Fast Break 2 Oktober 2015 jam 17.00
FastBreak , October 2, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Pendiri Facebook Desak PBB Sediakan Akses Internet

1126369Zuckerberg-PBB780x390

CEO Facebook Mark Zuckerberg berbicara di depan perwakilan negara-negara anggota PBB tentang pentingnya akses internet bagi seluruh umat manusia.

Pada ajang General Assembly tahunan PBB yang ke-70, Zuckerberg berbicara di dua kesempatan, yaitu di konferensi UN Sustainable Development dan UN Private Sector Forum, yang juga dihadiri Sekjen PBB Ban Ki-moon.

“Menghubungkan dunia adalah salah satu tantangan mendasar bagi generasi kita saat ini,” ujar Zuckerberg di halaman Facebook resminya, Sabtu (26/9/2015).

Zuckerberg juga mengatakan bahwa akses internet juga penting dan bisa dipakai sebagai jalan untuk mencapai tujuan-tujuan kemanusiaan yang telah ditetapkan negara-negara anggota PBB.

Untuk itulah, Zuckerberg berinisiatif membuat gerakan kampanye yang diberi nama ONE, yang diklaim olehnya didukung oleh yayasan-yayasan kemanusiaan besar serta tokoh-tokoh berpengaruh.

Di antara yayasan-yayasan kemanusiaan dan tokoh berpengaruh pendukung ONE antara lain adalah Bill & Melinda Gates Foundation, TED, United Nation Foundation, Bono, Richard Branson, Shakira, Charlize Theron, dan masih banyak lagi.

“Dengan memberi akses kepada perangkat, pengetahuan, dan kesempatan mengakses internet, kita bisa menyuarakan yang tak bersuara, dan memberi kekuatan kepada yang lemah,” tulis Zuckerberg.

Internet juga dikatakan oleh Zuckerberg sebagai peranti vital untuk memberikan pekerjaan. Menurut penelitian, setiap 10 orang yang terhubung dengan internet, satu di antaranya mentas dari kemiskinan.

“Jika kita menghubungkan 4 miliar orang yang belum online, maka kita bisa membuat sejarah untuk mengangkat dunia dalam beberapa dekade mendatang,” ujarnya.

Inisiatif ONE diklam Zuckerberg telah didukung oleh berbagai negara peserta PBB dan dimasukkan ke dalam Global Goals (Tujuan Dunia) yang harus diraih pada 2020 mendatang.

nextren.com

—————————————————————————————————————————————–

Bupati Bandung Bantu Biaya Pendidikan Korban Tragedi Mina

Bupati Bandung, Dadang M Naser menyatakan Pemkab Bandung siap membantu biaya pendidikan anak-anak korban tragedi Mina yang meninggal.

Anak-anak tersebut adalah buah hati dari pasangan Debi Merlindayani Hamdani,35, yang telah dinyatakan tewas oleh Kementerian Agama RI. Sementara Suami Debi, Asep Ukanda Saputra,35, dikabarkan pula sebagai salah satu korban tewas dalam tragedi tersebut meski belum ada kabar jelas mengenai kondisinya dari petugas haji yang saat ini berada di Mekah.

Kedua korban meninggalkan dua anak yang masih kecil, yakni Al Gibran Rajasmiraz Mubarok,10, dan Hilanissa Al Kairin Nuril Bilad,4.

“Tentunya untuk pendidikan pasti akan kami bantu. Untuk sementara yang ini akan dibantu biaya pendidikannya. Dan yang lainnya akan kami iventarisir. Karena ini musibah. Apalagi Gibran dan Nissa sekarang yatim piatu,” terang Dadang saat mengunjungi rumah orang tua korban di Kampung Cimuncang RT 02/RW 06, Desa Ciwidey, Kamis (1/10/2015).

Dadang menambahkan, bantuan pendidikan ini jelas sangat penting. Sebab pendidikan menjadi salah satu untuk meningkatkan kualitas masyarakat, apalagi pendidikan dua anak korban (Gibran-Nissa, red) masih panjang.

Tak hanya memberikan beasiswa pendidikan, Dadang pun memberikan santunan kepada korban yang diwakili oleh orang tua korban. Saat tengah berbincang dengan keluarga korban, anak yang paling bungsu, Hilanissa merengek meminta uang kepada kakeknya untuk jajan. Spontan, Dadang pun mengeluarkan uang sebesar Rp200 ribu untuk jajan Nissa.

“Atas nama Pemkab Bandung saya menyatakan turut bela sungkawa dan berduka yang mendalam. Semoga almarhum dan almarhumah yang menjadi korban bisa mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah dan menjadikan syuhada,” ungkapnya.

Dadang pun meminta keluarga dari semua korban yang meninggal dunia, sabar dan ikhlas dengan kejadian tersebut. Karena, kata dia, semua kejadian yang terjadi tidak pernah diprediksi dan menjadi kehendak Allah.

