Fast Break 25 September 2015 jam 14.00
FastBreak , September 25, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Manchester United Alami Krisis Pemain Kidal

fb siang

Manajer Manchester United, Louis van Gaal, menyatakan bahwa timnya mengalami krisis pemain kidal di lini belakang. Satu-satunya opsi yang tersisa hanyalah Daley Blind.

Manchester United harus kehilangan Luke Shaw, Marcos Rojo, dan Paddy McNair karena cedera. Ketiganya absen saat melawan Ipwich Town pada babak ketiga Piala Liga di Stadion Old Trafford, Rabu (23/9/2015).

“Para pemain berkaki kiri seperti Shaw dan Rojo mengalami cedera. Hal ini menjadi masalah buat saya,” kata Van Gaal.

Pada pertandingan tersebut, Van Gaal terpaksa menurunkan Ashley Young di sisi kiri pertahanan. Daley Blind sebenarnya lebih fasih beroperasi sebagai bek kiri. Namun, Van Gaal membutuhkan pemain kidal untuk menempati pos bek tengah.

“Saya bisa mengubah posisi semua pemain, kecuali pemain berkaki kiri. Jadi, Daley Blind tampil setiap menit musim ini,” lanjut Van Gaal.

Blind menjadi pemain yang selalu tampil penuh pada semua pertandingan musim 2015-2016. Hampir dipastikan, dia kembali bermain 90 menit saat melawan Sunderland pada lanjutan Premier League di Stadion Old Trafford, Sabtu (26/9/2015). Sebab, Rojo sebagai opsi bek tengah berkaki kidal, masih menjalani pemulihan cedera ototnya.

kompas.com

—————————————————————————————————————————————–

BNPB: Kebakaran Hutan di Gunung Belum Berhasil Dipadamkan

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan beberapa kebakaran hutan di gunung masih belum dapat dipadamkan sepenuhnya dalam empat hari terakhir.

“Pemadaman sulit dilakukan karena medannya berat dan tidak ada air,” ucap Sutopo melalui keterangan tertulis yang diterima CNN Indonesia, Kamis (24/9).

Sutopo merincikan lima kebakaran hutan yang masih belum dapat dipadamkan. Pertama adalah kebakaran hutan di Taman Nasional Gunung Merapi. Hutan seluas 39 hektare di Dusun Gunung Pasir, Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah kembali terbakar pada Rabu (23/9) pukul 18.30 WIB.

Ia mengungkapkan sebanyak 275 personel gabungan dikerahkan memadamkan api. Mereka dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPD), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian, Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), relawan dan masyarakat.
“Namun belum dapat dipadamkan. Medannya berat dan api masih mengarah ke utara puncak Gunung Merapi,” tuturnya.

Sutopo mengatakan hutan TNGM telah beberapa kali terbakar. Menurutnya, api cepat meluas karena hutan yang kering, semak belukar dan alang-alang.

Titik kedua adalah hutan lindung di Gunung Lokon, Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Kebakaran terjadi kemarin pada pukul 16.45 WITA. Sutopo menuturkan api belum bahkan sulit untuk dipadamkan meski tim gabungan telah diturunkan. Sutopo menyebutkan saat ini api terus meluas ke puncak gunung.

Titik kebakaran ketiga adalah hutan dan lahan seluas 237 hektare di Gunung Sindoro, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Sutopo mengungkapkan kebakaran terjadi sejak Selasa (22/9) malam. Hingga saat ini, ujar Sutopo, masih dilakukan pemadaman dan pendinginan.

Sutopo menyebutkan kebakaran lahan seluas 210 hektare di Resor Pemangku Hutan Sigedang juga belum dapat dipadamkan. Kebakaran terjadi di Petak 16e, 16i, dan 18c. Sedangkan kebakaran di petak 19i dan 21 seluas 67 hektare Resor Pemangku Hutan Anggrunggondok juga belum dapat dipadamkan.

Titik kebakaran kelima berada di kawasan Perhutani seluas 25 hektare di Gunung Wilis, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kebakaran terjadi pada Senin (21/9) malam. Sutopo mengungkapkan 50 personel gabungan telah dikerahkan dan membuat sekat batas. Sedangkan hutan di lereng Gunung Arjuna di Blok Sumber Kuning, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur turut terbakar pada keesokan harinya pada pukul 08.00 WIB. “34 personel dari dua tim dikerahkan memadamkan api,” tuturnya.

cnnindonesia.com

—————————————————————————————————————————————–

Menteri Pertanian Ingin Bangun Toko Tani

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan solusi untuk menyelesaikan hasil panen yang melimpah termasuk tomat dimana harganya sempat jatuh.

Menurut Amran, solusi yang ditawarkan pihaknya untuk mengatasi melimpahnya panen bernama toko tani. Menurutnya, toko tani tersebut mampu memangkas rantai pasokan pangan.

“Ada solusi permanen, kita membuat toko tani Indonesia. Ini bisa memangkas supply chain, rantai pasokan pangan,” kata Amran di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2015).

Amran menuturkan, pemerintah menargetkan membangun 1.000 toko tani di Indonesia yang tersebar di berbagai kawasan.

Menurutnya, saat ini baru ada sekitar 40 toko tani yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

“Nanti 1.000 toko diantaranya di kota-kota besar seperti Surabaya, Bandung, Jabodetabek, Makassar dan Medan. Kita harus selalu memperhatikan petani,” tandasnya.

tribunjogja.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 2 =