Fast Break 2 Oktober 2015 jam 10.00
FastBreak , October 2, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Sindir Wapres JK soal Asap, “Netizen” Singapura Bikin Situs Web Terima Kasih Indonesia

1950147situs-thankyouindoforthecleanaircom-yang-dibuat-netizen-20151001-190117780x390

Di tengah kabut asap yang masih menyelimuti negeri jiran Singapura, muncul sebuah situs web (website) sindiran bernama thankyouindoforthecleanair.com.

Di dalam website itu, tertulis kalimat dengan tanda berkelip-kelip, “Thank you Indonesia for 11 months of clean air”.

Website ini juga mengutip ucapan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang berkomentar bahwa Singapura tidak pernah berterima kasih kepada Indonesia atas 11 bulan udara segar dan mengeluh hanya karena satu bulan didera kabut asap. Pembuat website menuliskan bahwa situs ini merupakan wadah bagi warga Singapura untuk “berterima kasih” atas 11 bulan udara segar tanpa kabut asap yang dihirup dari Indonesia.

“Hey Juju (panggilan yang diarahkan ke Wapres JK), relaks, jangan sedih, sekarang kita bersatu untuk menunjukkan apresiasi kita akan udara segar itu.”

Sejauh ini, sampai pukul 20.00 waktu setempat, telah ada 38.9703 netizen yang mengeklik tombol untuk mengucapkan terima kasih yang pada dasarnya adalah sindiran atas kabut asap yang dikirim dari Sumatera sehingga mengakibatkan buruknya kualitas udara di negara Singa sepanjang satu bulan terakhir.

Tidak ketinggalan, sejumlah netizen juga ikut menuliskan sejumlah komentar yang beraneka ragam di kolom komentar yang disediakan. Seorang yang bernama Sorrie menuliskan, “Dear Mr Kalla, saya minta maaf mengeluh perihal kabut asap. Harap menjaga udara segar yang datang selama 11 bulan. Saya memiliki dua anak. Usianya di bawah satu tahun dan mereka tidak bisa menghirup asap terlalu lama.”

Bahkan, seorang netizen yang menulis dirinya sebagai warga Indonesia ikut berkomentar. “Terima Kasih Abang Kalla untuk 11 bulan udara segar. Kami warga Indonesia di Singapura sangat bangga akan Anda.”

“Terkadang kita harus mengalami hal yang buruk untuk mengapresiasi hal yang baik. Tanpa asap ini, saya tidak akan pernah mensyukuri udara yang segar dan bersih. Terima kasih Wakil Presiden Indonesia untuk pelajaran ini,” tulis netizen lain bernama Eemin.

kompas.com

—————————————————————————————————————————————–

Wlahar Kulon Bangun Lumbung Desa

Pembangunan lumbung desa di Desa Wlahar Kulon, Patikraja, Banyumas, akan dibantu oleh Pemkab Banyumas. Pengesan itu disampaikan Wakil Bupati Banyumas dr Budhi Setiawan, Kamis (1/10/2015) dalam
dialog Wabup dengan petani Desa Walhar Kulon, Kamis (01/10/2015).

“Kami akan membantu pembangunan lumbung desa yang dianggarkan melalui APBD. Namun Pemerintah Desa Wlahar Kulon, harus sudah menganggarekan melalui APBDes dulu,” kata dr Budhi Setiawan.

Lumbung desa tersebut akan digunakan untuk menampung gabah petani yang digunakan untuk pembelian bahan bakar minyak untuk mengoperasikan pompa air.

Menurutnnya bantuan pembangunan lumbung desa akan dimasukan dalam bentuk bantuan keuangan melalui pemerintahan desa. Untuk itu Pemerintah Desa Wlahar Kulon harus memasukan rencana pembangunan lumbung desa melalui APBDes. ” Diharapkan pada anggaran APBD tahun 2016 sudah bisa masuk, sehingga pembangunan lumbung desa bisa dilaksanakan,” ungkapnya.

Untuk tahap awal lumbung desa akan menampung gabah petani yang digunakan untuk biaya pembelian bahan bakar minyak untuk mengoperasikan pompa air yang digunakan untuk menyedot air untuk aliran irigasi sawah milik petani.

Gabah kering petani yang dikumpulkan dalam satu hektare 140 kilogram (kg), setiap kali panen, sedang lahan yang dialiri irigasi pompai air bantuan Pemprov Jateng adan 64 hektere. Sehingga ada 140 kg gabah kering setiap panen dikalikan 64 yang harus dikumpulkan di lumbung desa.

krjogja.com

—————————————————————————————————————————————–

Limbad Mengaku Belum Terima Surat Panggilan dari Polres Jakut

Kuasa hukum Limbad, Zakir Rasyidin, mengaku belum menerima surat panggilan terhadap kliennya, untuk diperiksa sebagai saksi di Polres Metro Jakarta Utara, Senin (5/10/2015) mendatang.

Limbad bersama dua orang lain dilaporkan oleh Ibrahim atas dugaan tindak pidana pencurian mobil Honda Jazz E 1717 PD miliknya di apartemen French Walk Tower Lourdes Garden Lantai VI, Unit F, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 24 September 2015.

Kapolres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Susetio Cahyadi mengaku telah mengirim surat panggilan untuk Limbad hari ini. Surat panggilan turut disampaikan untuk terlapor lain bernama Linda yang seharusnya diperiksa hari ini.

“Kami belum terima surat pemanggilan. Jadi kami belum bisa bicara banyak,” kata Zakir kepada pewarta di Polda Metro Jaya, Kamis (1/10/2015).

Menurut Zakir, Limbad mengaku jika pada hari di mana mobil Ibrahim hilang, dirinya memang berada di apartemen tersebut. Namun, keberadaan Limbad semata-mata hanya untuk menemani Linda yang mempunyai hubungan bisnis dengan Ibrahim.

“Jadi Master Limbad cuma berdiri-diri saja. Tidak ada hubungannya sama mobil yang hilang,” tutur Zakir.

kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − five =