Kepada wartawan, bupati meminta kepada pemerintah pusat untuk meminta adanya evaluasi penanganan jemaah dalam pelaksanaan ibadah haji tahun depan supaya tragedi di Mina, Arab Saudi, Kamis 24 September lalu, yang membuat ratusan orang meninggal dunia tidak kembali terjadi.

Dalam kejadian tersebut, ratusan orang tak terselamatkan karena terinjak-injak di tengah jutaan jemaah haji yang melaksanakan lempar jumrah, di antaranya warga Kabupaten Bandung yang hingga kini terdata oleh pemerintah, sudah 7 orang meninggal dunia.

“Ini merupakan evaluasi dan juga kewaspadaan buat jemaah. Meski kejadian ini merupakan takdir dan hak Allah, namun kewaspadaan untuk alur jalur jemaah di Mina harus ditingkatkan disiplinnya. Karena menurut kabar, jemaah Indonesia ada di lantai atas, tapi kenapa jadi di bawah,” ujar Dadang.

Dadang pun sempat menuturkan pengalamannya saat menunaikan ibadah haji pada 2001 lalu. Menurut Dadang, ia pun sempat bertabrakan dengan arus jemaah haji dari negara lain lantaran jalurnya dipindahkan. Semula, ia dan rombongan haji asal Indonesia berada di lantai atas, tapi oleh askar dibelokkan ke bawah sehingga bertabrakan. Berdasarkan pengalamannya, lebih baik mengalah ke pinggir daripada harus berebutan di jalur yang sama.

Hingga saat ini, data dari Kementerian Agama (Kemenag) RI, jumlah warga Kabupaten Bandung yang sudah dipastikan meninggal dan dirilis oleh Kemenag sebanyak 7 orang, masing-masing Atik Suryati (Kec. Banjaran), Eni Sukarni (Kec. Banjaran), Endang Sutiana (Kec. Cimenyan) dan Debi Merlindayani Hamdani (Kec. Ciwidey), Koko Koswara (Kec. Banjaran), Dadang Barmara Memed (Kec. Banjaran), serta Muhammad Yuhan Suprianto (Kec. Margaasih).

Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umrah Kemenag  Kabupaten Bandung, Asep Sopandi mengatakan, pihaknya telah menyampaikan kabar duka tersebut kepada para keluarga korban.

“Untuk menghindari kesimpang siuran, kami berpatok ke rilis yang diterbitkan secara resmi oleh Kemenag RI. Sampai saat ini, kami terus melakukan pencarian jemaah lain yang masih hilang,” ujar Asep saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Almarhumah Debi pun masuk dalam kloter JKS 61, yang merupakan kloter campuran dari berbagai daerah di Jawa Barat, di antaranya berasal dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Ciamis, dan Banjar.

“Sebagian besar kloter itu dari KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) Persatuan Islam yang jemaahnya dari berbagai kabupaten/kota di Jabar. Kami terus memantau perkembangannya,” katanya.

metrotvnews.com

—————————————————————————————————————————————–

Bengkulu Siapkan Pasokan Kedelai Nasional

Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pertanian mempersiapkan pasokan produksi kacang kedelai secara besar-besaran untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor kedelai.

Apalagi kondisi keterpurukan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini sangat berpengaruh terhadap daya beli pengusaha makanan berbahan baku kedelai.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu, Evarini mengatakan, pihaknya sudah membagikan bibit dan pupuk untuk tanaman palawija jenis kedelai bersama palawija lain yaitu jagung untuk kebutuhan 9.800 hektar lahan siap tanam di 6 kabupaten /kota se Provinsi Bengkulu. Di antaranya Kota Bengkulu, Seluma, Kepahiang, Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan dan Rejang Lebong.

“Kita mempersiapkan Bengkulu sebagai lumbung produksi palawija, saat ini beberapa kabupaten sudah melakukan penyemaian bibit dan segera melakukan penanaman, untuk beberapa daerah masih menunggu perbaikan irigasi dan diharapkan segera tuntas. Kami menjadwalkan masa tanam ini akan memasuki masa panen raya palawija pada awal Januari tahun 2016,” ujar Evarini di Bengkulu, Kamis (1/10/2015).

Selain Palawija, Bengkulu juga sedang memasuki masa tanam kedua tahun 2015 dengan luasan lahan sawah yang dialiri irigasi teknis, setengah teknis atau tersier dan sawah tadah hujan dengan total seluas 100.054 hektar tersebar di 10 kabupaten/kota se Provinsi Bengkulu.

Dengan masa tanam serentak yang dirancang ini, Bengkulu diharapkan mampu kembali menjadi daerah yang melakukan swasembada beras seperti yang terjadi beberapa tahun lalu.

“Khusus Benih padi unggul, pupuk dan racun hama untuk persawahan, kami fokus membagikan kepada petani lebih dini, sebab distribusi sebelum masuk musim penghujan akan memudahkan para petani untuk melakukan penyemaian benih lebih awal dan langsung melakukan penanaman ketika musim penghujan datang,” tegas Evarini.

liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − 10 =