Fast Break 2 Oktober 2015 jam 14.00
FastBreak , October 2, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

SNI kopi instan mulai berlaku 2016

tumblr_inline_mu0yquiciN1qlsbv5

Pemerintah akan memberlakukan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk kopi instan mulai Januari 2016, mundur dari rencana awal Juli 2015 karena beberapa persiapan belum rampung.

“Karena balai untuk pengujiannya belum siap, peralatannya juga perlu waktu,” kata Direktur Minuman dan Tembakau Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Faiz Ahmad di Jakarta, Kamis.

Selain itu, Faiz menambahkan, pemberlakuan SNI tersebut diundur karena beberapa produk kopi olahan sudah beredar dan membutuhkan waktu satu tahun untuk habis di pasaran.

Dia mengatakan pemerintah memberlakukan SNI wajib untuk kopi instan karena banyak kopi instan impor berkualitas rendah, bahkan beberapa produk dicampur dengan kulit kopi, di pasaran.

“Makanya kami harus lindungi konsumen dalam negeri. Jadi, untuk kopi instan yang impor harus SNI wajib. Artinya pemberlakuan yang adil baik dalam negeri dan ekspor,” kata Faiz.

Beleid yang tertuang dalam perubahan atas peraturan Menteri Perindustrian No. 87/2014 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Kopi Instan Secara Wajib menyebutkan bahwa SNI tersebut wajib diterapkan mulai 17 Januari 2016.

Pada peraturan terdahulu yang terbit 17 Oktober 2014, produk dengan nomor pos tarif 2101.11.10.00 itu wajib memenuhi SNI mulai 17 Juli 2015.

Kopi instan adalah produk kopi berbentuk serbuk atau granula atau serpih kopi yang dihasilkan dari proses penyangraian biji kopi tanpa campuran bahan lain dilanjutkan dengan penggilingan, ekstraksi, dan pengeringan.

antaranews.com

—————————————————————————————————————————————–

Perbaikan Jembatan Sorogonen Dimulai Pekan Depan

Pengalihan arus dan penutupan sebagian Jembatan Sorogenen sepanjang 25 hingga 30 meter akan diberlakukan mulai Selasa (6/10/2015) mendatang. Pengerjaan konstruksi Jembatan Sorogonen yang sudah aus di makan usia tersebut hanya memastikan pemasangan rambu-rambu lalu lintas pengalihan arus supaya tidak memperparah kemacetan.

“Sebetulnya Senin (28/9/2015) lalu, konstruksi perbaikan Jembatan Sorogenen sudah dimulai. Tetapi karena rambu-rambu dan peralatan lalu lintas pengalihan arus belum komplit, kami minta ditunda hingga Selasa (6/10/2015) depan menunggu peralatan tersebut lengkap,” ujar PPK Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) DIY, Ir Santoso Msi kepada KRjogja.com, Kamis (1/10/2015).

Santoso mengatakan pihaknya juga akan memastikan rambu-rambu tersebut telah terpasang di sejumlah titik strategis. Apabila rambu-rambu tersebut belum komplit terpasang, pihaknya sulit memulai konstruksi karena beresiko besar memperparah kemacetan di simpang tiga Bandara Adisutjipto ataupun arus masuk ke Yogyakarta maupun keluar ke arah Solo.

“Kami minta dipasang rambu-rampu untuk menghindari melewati arah Bandara Adisutjipto baik dari arah barat maupun timur. Hal ini demi kepentingan pengguna jalan sendiri, kecuali memang menuju bandara dipersilahkan,” kata Santoso.

Lebih lanjut dijelaskannya Jembatan Sorogonen akan ditutup sebagian di sisi utara sepanjang 25 meter sampai 30 meter, sebagian di sisi selatan masih bisa di lewati kendaraan dari dua arah baik timur dan barat. Kendaraan dari arah timur yang ingin ke bandara bisa langsung masuk melalui pintu gerbang AAU, sedangkan dari arah barat bisa melalui sisi selatan Jembatan Sorogonen yang tidak ditutup atau melalui depan SPBU Adisutjipto langsung ke kanan masuk ke tempat parkir Bandara Adisutjipto

“Rambu-rambu pengalihan arus ini akan di pasang di Prambanan, Banguntapan dan di Jalan Magelang. Kami harap masyarakat memaklumi dan mencari jalan alternatif menghindari area tersebut,” tandas Santoso.

Menurut Santoso, meskipun kontruksi mengalami penundaan setidaknya sepekan dari jadwal namun dipastikan perbaikan Jembatan Sorogonen akan selesai tepat waktu pada Desember 2015 mendatang. Perbaikan jembatan tersebut sangat diperlukan karena kontruksinya sudah lapuk di makan usia dan akan diperkuat agar bertahan hingga dua dasawarsa demi keselamatan pengguna jalan.

krjogja.com

—————————————————————————————————————————————–

“Tombo Ati” bergema di gedung UNESCO Paris

Lagu Tombo Ati, dibuat Sunan Bonang yang menurut cerita sejarah hidup sekitar abad ke 16, yang dilantumkan penyanyi Opick, pernah dipopulerkan Emna Ainun Nadjib bersama Kyai Kanjeng, bergema di gedung UNESCO Paris.

