Fast Break 21 Agustus 2014 jam 17.00
FastBreak , August 22, 2014, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Thomas Mueller Tolak Tawaran Menggiurkan dari MU

thomas

 

Pelatih Manchester United Louis van Gaal harus mencoret nama penyerang Bayern Muenchen Thomas Mueller dalam daftar pemain yang ingin didatangkannya ke Old Trafford musim ini. Pemain Timnas Jerman itu menolak mentah-mentah pinangan yang ditawarkan United. Kepastian tentang penolakan itu diungkapkan sendiri oleh pemain berusia 24 tahun itu. Padahal, tawaran yang Red Devils sangat menggiurkan.

“Tentu saja mereka memang mendekati saya, dan saya tahu betul bisa mendapat lebih banyak jika menerima tawaran itu,” ujar Mueller seperti dikutip Sky Sports.

Mueller menyebutkan, tawaran gaji yang diberikan klub yang mengincarnya bernilai sangat besar. Namun, hal itu tak menggoyahkan pendiriannya untuk tetap bertahan bersama Bayern.

“Mereka menawarkan gaji selangit. Tapi, Bayern adalah klub saya. Berganti klub bukan menjadi isu saya saat ini,” ujar Mueller.

Mueller yang tampil gemilang bersama Timnas Jerman di Piala Dunia Brasil menjadi incaran sejumlah klub Eropa. Akan tetapi, dia baru saja menandatangani kontrak baru dengan kubu Allianz Arena pada Juni lalu untuk lima tahun ke depan.

Seusai penandatanganan kontrak baru itu, Mueller mengatakan, kesediaannya memperbarui kontrak dengan Bayern lantaran yakin telah berada di tempat yang tepat.

“Saya merasa menjadi komponen penting dalam rencana klub ini,” ujarnya.

tribunnews.com

================================================================================

Google Street View Rambah 4 Kota di Indonesia

Google Indonesia hari ini, Kamis (21/8/2014), secara resmi menghadirkan layanan Google Street View di Indonesia.

Layanan pemetaan jalanan tersebut saat ini hadir di empat kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bogor, Surabaya, dan Denpasar.

Andrew McGlinchey selaku Product Manager SEA  Google APAC mengatakan, cakupan Street View mencapai 90 persen dari jalanan utama di empat kota tersebut.

Tak hanya jalanan di empat kota, Street View juga merekam obyek-obyek wisata eksotis, seperti persawahan di Ubud, Bali atau terumbu karang di Pulau Komodo.

Sementara Rudy Ramawy, Country Director Google Indonesia mengatakan, ke depannya Street View akan dikembangkan ke lebih banyak kota lagi di Indonesia.

“Selain empat kota tadi, kami juga akan terus mengekspansi layanan Street View di Indonesia, melihat penerimaan masyarakat,” ujar Rudy. “Seluruh Indonesia akan berusaha di-cover Google”

Untuk mendukung proyek tersebut, Rudi mengatakan jumlah mobil Google Street View akan akan ditambah sesuai keperluan dan waktu yg ditargetkan. Sayangnya, Rudy tidak mau merinci berapa jumlah mobil-mobil Google yang saat ini beroperasi di Indonesia.

Dalam setiap pengambilan gambar di tempat-tempat umum, Google mengklaim selalu mengikuti peraturan yang berlaku dan memiliki izin.

Kendala lalu-lintas di kota-kota di atas diakui Google menjadi hambatan terbesar. Sebab menurut Google, mobil Street view membutuhkan kecepatan yang konstan dalam merekam lingkungan sekeliling.

Google Street View memungkinan pengguna PC dan smartphone “berjalan-jalan” secara virtual di seputaran wilayah perkotaan dan tempat wisata. Bahkan, bila terekam Google, suasana depan rumah Anda pun bisa dilihat di Street View.

kompas.com

================================================================================

Kemendikbud Patenkan Karya Ilmiah Pemenang PIMNAS

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan menggelar ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-27 pada 25-29 Agustus 2014 di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah. Jumlah peserta sebanyak 440 tim Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) dengan 7.307 proposal yang dibiayai Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud.

