Fast Break 2 September 2015 jam 17.00
FastBreak , September 2, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Logo Olimpiade Tokyo 2020 diganti karena plagiat

logo (1)

Logo Pesta Olahraga Olimpiade Tokyo 2020 sudah diganti setelah munculnya dugaan plagiarisme.

Dewan penyelenggara Olimpiade mengatakan terdapat begitu banyak keraguan tentang logo tersebut sehingga tidak bisa digunakan.

Perancang logo, Kenjiro Sano, mengaku telah meniru materi yang ada di internet ketika ditanyai pelaksana, lapor media Jepang.

Seorang seniman grafis Belgia menyampaikan keluhan bahwa rancangannya dicuri.

Pada bulan Juli Jepang mencabut rancangan kontroversial dari stadion baru Olimpiadenya.

“Kami telah mencapai kesimpulan bahwa adalah sudah sepatutnya bagi kami untuk mencabut logo itu dan mengembangkan emblem baru,” kata Toshio Muto, Direktur Jenderal Dewan Pelaksana Tokyo dalam konferensi pers.

“Saat ini, kami memutuskan logo ini tidak akan mendapatkan dukungan masyarakat.”

bbc.com

================================================================================

Rizal Ramli Siapkan Danau Toba jadi Monaco dari Asia

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyatakan pemerintah akan menyulap kawasan wisata Danau Toba di Sumatera Utara layaknya Monaco yang ada di Eropa. Namun untuk dapat mewujudkan ‘Monaco dari Asia’ tersebut, Rizal mengaku membutuhkan bantuan dari Pemerintah Daerah sekaligus masyarakat setempat.

“Kami akan mengembangkan Danau Toba jadi The Monaco of Asia. Pertama, kami akan bersihkan dulu Danau Toba karena banyak yang menanam ikan di situ. Setelah itu dibangun infrastrukturnya, jalan, air bersih, internet, dan sebagainya,” kata Rizal di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (1/9).

Akses internet menurut Rizal menjadi penting demi memancing lebih banyak lagi turis asing ke Danau Toba.

“Mereka tidak mau datang kalau tidak ada internetnya. Lalu ada bandara Silangit sekitar 10 kilometer (km) dari Danau Toba, itu akan dikembangkan dan diperbesar sehingga turis tidak perlu transit dulu di Medan,” kata mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Industri tersebut.

Mengingat seluruh kementerian yang bisa menunjang terwujudnya ide tersebut berada di bawah jalur koordinasinya, Rizal mengaku akan mencari waktu khusus guna membahas rencana itu bersama menteri terkait.

“Menteri Perhubungan akan diminta untuk membangun bandara itu. Lalu Menteri Pekerjaan Umum diminta membangun jalan. Tetapi bukan Danau Toba saja yang akan kami kembangkan, setidaknya ada tujuh lokasi yang diajukan pemerintah daerahnya sebagai kawasan wisata khusus,” kata Rizal.

Meski enggan menyebutkan enam daerah lain yang tengah diseleksi sebagai kawasan wisata khusus, menurut Rizal keinginan tersebut harus mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah maupun masyarakat sekitar objek wisata.

“Kami akan memilih, dengan syarat Gubernur harus mengubah perilaku masyarakat setempat. Misalnya yang tadinya tidak bisa tersenyum, harus rajin senyum,” katanya.

Ia menuturkan, pada awalnya warga Singapura adalah sekelompok masyarakat perkotaan yang tidak bisa tersenyum terhadap warga asing. Namun mantan Perdana Menteri Lee Kuan Yew berhasil membuat gerakan nasional untuk tersenyum yang diikuti oleh warganya sehingga menjadikan Singapura sebagai salah satu tujuan wisata ditengah sumber daya alam yang terbatas.

“Kami minta juga masyarakatnya dididik soal kebersihan, jangan mimpi ada daerah wisata kalau tidak bersih. Kemudian ada kualitas layanan yang harus diperhatikan, jadi ada syaratnya. Karena kami akan berinvestasi di kawasan tersebut, Gubernur dan rakyatnya harus berbuat sesuatu untuk membantu. Minimal belajar senyum dulu,” jelas Rizal.

cnnindonesia.com

================================================================================

Pemerintah Selandia Baru Rilis 4 Desain Bendera Baru

Pemerintah Selandia Baru merilis 4 desain bendera yang harus  dipilih warganya dalam referendum tahap pertama akhir tahun nanti dalam upaya menentukan Bendera Kebangsaan baru mereka.

Keempat desain bendera itu diseleksi dari 10 ribu desain bendera yang diterima pemerintah Selandia Baru dalam upaya menemukan alternatif  pilihan bendera kebangsaan negaranya, disamping bendara kebangsaan mereka saat ini yang masih menampilkan lambang negara Inggris – Union Jack disudutnya.

Tiga dari desain bendera itu menunjukan gambar daun pakis perak yang telah menjadi lambang tidak resmi nasional Selandia Baru, dengan beragam warna dan corak latar bendera mulai dari merah, biru, hitam dan putih.

Sementara bendera keempat menggambarkan spiral koru berwarna hitam-putih, atau pakis, yang merupakan simbol tradisional warga Maori mengenai hidup baru dan penciptaan.

Warga Selandia Baru akan memilih desain favorit mereka dari keempat desain ini dalam referendum yang akan digelar akhir tahun ini.

Dan pemenangnya nanti akan bersaing langsung dengan bendera kebangsaan Selandia Baru yang lama dalam referendum atau pemungutan suara kedua yang akan diselenggarakan Maret tahun depan.

Kepala proyek desain bendera kebangsaan ini, John Burrows mengatakan tujuan dari menemukan bendera kebangsaan baru ini sangat menggambarkan warga Selandia Baru yang sesungguhnya.

“Referendum ini bertujuan untuk merayakan Selandia Baru sebagai negara yang progresif, negara yang inklusif yang terhubung dengan lingkungannya, dan mewadahi keterkaitan rasa mengenai sejarah masa lalu dan juga visi mereka kedepan,” katanya.

“Selama lebih dari satu abad, daun pakis telah menjadi ikon dan simbol yang dapat langsung mengingatkan orang pada Selandia Baru. Selain itu daun pakis perak juga merupakan bagian yang kuat dari warisan leluhur orang Selandia Baru dan akan sangat bagus jika tertera pada bendera kebangsaan kita,”

Perdana Menteri, John Key, yang menginisiasi referendum bendera kebangsaan ini telah secara terang-terangan menununjukan dukungannya pada desain daun pakis perak.  John Key mengatakan daun pakis sudah dipastikan  merupakan symbol yang kuat bagi Selandia Baru, sebagaimana daun maple bagi warga Kanada.

“Kita adalah bangsa yang sangat bangga dan bersemangat dengan tanah kelahiran kita, tapi bendera kebangsaan kita saat ini tidak menunjukan kecintaan kita pada negara kita sendiri,” katanya.

Key juga mengungkapkan frustasinya pada bendera kebangsaan Selandia Baru saat ini yang masih terdapat lambang Union Jack diujung atas kiri dan 4 buah bintang berwarna merah yang mewakili Southern Cross dengan latar belakang biru gelap – yang sering membingungkan karena identik dengan bendera Australia.

Rerendum bendera kebangsaa ini menuai reaksi beragam di masyarakat ada yang setuju tapi tidak sedikit juga  warga Selandia Baru yang menentangnya.

vivanews.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + twelve =