Fast Break 24 September 2015 jam 14.00
FastBreak , September 24, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

AS dan Korsel Diskusikan Ancaman Misil Korut

USA-and-KOREA

Pejabat senior Kementerian Pertahanan Amerika Serikat dan Korea Selatan bertemu di Seoul, Korsel, Rabu (23/9/2015), untuk merespons kemungkinan adanya peluncuran misil oleh Korea Utara.

“Pertemuan ini penting karena ancaman misil dan nuklir Korut semakin mengkhawatirkan,” ucap Wakil Menteri Pertahanan Korsel, Yoo Jeh-seung, seperti dilansir AFP.

Gedung Putih sudah mengingatkan Korut untuk menghentikan berbagai bentuk provokasi, atau bersiap menghadapi konsekuensi serius.

Belakangan, muncul spekulasi yang menyebut bahwa Korut mungkin akan meluncurkan sebuah roket satelit untuk merayakan hari ulang tahun ke-70 Partai Pekerja pada 10 Oktober.

Korut bersikukuh program peluncuran roket itu murni demi sains. Namun AS dan Korut mencurigai peluncuran itu pada kenyataannya adalah uji coba misil balistik yang melanggar resolusi PBB.

Meski belum ada tanda-tanda fisik Korut sedang mempersiapkan peluncuran roket, kepala agensi luar angkasa Pyongyang mengatakan dunia akan segera melihat “serangkaian satelit terbang ke udara.”

Satu hari setelah itu, kompleks persenjataan nuklir Korut beroperasi penuh, termasuk pabrik produksi plutonium.

metrotvnews.com

—————————————————————————————————————————————–

Presiden Vladimir Putin Resmikan Masjid Agung Moskow, Terbesar di Rusia

Presiden Vladimir Putin meresmikan Masjid Agung Moskow. Dalam sambutannya, Putin mengajak umat muslim ikut melawan ekstrimisme yang mana saat ini sekitar 2.400 pasukan Rusia berperang melawan ISIS.

Rusia saat ini memiliki sekitar 20 juta umat muslim. Selain memerangi ISIS, Rusia juga masih berseteru dengan kelompok Chechen yang mayoritas muslim.

Dalam meresmikan masjid yang berarsitektur dari batuan ringan itu, Putin meminta Rusia memberikan edukasi kepada para pemuda muslim untuk menjauh dari perbuatan ekstrimisme yang berdasarkan agama.

“Acara ini sangat penting, saat banyak pihak yang menggunakan agama sebagai dasarnya berpolitik,” kata Putin.

Masjid Agung Moskow itu disebut menghabiskan sekitar 170 juta dollar AS.

Pada kesempatan itu, Putin juga mengingatkan bahaya ISIS.

“Kami semua melihat apa yang terjadi di Timur Tengah saat ini, bagaimana ISIS mendiskreditkan agama yang sangat besar ini, membuat Islam dibenci, membunuhi orang, bahkan menghancurkan warisan budaya dunia,” papar Putin.

Tak hanya itu, Putin juga menekankan bahwa ideologi yang diterapkan oleh ISIS merupakan kebohongan dan semu. Putin khawatir dengan ISIS lantaran kelompok tersebut juga merekrut pemuda-pemuda Rusia.

Terkait pendanaan masjid, disebut berasal dari sumbangan Kazakhstan dan Turki. Presiden Turki Tayyip Erdogan juga hadir dalam peresmian itu.

Masjid agung itu dipercaya mampu menampung sekitar 10.000 orang, yang diklaim sebagai masjid terbesar di Rusia. Adapun lokasi bangunan berada di masjid yang pernah berdiri pada permulaan abad ke-20 oleh komunitas Tatar.

Terkait arsitekturnya, Masjid Agung Moskow ini memiliki kubah setinggi 46 meter dan menara 72 meter, pada bagian tengahnya memiliki kubah berlapis emas dengan bingkai ukiran ayat-ayat Al-Quran. Masjid dilengkapi tujuh lift, pendingin udara, dan fasilitas bagi penyandang cacat. Setelah direstorasi, masjid yang didirikan tahun 1904 dan direstorasi mulai tahun 2005 ini, kini memiliki luas 19.000 m2.

Di Rusia, Islam adalah agama kedua terbesar setelah Kristen Ortodoks. Jumlah umat muslim di negeri beruang merah ini mencapai 15 persen dari keseluruhan penduduknya.

kompas.com

—————————————————————————————————————————————–

45 WNI Dipulangkan dari Suriah

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus kembali memulangkan sebanyak 45 orang tenaga kerja wanita ke Indonesia.

Para TKW yang dipulangkan tersebut telah berhasil diperjuangkan dan diselesaikan segala permasalahan dan hak-haknya. Dengan keberangkatan sebanyak 45 orang TKW ini, berarti KBRI Damaskus sampai saat ini telah merepatriasi sebanyak 8.652 orang WNI dari Suriah sejak tahun 2011 lalu, baik via Lebanon, Jordan, maupun Turki.