Lagu Tombo Ati dilantumkan, Yenny Wahid dalam rangkaian konferensi internasional bertema “Spiritual Islam dan Tantangan Terkini,” yang diadakan UNESCO bekerjasama dengan Association Internationale Soufie Alawiyya (ASIA), salah satu tarekat terbesar di Aljazair dan Eropa, dalam rangka memperingati 100 tahun berdirinya Tarekat Alawi.

Konferensi dihadiri grand mufti Bosnia, guru besar Mesir, Syeikha dari Turki, Imam masjid besar Eropa, ahli Islam dari Tunisia, Aljazair, Maroko dan lain-lain, serta pendeta dan pastor Afrika yang aktif dalam hubungan antara agama.

“Lumayan sambutannya bagus dan pada appreciate dan mereka terharu walaupun tidak mengerti bahasanya, ” ujar Putri Presiden Abdulrahman Wahid, yang menembang lagu Jawa, Tombo Ati, di Gedung UNESCO, Paris kepada Antara London, Jumat.

Kesunyian malam kota Paris tiba-tiba terbelah saat suara Yenny yang mengenakan busana Jalabaya putih dan berkerudung putih, putri kedua Gus Dur, melagukan tembang Jawa Tombo Ati. dengan khusyuk melantunkan lagu yang popular di masyarakat Jawa dihadapan ratusan hadirin dari berbagai negara.

“Saya datang ke Paris diundang Syekh Bentounnes, Mursyid atau pimpinan Tarekat Alawiyyah, adalah seorang figure yang sangat karismatik dan mempunyai pengikut puluhan ribu di ALjazair maupun negara-negara Arab dan Eropa,” ujar Yenny.

Pada sore harinya berbicara dalam sesi mengenai sufisme, dan malamnya mereka meminta Yenny untuk berpartisipasi dalam acara spiritual dan kontemplasi sebagai perwakilan dari Islam yang ada di timur.

“Akhirnya saya pilih menembangkan lagu tombo ati yang lalu diterjemahkan dalam bahasa Prancis,” ujar Yenny menambahkan bahwa setelah itu ia menutup dengan menembangkan syair berbahasa Arab karena banyak audiensnya yang bisa berbahasa Arab.

Yenni mengakui ia memilih lagu tombo ati Yenny karena lagu tersebut mempunyai filosofi yang sangat mendalam.

Sebelumnya Yenny berbicara mengenai Islam Nusantara sebagai sebuah contoh nyata adanya ajaran Islam yang damai dan toleran. “Saya kaitkan budaya kita yang sejuk tersebut dengan pengaruh para sufi sebagai salah satu pembawa masuk Islam ke bumi Nusantara pada abad 14 silam,” ujarnya.

Menurut Yenny, sebagian besar hadirin tertarik dengan paparan yang disampaikan mengenai Islam di Indonesia dan ingin belajar lebih jauh.

Tembang tombo ati itu adalah symbol dari Islam di Indonesia, berisi ajakan kepada manusia untuk berkontemplasi mendekat kepada Tuhannya. Karenanya sangat pas kalau saya dendangkan lagu itu, ujarnya Yenny.

“Alhamdulillah penerimaannya luar biasa. Banyak ibu-ibu tua memeluk saya setalah acara dan bapak-bapak menjabat tangan mengucapkan terimakasih karena walaupun tidak mengerti bahasanya, mereka merasa tembang itu sangat menyentuh hati mereka.

Padahal diantara para tamu kehormatan banyak syekh-syekh dan mufti serta pemimpin agama dari berbagai negara, mereka semua ikut mengucapkan terima kasih karena lirik lagunya yang diterjemahkan sangat menyentuh.

“Saya sendiri merinding rasanya, bisa kesampaian mendendangkan lagu rakyat kita digedung semegah gedung UNESCO dihadapan ratusan hadirin berbagai negara yang menyesaki gedung, dan dari jendela bisa melihat menara Eiffel, rasanya agak-agak surreal gitu, ujar Yenny.

Selain pembahasan mengenai sufisme, koferensi juga menampilkan pameran mengenai sosok Emir Abdel Kader, pemimpin spiritual dan pejuang anti kolonialis Aljazair yang lahir pada abad ke 18.

Yenny mengatakan dalam konferensi itu banyak pula diulas sosok Syekh Alawy sebagai pendiri tarekat Alawiyyah, salah seorang yang banyak berjasa menyebarkan pengaruh tasawwuf di daratan Eropa.

antaranews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 5 =