Fast Break 22 Agustus 2014 jam 14.00
FastBreak , August 22, 2014, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Windows 9 Debut 30 September?

windows

Microsoft diberitakan akan merilis sistem operasi Windows 9 pada September mendatang. Rencananya, Microsoft akan menggelar acara khusus untuk menjelaskan fitur-fitur dan perubahan apa saja di dalamnya di hadapan pengembang.

Sistem operasi baru yang dalam tahap pengembangannya diberi nama sandi “Threshold” itu, menurut sumber dalam Microsoft kepada The Verge, Kamis (21/8/2014) akan diperkenalkan kemungkinan besar pada 30 September.

Namun, Microsoft belum merilis versi finalnya di tanggal tersebut, alih-alih hanya memperkenalkan versi developer preview-nya saja yang hanya terbatas untuk para pengembang.

Beberapa fitur baru penting dan preview teknis tentang sistem operasi terbarunya akan dipresentasikan Microsoft kepada para pengembang dan antusias Windows 9.

Sebelumnya, situs ZDnet juga telah memberitakan bahwa Microsoft berencana merilis versi preview Windows 9 di akhir September atau awal Oktober.

Versi preview tersebut akan menjadi penampilan debut tombol Start Menu mini dalam Windows 9, berikut dihapusnya fitur Charm-bar dan beberapa perubahan tampilan lainnya.

Fitur asisten virtual Cortana yang saat ini masih tersedia dalam Windows Phone juga disebut sedang dipersiapkan Micrsofot dalam OS Windows 9. Namun, nampaknya fitur tersebut belum akan diperlihatkan pada September mendatang.

Selain itu, Microsoft saat ini juga sedang mempersiapkan versi kombinasi Windows RT dan Windows Phone yang rencananaya juga bakal diperkenalkan detilnya di acara yang sama.

kompas.com

================================================================================

Sri Sultan Tegaskan Pembangunan Hotel Harus Terkendali

Saat ini perkembangan pembangunan di Kota Yogyakarta berlangsung sangat cepat, banyak muncul bangunan-bangunan baru di wilayah Kota Yogyakarta. Termasuk di dalamnya pembangunan hotel-hotel baru.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menyebut bahwa pembangunan hotel harus terkendali dan tetap memperhatikan beberapa faktor penting yang ada.

“Pembangunan hotel harus terkendali, baik dari kecukupan parkir yang berkontribusi pada kepadatan lalu lintas, kelestarian air tanah maupun dampak sosialnya,” kata Sultan dalam sambutan di Syawalan yang digelar di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (21/8/2014).

Sultan menyebut bahwa dengan adanya hotel bisa mempengaruhi dan menjadi sebuah cermin dari peradaban kota dan masyarakatnya. Karena dengan adanya hotel bisa mengubah perilaku dari warga masyarakat.

Sultan juga sempat menyinggung bahwa pembangunan hotel juga harus memperhatikan kawasan yang ada. Karena di Kota Yogyakarta ada beberapa kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan heritage, seperti kawasan Kotagede

“Kotagede sebagai tujuan wisata, warga bisa memanfaatkan rumah-rumah yang ada sebagai penginapan, asal di wilayah Kotagede jangan ada hotel itu aja,” kata Sultan yang kemudian diikuti tepuk tangan dari peserta syawalan yang hadir.

Terkait dengan pengembangan kawasan, Sultan menyebutkan bahwa terkait dengan keistimewaan DIY, kawasan budaya atau heritage bisa terus dikembangkan agar bisa mendukung keistimewaan DIY. Seperti kawasan Keraton, Pakualaman dan kawasan-kawasan lain.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti menyebutkan bahwa terkait dengan pembangunan hotel, pihaknya telah melakukan pembatasan. Pembatasan tersebut dilakukan dengan menerapkan moratorium pembangunan hotel dan sudah diatur dalam Perwal Nomor 77 Tahun 2013 tentang pengendalian Pembangunan Hotel.

“Sekarang kan sudah tidak ada izin baru, yang dipersilahkan hotel lama yang akan merenovasi dan hotel yang permohonan izinnya masuk sebelum moratorium,” kata Haryadi.

Pengajuan izin pembangunan hotel yang masuk sebelum 2014, atau sebelum moratorium diberlakukan, tetap diproses izinnya. Tercatat ada 104 pengajuan izin hotel yang masuk ke Dinas Perizinan, dan lebih dari separuhnya sudah keluar izinnya.

tribunjogja.com

================================================================================

Tahun Ini Revitalisasi Malioboro Fokus Alun Alun Utara dan Parkir Ngabean

Proses revitaliasi kawasan Malioboro pada akhir tahun ini akan difokuskan di penataan Alun-alun Utara dan Parkir Ngabean. Lantaran dua tempat tersebut dirasa yang paling siap dan memungkinkan untuk bisa segera dikerjakan.

Sementara itu, untuk penataan di Malioboro sendiri saat ini masih dalam proses penyusunan Detail Engginering Desain atau DED. DED kembali disusun karena harus menggabungkan dan mempertimbangkan hasil pemenang sayembara Malioboro. Adapun DED tersebut harus selesai pada akhir tahun ini.

“Dengan sisa waktu yang ada, maka kami melihat mana yang memungkinkan bisa dilakukan dengan dana yang ada, untuk saat ini kami konsentrasi dengan Alun-alun dan Ngabean dulu,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Energi dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY, Rani Sjamjinarsi di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (21/8/2014).

Meskipun begitu, untuk proses di Malioboro tetap berjalan dan menurut Rani hal tersebut dilakukan secara parsial. Dan pada 2015 harus sudah dieksekusi pengerjaanya.

Untuk proses yang bisa berjalan adalah proses pemindahan kabel yang melintang di sepanjang jalan Malioboro. Karena hal tersebut tidak harus bersinggungan dengan masalah sosial yang ada.

“Part dari DED yang bisa dimulai maka akan dimulai. Seperti yang tidak harus bersinggungan dengan masyarakat, seperti pemindahan kabel ke bawah tanah, hal tersebut bisa dilakukan. Yang hasil sayembara alon-alon, tetapi 2015 kita gebrak, karena 2015 harus sudah dieksekusi,” jelas Rani.

Untuk dana, Rani menyebutkan ada sekitar Rp 8 miliar yang bisa digunakan untuk penataan fisik Malioboro. Jumlah tersebut berasal dari dana keistimewaan (Danais) yang dikelola oleh PUP ESDM yang jumlah totalnya sebesar Rp 114 miliar.

Dalam penataan Kawasan Malioboro, tidak hanya dilakukan oleh Pemda DIY, namun juga melibatkan peran Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta. Pemda DIY lebih ke masalah fisik dan pendanaan sedangkan Pemkot lebih ke masalah sosial.

Untuk proses komunikasi sosial yang dilakukan Pemkot saat ini praktis terhenti. Karena Pemkot masih menunggu hasil DED penyelarasan hasil pemenang sayembara Malioboro.

“Komunikasi sosial belum selesai karena masih menunggu sinkronisasi. Kita masih menunggu sinkronisasi yang dilakukan PUP ESDM DIY,” kata Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya.

tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − two =