Fast Break 24 September 2015 jam 17.00
FastBreak , September 24, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Nasdem Akan Kirim Surat Tolak Kenaikan Tunjangan ke Setjen DPR

DPPNasdem-640x480

Fraksi Partai Nasdem menolak kenaikan tunjangan bagi anggota DPR. Fraksi Nasdem akan menyurati Kesetjenan DPR agar tidak mencairkan kenaikan tunjangan tersebut untuk anggotanya.

“Kita akan minta agar kenaikan itu tidak dimasukkan dalam struktur tunjangan kami. Kami akan kirim surat kepada Kesetjenan DPR agar tidak memasukkan dana itu. Itu bagus, kita kembalikan saja. Nanti setelah Rakernas Nasdem selesai,” kata Wakil Ketua Fraksi Nasdem Irma Suryani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2015).

Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR ini mengatakan, sejak pembahasan oleh BURT dan Kesetjenan pada Februari-Maret 2015, Nasdem sudah menolak kenaikan tunjangan ini. Namun, Nasdem kalah suara sehingga akhirnya kenaikan ini diusulkan dan disetujui oleh pemerintah melalui surat keputusan (SK) Menteri Keuangan.

Irma menambahkan, penolakan fraksinya juga didukung Ketua‎ Umum Nasdem Surya Paloh. Ketua umum menginstruksikan langsung agar Nasdem tidak mengambil kenaikan tunjangan itu.

“Kita minta dananya saja di setop, Kesetjenan DPR tidak perlu menambahkan. Jadi tidak akan ditransfer. Kalau itu tidak dipakai, dananya akan kembali ke pemerintah. Kesetjenan yang penting tidak mengeluarkan,” kata dia.

Anggota Komisi XI DPR ini mengimbau sesama anggota dewan yang sudah menolak agar konsisten dengan sikapnya. “Jangan di publik menolak, tapi tidak kembalikan. Ini harus dikawal pengembaliannya‎,” tandas Irma.

liputan6.com

—————————————————————————————————————————————–

CEO Volkswagen Mengundurkan Diri di Tengah Skandal Emisi

Chief executive officer (CEO) Volkswagen (VW) Martin Winterkorn menyatakan pengunduran dirinya di tengah skandal emisi di Amerika Serikat. Pengunduran diri Winterkorn dilakukan pada Rabu (23/9/2015).

“Saya sangat terkejut dengan kejadian beberapa waktu lalu. Di atas segalanya, saya heran kenapa persoalan itu bisa terjadi di perusahaan Volkswagen ini,” kata Winterkorn dalam pernyataannya.

“Volkswagen butuh awal yang baik, termasuk dalam persoalan karyawannya. Karena itu, saya memberikan jalan bagi jalan itu dengan pengunduran diri ini,” lanjut Winterkorn.

Dilanjutkan Winterkorn, tindakannya tersebut merupakan bentuk pertanggungjawabannya terhadap apa yang terjadi di Volkswagen.

“Saya lakukan ini untuk kepentingan perusahaan, meski saya tidak tahu apa yang saya lakukan dalam kejadian itu,” kata Winterkorn.

Winterkorn menjabat sebagai CEO VW selama delapan tahun. Perusahaan otomotif asal Jerman ini juga memiliki perusahaan otomotif lainnya, yakni Audi dan Porsche, dan diprediksikan akan merebut tahta Toyota sebagai perusahaan otomotif terbesar dalam tiga tahun.

Posisi Winterkorn menjadi sorotan sejak skandal emisi yang dilakukan oleh VW menyeruak pada Jumat pekan lalu. Ketika itu regulator di AS mengatakan VW “mengakali” emisi dari sekitar 500 ribu kendaraannya agar emisinya lebih rendah dari gas berbahaya ketika melakukan tes resmi di jalan

Terlebih, pada Selasa kemarin, VW mengungkapkan adanya temuan perbedaan yang signifikan dalam emisi 11 juta kendaraan diesel di seluruh dunia.

kompas.com

—————————————————————————————————————————————–

Burung Kakatua Papua Disita di Gunungkidul

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta telah menyita sekitar 30 satwa dilindungi dari tangan masyarakat sepanjang tahun ini. Satwa itu mulai dari kuskus dan beragam burung yang dilindungi.

Aksi terbaru adalah aksi penyitaan tiga ekor kakatua jambul kuning dari Papua di Gunungkidul dan Sleman pada 21 Sepember lalu. “Informasinya kakatua itu diperoleh dari Papua,” kata Koordinator Polisi Kehutanan dari BKSDA Sulistyo Widodo di Yogyakarta, Rabu (23/9/2015).

Selain itu, dia menambahkan, pihaknya juga menyita burung nuri merah kepala hitam dan empat ekor kancil dari warga di Sleman. Sebelumnya juga beberapa satwa seperti dua ekor burung jalak putih dan dua ekor kucing hutan di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasthy).

Warga yang memelihara hewan tersebut umumnya mengaku tidak mengaku jika hewan tersebut dilindungi. Sementara hewan yang disita di pasar disebut hasil dari penangkaran. Namun penjual tak bisa menunjukkan surat sertifikasinya.

Hewan-hewan itu kini dititipkan di Kebun Binatang Gembira Loka dan penampungan satwa yang ada di wilayah hutan Bunder, Playen, Gunungkidul.

liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − nine =