Sementara di penampungan sementara KBRI Damaskus sampai saat ini masih terdapat sekitar 61 TKW lagi yang masih sedang diperjuangkan hak-haknya, dan masih terus berdatangan ke shelter KBRI Damaskus.

Pejabat KBRI Damaskus, Didi Wahyudi mengatakan bahwa misi utama KBRI Damaskus di Suriah adalah perlindungan dan repatriasi WNI. Sejak September 2011, terlebih lagi dengan kondisi keamanan di Suriah yang semakin memburuk, Pemerintah RI telah melakukan moratorium pengiriman tenaga kerja yang dilanjutkan dengan penghentian permanen dan melakukan repatriasi terhadap seluruh WNI di Suriah.

Pemerintah RI telah menetapkan bahwa TKW/PLRT yang masuk setelah masa moratorium sejak September 2011 ke Suriah merupakan korban dari perdagangan orang (Tindak Pidana Perdagangan Orang/TPPO).

“Kepada yang dipulangkan hari ini, hendaklah tidak kembali lagi ke Suriah yang sedang dilanda perang. Masih ribuan orang yang harus kami bantu di sini. Ironis rakyat Suriah mengungsi ke luar negeri, tapi TKW malah dikirim ke Suriah. Pemerintah RI juga sudah menghentikan pengiriman tenaga kerja ke sini,” ujar Didi Wahyudi kepada buruh migran, dalam keterangan tertulis KBRI Damaskus, yang diterima Metrotvnews.com, Rabu (23/9/2015).

Salah seorang pun mengapresiasi upaya pemulangan yang dilakukan oleh pihak KBRI.

“Alhamdulillah setelah penantian panjang di tengah kondisi yang tidak menentu di Suriah. Saya berhasil juga diperjuangkan hak oleh KBRI Damaskus dan bisa segera bertemu keluarga di Indonesia,” tutur Siti Aisyah.

Program repatriasi Suriah sudah memasuki tahun kelima tetapi masih menghadapi masalah rutin. Sehingga diperlukan penanganan yang lebih serius dan pembicaraan tingkat tinggi antara Indonesia dan Suriah.

Sementara itu, para repatrian gelombang ini sebagian besar berasal dari wilayah Jawa Barat (26 orang), Banten (7 orang), dan NTB (3 orang).
KBRI Damaskus mengharapkan dukungan Pemda pada isu human trafficking ini, karena daerah merupakan pintu pertama perdagangan manusia untuk dikirim ke negara konflik, seperti Suriah.

metrotvnews.com

—————————————————————————————————————————————–

Inggris Siap Kucurkan Kredit 1 Miliar Poundsterling ke RI

Pemerintah Inggris menyatakan telah menyiapkan kredit ekspor sebesar 1 miliar poundsterling kepada pemerintah Indonesia. Dana tersebut akan digunakan untuk proyek infrastruktur.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas Sofyan Djalil usai menemui Duta Besar Inggris Moazzam Malik di kantornya.

Sofyan menuturkan, kredit ekspor berbeda dengan pinjaman biasa atau utang konvensional. Dari segi persyaratan, kredit ekspor memberikan persyaratan yang lebih mudah. “Kredit ekspor dengan pinjaman lain lebih komersial tapi bisa menggunakan 80 persen untuk dalam negeri (komponen lokal). Tapi 20 persen komponen harus Inggris. Bunga biasanya lebih murah dari kredit komersial,” tutur Sofyan, Jakarta, Rabu (23/9/2015).

Sofyan menuturkan, pemerintah belum memastikan apakah akan mengambil pinjaman tersebut. Lantaran, untuk komitmen itu mesti melakukan pembicaraan lebih jauh. “Itu yang akan kita diskusikan lagi. Akan ada pertemuan dari tim mereka dengan kita, untuk 1 miliar poundsterling itu apa yang bisa kita pakai,” ujar Sofyan.

Meski begitu, dia menuturkan dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk pembiayaan proyek-proyek khususnya dengan mekanisme public private partnership (PPP). “PPP kita akan identifikasi. Ada sekitar 20 lebih PPP yang harus ada dana untuk pembiayaan perencanaan,” kata Sofyan.

Pihaknya mengatakan, di tengah kondisi perekonomian saat ini pemerintah membutuhkan dana besar untuk pembangunan. Kredit ekspor ini, lanjutnya bisa menjadi alternatif.

“Jadi kalau begitu misalnya bermanfaat dan dalam rangka mempercepat pembangunan infrastruktur kenapa tidak kita manfaatkan. Apalagi di tengah kondisi ekonomi yang saat ini dihadapi Indonesia sedang melemah,” ujar dia.

liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 5 =