Direktur Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Ditjen Dikti Kemdikbud, Agus Subekti mengatakan, kegiatan tersebut digelar setiap tahun sekali sebagai ajang unjuk kemampuan berinovasi para mahasiswa. Dia menyebutkan, jumlah proposal yang masuk tersebut merupakan hasil seleksi dari sebanyak total 44.754 usulan PKM.

“Nantinya hasil karya mereka akan dibukukan dan dimuat dalam e-journal. Posternya akan dibukukan, dan bagi yang bersedia hasilnya akan dipatenkan,” katanya melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (20/8/2014).

Agus mengatakan, tema PIMNAS tahun ini adalah “Berkreasi dan Berinovasi dalam Kebhinekaan”. Kegiatan ini, lanjut dia, tidak hanya ajang beradu hasil inovasi, tetapi merupakan media silaturahim antarmahasiswa seluruh Indonesia.

“Kami berusaha agar para mahasiswa dari Sabang sampai Merauke bisa ada perwakilan untuk datang ke acara ini,” ujarnya.

Agus menambahkan, proposal yang telah lolos seleksi sebelumnya mendapatkan hibah sebanyak Rp5 sampai 12,5 juta. Bidang-bidang yang didanai meliputi penelitian, kewirausahaan, pengabdian kepada masyarakat, penerapan teknologi, penulisan artikel ilmiah, gagasan tertulis, dan karsa cipta.

“Bidang-bidang itu diundang di PIMNAS, minus PKM artikel ilmiah karena akan dimuat di jurnal elektronik,” kata Agus.

Agus mengemukakan, sampai dengan tahun lalu baru ada sekitar 1.400 karya mahasiswa dan dosen yang berhasil didaftarkan patennya dan terlindungi karyanya. Dia menyebutkan, dari jumlah tersebut baru sekitar 150 yang sudah mendapatkan paten.

“Ada yang memerlukan waktu sampai 5 tahun sejak didaftarkan menjadi bentuk granted. Angkanya sangat kecil dibandingkan dengan jumlah karya yang dihasilkan oleh teman-teman dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi,” katanya.

Sementara itu, Rektor Universitas Diponegoro Sudharto mengatakan, suatu kehormatan bagi UNDIP  menjadi tuan rumah PIMNAS untuk kedua kalinya setelah pernah menjadi tuan rumah pada 1998 lalu.

“Kami siap untuk menjadi tuan rumah dari sekitar 3.500 delegasi baik para mahasiswa, pendamping, dewan juri, tamu-tamu dari perguruan tinggi di tanah air,” ucapnya.

Ketua Pelaksana PIMNAS Bambang Sulistyanto mengatakan, selain presentasi proposal PKM, pihaknya juga mengadakan kompetisi poster PKM non-seleksi dengan dana mandiri perguruan tinggi. “Kami mengundang 100 tim dari perguruan tinggi negeri maupun swasta, yang proposalnya dapat dana dari Dikti, tapi tidak lolos seleksi,” katanya.

Sekretaris Dewan Juri, Andang Subaharianto, mengatakan, aspek yang dinilai dalam PIMNAS adalah presentasi, diskusi, dan laporan akhir masing-masing kelompok.  Dia menyebutkan, jumlah dewan juri yang terlibat sebanyak 66 orang yang menilai di dalam kelas ditambah dua orang juri ketua dan sekretaris.

“Penjurian dilakukan secara daring. Dengan sistem penjurian seperti itu kami menjamin bahwa hasil  penjurian akan bersifat obyektif,” kata Andang.

Andang mengatakan, untuk sampai ke PIMNAS, para mahasiswa mengirimkan proposal dilanjutkan praseleksi, tes evaluasi, dan penilaian secara substansial.

“Untuk sampai ke PIMNAS butuh suatu proses yang panjang,” katanya.

kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five − 5 =