Fast Break 25 Agustus 2014 jam 10.00
FastBreak , August 25, 2014, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Paspampres, Pengamanan Hingga Tes Makanan Presiden

paspampres

Kepala Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia, Mayor Jenderal Fuad Basya, menyatakan Pasukan Pengamanan Presiden Grup A secara lengkap akan resmi mengawal presiden terpilih, Joko Widodo, mulai 20 Oktober 2014. Sejak tanggal tersebut, Paspampres akan membantu kegiatan kepresidenan dan kegiatan pribadi presiden.

“Termasuk mengetes makanan yang dikirim orang luar, tim intelijen, tim kesehatan, sampai administrasi presiden saat makan di restoran luar,” kata Fuad saat dihubungi, Ahad, 24 Agustus 2014.

Namun, Fuad enggan mengatakan berapa jumlah keseluruhan personel Group A Paspampres yang disiapkan untuk Jokowi, panggilan akrab Joko Widodo. Alasannya, rahasia keamanan negara. “Jumlah personel yang akan diturunkan untuk pengamanan tergantung kebutuhan presiden,” katanya. 

Menurut Fuad, Jokowi meminta jumlah personel pengamanan dikurangi saat melakukan kegiatan-kegiatan tertentu. “Khususnya pada saat blusukan,” ujarnya. Meski begitu, kata dia, tetap ada tiga ring pengamanan saat Jokowi blusukan.

Saat ini, Paspampres yang diturunkan hanya berupa satuan tugas. Meski begitu, standar pengamanannya sama dengan Grup A Paspampres. Menurut Fuad, jumlah personel satgas yang dikerahkan sebanyak 100 orang. “Tapi jumlah personel yang diturunkan tergantung permintaan Pak Pak Jokowi,” ujar Fuad. Kendaraan pengamanan, kata dia, juga hanya dikerahkan sebanyak tujuh mobil.

Jumat lalu, Jokowi bertemu tiga petinggi Paspampres di rumah dinasnya, di Jalan Taman Suropati, Jakarta Pusat. Pertemuan tersebut membahas mekanisme pengawalan setelah dirinya resmi ditetapkan sebagai presiden terpilih konstitusi. “Pak Jokowi tak ingin kehilangan kebiasannya, blusukan,” kata Wakil Ketua Tim Transisi, Andi Widjajanto, usai pertemuan.

Menurut Andi, Jokowi juga meminta iring-iringan dikurangi. Misalnya, iringan mobil pengawalan yang bisa sampai belasan dikurangi menjadi sepuluh atau tujuh mobil.

tempo.co

================================================================================

Di Maria Terima Gaji Rp 123 Miliar Per Tahun di MU

Gelandang Real Madrid, Angel Di Maria, dikabarkan Marca bakal menerima gaji sebesar 8 juta euro atau sekitar Rp 123 miliar pertahun jika memutuskan bergabung bersama Manchester United (MU).

Di Maria diberitakan beberapa media Inggris bakal segera terbang ke Manchester untuk menyelesaikan proses transfernya ke MU. Pengumuman resmi kesepakatan kedua belah klub tersebut ditengarai bakal dirilis dalam beberapa hari ke depan.

Nilai transfer Di Maria ke MU sendiri diperkirakan mencapai 75 juta euro atau sekitar Rp 1,1 triliun. Di Maria disebut bakal mengenakan nomor keramat di Old Trafford, yaitu nomor punggung tujuh.

Di Maria didatangkan Madrid dari Benfica pada Juli 2010 dan masih memiliki kontrak hingga Juni 2018. Ancelotti pun sudah mengonfirmasi bahwa Di Maria bakal meninggalkan Santiago Bernabeu setelah menolak tawaran kontrak baru dan mengajukan permintaan dijual sejak beberapa bulan lalu.

Paris Saint-Germain sebelumnya juga sempat disebut-sebut bakal menjadi klub baru Di Maria. Namun, belakangan mereka memutuskan berhenti mengejar gelandang tim nasional Argentina tersebut.

Keputusan itu diduga tak lepas dari sanksi pembatasan pengeluaran untuk transfer pemain, yang dijatuhkan UEFA karena PSG membelanjakan uang lebih banyak dari dari yang mereka hasilkan (Financial Fair Play).

kompas.com

================================================================================

88 Relawan Jokowi Masuk Tim Transisi

Sebanyak 88 relawan presiden terpilih Joko “Jokowi” Widodo akan terlibat dalam proses pembahasan opsi program kerja presiden dan wakil presiden terpilih Jokowi-Jusuf Kalla. Mereka dibagi ke dalam 16 kelompok kerja yang terdapat di dalam Tim Transisi itu.

Demikian disampaikan Deputi Tim Transisi Andi Widjajanto kepada para wartawan di Jakarta, Minggu (24/8/2014).

“Minggu depan, hari Rabu, mereka akan dilibatkan. Itu adalah pertemuan besarnya,” kata Andi.

Para relawan itu, kata Andi, berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi, seperti mahasiswa hingga purnawirawan jenderal bintang tiga TNI. Para relawan tersebut bekerja sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.

Andi mencontohkan, relawan yang berlatar belakang mahasiswa, misalnya, menjadi tim pendukung pencari data. Sementara itu, purnawirawan jenderal bintang tiga akan memberikan gagasan mengenai tol laut dan pembangunan maritime.

“Ada juga yang gelarnya PhD atau Doktor yang melakukan kajian sehingga siap untuk memberikan kontribusi berupa naskah dari kajian bertahun-tahun,” ujarnya.

Andi mengatakan, Tim Transisi akan menggelar pertemuan besar untuk mengumpulkan seluruh relawan yang ada.

kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 − five =