Fast Break 25 September 2015 jam 17.00
FastBreak , September 25, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Belgia Tuntut Facebook Rp4 Miliar per Hari

A smartphone user shows the Facebook application on his phone in the central Bosnian town of Zenica, in this photo illustration, May 2, 2013.  Facebook Inc's mobile advertising revenue growth gained momentum in the first three months of the year as the social network sold more ads to users on smartphones and tablets, partially offsetting higher spending which weighed on profits. REUTERS/Dado Ruvic (BOSNIA AND HERZEGOVINA - Tags: SOCIETY SCIENCE TECHNOLOGY BUSINESS)

Komisi Privasi Belgia (Belgian Privacy Commission /BPC) menuding Facebook melakukan aksi mata-mata ke para penggunanya di eropa, raksasa jejaring sosial ini pun digugat. Tak tanggung-tanggung, perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg ini dituntut denda Rp4 miliar per hari.

Raksasa jejaring sosial itu telah digugat oleh BPC selaku badan pemerintah Belgia hari Senin (21/9) karena dianggap telah melanggar hukum privasi, salah satunya memantau informasi non-pengguna dan para pengguna yang telah log-out dari Facebook demi kepentingan iklan.

International Business Times memberitakan, BPC mengancam Facebook dengan denda harian sebesar 250 ribu euro atau setara Rp4 miliar jika Facebook gagal memenuhi aturan pemerintah setempat. Aksi Facebook ini dinilai sama persis seperti National Security Agency (NSA), badan intelejen Amerika Serikat.

“Kita semua tahu NSA memata-matai semua orang di dunia ini, masyarakat pun murka. Facebook pun melakukan hal yang sama,” ujar perwakilan BPC, Frederic Debussere.

Pada Maret lalu, BPC dalam sebuah laporan juga sempat mengatakan Facebook membajak data para penggunanya melalui tombol cookies, like, dan share. Mereka mengklaim bahwa aksi itu sangat memungkinkan cookies memasang data secara otomatis di dalam komputer tiap kali si pengguna mengunjungi sebuah laman.

Menurut hukum Uni Eropa, izin dari si pengguna seharusnya bisa diproses terlebih dahulu sebelum memasang cookies secara otomatis seperti itu.

Facebook pun dilaporkan telah menyatakan bahwa laporan BPC tersebut tidak benar dan mengaku cara kerjanya sudah sesuai dengan ketentuan hukum Uni Eropa yang berlaku.

“Kami akan menunjukan pengadilan bagaimana teknologi ini melindungi masyarakat dari spam, malware, dan serangan lainnya. Cara kerja kami sudah konsisten terhadap hukum Uni Eropa dan tentunya dengan situs-situs populer asal Belgia,” ujar juru bicara Facebook, mengutip The Guardian.

cnnindonesia.com

—————————————————————————————————————————————–

Utang Pemerintah RI Tembus Rp 3.000 Triliun

Hingga Agustus 2015, total utang pemerintah pusat tercatat Rp 3.005,51 triliun. Angka ini naik Rp 94,1 triliun dibandingkan posisi bulan sebelumnya, yaitu Rp 2.911,41 triliun.

Sebagian besar utang pemerintah adalah dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN). Sampai Agustus 2015, nilai penerbitan SBN mencapai Rp 2.276,1 triliun, naik dari bulan sebelumnya Rp 2.217,18 triliun. Sementara itu, pinjaman (baik bilateral maupun multilateral) tercatat Rp 729,42 triliun, naik dari bulan sebelumnya Rp 694,23 triliun.

Demikian dikutip detikFinance, dari data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Jumat (25/9/2015).

Dibandingkan Desember 2014, posisi utang dari SBN mengalami kenaikan. Pada Desember, posisi utang SBN adalah Rp 1.931,22 triliun.

Utang berupa pinjaman juga ikut naik dibandingkan Desember 2014. Pada Desember, nilai pinjaman adalah Rp 673,71 triliun.

detik.com

—————————————————————————————————————————————–

Kompetisi Surfing di Pulau Merah Banyuwangi Diikuti 20 Negara

Peselancar dari 20 negara kembali mengikuti International Surfing Competition, di Pantai Pulau Merah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, 25-27 September 2015. Mereka antara lain berasal Venezuela, Swiss, Jerman, Amerika Serikat, Korea, Hungaria, Perancis, Thailand, dan Indonesia.

Puluhan peselancar ini akan akan beradu dalam 7 kategori lomba. Lomba ini merupakan tahun keempat gelaran International Surfing Competition yang rutin digelar di Pantai Pulau Merah yang memiliki bibir pantai sekitar 400 meter.

Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi, Wawan Yadmadi kepada KompasTravel, Rabu (23/9/2015), menjelaskan kompetisi ini untuk menjadikan Pulau Merah sebagai surfer point yang layak untuk ditampilkan di kancah nasional maupun internasional.

“Pulau Merah punya tipe ombak seperti Pantai Kuta, tapi sedikit lebih besar. Di bawah gelombangnya pun adalah pasir, bukan karang seperti di G-Land, sehingga relatif lebih aman. Namun tak kalah menantang untuk dijajal para peselancar. Karena itu, Pulau Merah mulai dikenal sebagai surfer point yang layak,” ujar Wawan.

Selain Pulau merah, Banyuwangi juga memiliki pantai Plengkung yang lebih dulu dikenal sebagai lokasi surfing. Plengkung, yang lebih dikenal dengan G-Land mempunyai karakteristik ombak yang lebih tinggi dibanding Pulau Merah.

“Kalau G-Land lebih pas untuk para peselancar profesional, karena ombak Kingkong-nya yang menantang. Sementara Pulau Merah, dengan ombaknya yang lebih landai diperuntukkan bagi surf school,” jelas Wawan.

Rencananya agenda yang masuk dalam Banyuwangi Festival 2015 akan dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi

kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen + five =