang menyebabkan 107 anggota jemaah haji meninggal dan beberapa di antaranya berasal dari Asia.

tribunjogja.com

================================================================================

Mulai 27 September, Perpanjang SIM Bisa secara “Online”

Mulai 27 September 2015, perpanjangan surat izin mengemudi (SIM) bisa dilakukan secara online. Seseorang bisa memperpanjang SIM di Satpas SIM seluruh Indonesia atau tak perlu kembali ke lokasi tempat membuat SIM.

Kepala Seksi Satuan Pelayanan Administrasi SIM (Satpas SIM) Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris Kunto Wibisono mengatakan, perpanjangan SIM online itu akan diluncurkan saat car free day di kawasan Sudirman-Thamrin pada Minggu (27/9/2015) mendatang.

Juru Bicara Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Ipung Purnomo mengatakan, nantinya warga Jadetabek atau yang membuat SIM di wilayah Polda Metro Jaya bisa melakukan perpanjangan SIM dari mana pun.

“Jadi apabila sedang di luar kota dan SIM-nya habis, ya tinggal datang saja ke Satpas SIM di kota ia berada,” ucap Ipung yang menjabat Kasubdit Pendidikan dan Rekayasa Ditlantas Polda Metro Jaya.

Prosedurnya, ucap Ipung, sama saja, yakni hanya perlu membawa SIM yang sudah diperpanjang dan KTP yang sudah memakai NIK E-KTP.

Bahkan, kata Ipung, tak perlu juga datang ke Satpas SIM, perpanjangan online juga bisa dilakukan di lokasi-lokasi SIM keliling.

“Namun, kalau SIM-nya sudah habis, tidak bisa lagi. Harus masih berlaku. Kecuali kalau baru satu atau dua hari habis masih bolehlah. Tetapi, kalau sudah sampai tiga bulan tak berlakunya ya tak bisa perpanjangan online,” ucap Ipung ketika dihubungi, Kamis (17/9/2015).

kompas.com

================================================================================

DIY Punya Klinik Rehabilitasi Pecandu Narkoba

Badan Narkotika Nasional (BNN) DIY membangun klinik rehabilitasi korban pecandu narkoba. Layanan kesehatan yang diberi nama Klinik Pratama Seger Waras tersebut telah mendapat ijin operasional dan diresmikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Rabu (16/9/2015).

Kepala BNN DIY, Komisaris Besar Soetarmono mengatakan klinik yang didirikan berdampingan dengan kantor BNN DIY itu bisa menampung pasien korban pecandu narkoba sebanyak-banyaknya khusus pasien rawat jalan atau bagi pecandu narkoba yang tingkat kecanduannya masih tahap coba-coba.

Sementara untuk pasien yang tingkat kecanduan narkoba sudah cukup lama, maka perlu dilakukan rehabilitasi rawat inap yang sudah disediakan di 10 lembaga rehabilitasi yang disediakan pemerintah dan swasta di DIY.  “Untuk menentukan tingkat kecanduan nakoba dilakukan oleh tim asesor terpadu BNNP DIY,” kata Soetarmono.

Soetarmono mengatakan sejak diberlakukan peraturan bersama tujuh kementrian terkait penanganan pecandu narkoba, ada perbedaan penanganan antara korban pecandu narkoba dan pengedar. Bagi pecandu korban akan direhabilitasi, sementara pengedar tetap diproses hukum sesuai undang-undang yang berlaku.

Menurut dia, hasil riset 2014, pecandu narkoba di DIY ada 62.028 orang. Sementara target rehabilitasi pecandu narkoba BNN DIY tahun ini hanya 1.369 orang. Dengan demikian, dibutuhkan waktu 50 tahun untuk membantu menyembuhkan korban pecandu narkoba di DIY.

Sejak Januari-Pertengahan September, tahun ini BNN DIY sudah telah merehabilitasi korban pecandu narkoba sebanyak 838 orang. Ia optimis target 1.369 orang akan terpenuhi sampai akhir tahun ini.

BNN DIY, kemarin juga melakukan razia narkoba indekos di wilayah Banguntapan, Bantul. Dua hari sebelumnya razia serupa juga digelar di asrama-asrama mahasiswa dan tempat hiburan di Sleman. Hasilnya empat orang diketahui positif mengkonsumsi obat penenang. Hasil pemeriksaan, keempatnya masuk rehabilitasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Fita Yulia Kusworini menyambut baik dengan berdirinya Klinik Seger Waras BNN DIY, terlebih klinik tersebut bebas biaya untuk konsultasi dan rehabilitasi pecandu narkoba.

Menurut Fita, hasil pemeriksaan sejumlah sarana dan prasarana klinik Seger Waras beserta tenaga medis pelayanan kesehatan di klinik tersebut telah memenuhi syarat, sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. “Masyarakat bisa berkunsultasi, rehabilitasi pecandu narkoba dan juga konsultasi soal HIV/AIDS,” kata Fita.

solopos.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + eleven =