Fast Break 22 September 2015 jam 14.00
FastBreak , September 22, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Costa Terancam Larangan Bermain di Tiga Laga

diego

Kalah di empat laga perdana Liga Primer Inggris musim ini, Chelsea akhirnya meraih kemenangan pertamanya. The Blues unggul 2-0 atas Arsenal, Sabtu (19/9).

Kemenangan Chelsea ini diwarnai insiden memalukan antara Diego Costa, Laurent Koschielny, dan Gabriel Paulista. Insiden tersebut berujung pada didepaknya Gabriel dari laga tersebut.

Federasi Sepak Bola Inggris (FA) memutuskan bertindak dengan menyalahkan Costa dan Paulista. Kedua pemain ini telah melanggar aturan, karena bermain dengan jauh dari yang sudah disepakati.

Costa masih diberi waktu untuk mengajukan banding. Terlepas dari itu, Costa terancam tidak dapat bertanding di tiga laga ajang Liga Primer Inggris.

Sebenarnya, bukan baru kali ini saja Costa terlibat adu fisik dengan pemain dari tim lawan. Pemain asal Brasil ini bahkan dikenal sebagai provokator ulung di lapangan hijau.

Sebelumnya, rekan satu timnya, Kurt Zouma juga menyebut Costa sebagai pemain yang gemar berbuat curang. Menurut Zouma, Costa akan senang jika pemain lawan yang berseteru dengannya akhirnya dikeluarkan dari pertandingan.

Terlepas dari semua perilaku Costa terhadap pemain-pemainlawan Chelsea di lapangan hijau, Zouma menilai, Costa sebagai sosok yang baik. “Kami (Pemain Chelsea) sangat bangga memilikinya di skuat.”

cnnindonesia.com

================================================================================

Sekolah Libur Idul Adha, Guru di Sleman Diminta Tetap Masuk

Adanya perbedaan perayaan Idul Adha, membuat Pemkab Sleman mengeluarkan kebijakan khusus.

Di antaranya tetap mewajibkan PNS untuk masuk dengan toleransi.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sleman, Arif Haryono mengatakan aturan tersebut juga diberlakukan bagi guru.

Setelah melaksanakan salat Id, guru diminta masuk ke sekolah. Meski demikian, jam pembelajaran pada Rabu (23/9/2015) ditiadakan dan siswa diliburkan.

“Meski siswa diliburkan, namun guru tetap masuk. Hal ini mengacu pada tugas pokok guru yakni merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, evaluasi pembelajaran, dan rencana tindak lanjut pembelajaran,” ungkapnya, Sennin (21/9/2015).

Selanjutnya, kepada sekolah dapat melakukan perencanaan untuk mengganti jam pelajaran saat siswa diliburkan sehari sebelum Idul Adha. Penggantiannya dapat dilakukan secara bertahap di hari lainnya.

“Sehari tujuh jam pelajaran, dapat digantikan dengan menambahkan satu jam pelajaran setiap harinya,” katanya.

tribunjogja.com

================================================================================

Bakal Ada Penjara Khusus Napi Narkoba di Pulau Terpencil?

Usai menduduki jabatan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso terus membuat gebrakan. Kali ini, dia mengusulkan agar penegak hukum melokalisasi kejahatan ini. Hal tersebut untuk mencegah terbentuknya jaringan baru.

Dia mengatakan ada aturan baru yang akan disusun. Aturan ini memberikan perlakuan berbeda kepada pengedar sekaligus mereka juga pengguna sebagai pidana. Ada wacana lembaga pemasyarakatan (lapas) untuk penyalah guna narkoba dipisahkan, sehingga tidak tercampur dengan pidana-pidana yang lain.

“Dalam waktu dekat ini akan diajukan uji coba, dari Menkumham sudah melaporkan kepada Bapak Presiden dan beliau sedang menelusuri dan mengevaluasi sebuah lapas di pulau yang khusus untuk penanganan korban atau pelaku narkoba,” kata pria yang akrab disapa Buwas ini ‎‎usai mengikuti rapat terbatas di kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin 21 September 2015.

Namun, dia tidak tahu kapan penjara khusus tersebut akan terealisasi. “‎Itu tergantung Menkumham ya, karena itu kewenangan dari beliau. Tapi saya lihat progres nya secepat nya ya, artinya Pak Presiden menaruh perhatian betul terhadap terealisasi masalah ini,” kata Buwas.

Untuk lokasi pulau penjara khusus itu, pemerintah dan BNN akan memilih pulau yang lokasinya cukup jauh dari permukiman. Bahkan, lanjut dia, pulau itu berada lebih jauh dari Pulau Nusakambangan. ‎

“Nusakambangan terlalu dekat daratan dan mudah dijangkau dengan kapal kecil dan masih bisa berhubungan dengan jaringan telepon. Yang kita harapkan ini benar-benar yang terpencil. Ini yang menentukan pemerintah. Ada beberapa yang sedang dikaji dan diajukan. Salah satunya di Pulau Papua,” ucap Buwas.

Pada kesempatan yang sama, Buwas juga meminta Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Badrodin Haiti, agar melakukan tindakan tegas kepada perwira Polri yang terlibat masalah narkotika dan obat-obatan (narkoba). Jika perlu, mereka dikenakan sanksi pemecatan bila kedapatan sebagai penyalah guna.

“Terhadap pelaku ini akan dilakukan pemecatan dan proses hukum tetap dilaksanakan,” ujar Buwas.

BNN juga akan berkoordinasi dengan seluruh komponen yang ada kaitannya dengan narkoba ini, termasuk pelibatan Kepolisian, TNI, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Sosial.‎

Dia menegaskan orang yang wajib direhabilitasi adalah korban atau pengguna. “Pengguna itu nantinya juga akan dipilah-pilah kembali. Pengguna yang baru nanti programnya beda, kemudian yang setahun dan seterusnya-seterusnya,” jelas Buwas.

liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five + 5 =