Fast Break 28 September 2015 jam 10.00
FastBreak , September 28, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Korban Meninggal Jemaah Haji Indonesia di Tragedi Mina Menjadi 41 Orang

fb pagi (1)

Korban tragedi Mina 204 dari Indonesia bertambah menjadi 41 orang.  Selain itu jemaah yang masih dirawat di rumah sakit bertambah dari sebelumnya 6 orang menjadi 10 orang.

“Jumlah jemaah yang meninggal dunia bertambah 7 orang. Sekarang menjadi 41 orang,” kata Kepala Daker Makkah, Arsyad Hidayat, di Makkah, Senin (28/9/2015).

Jumlah ini bertambah dari sebelumnya yang hanya 34 orang. Selain itu masih ada 10 orang yang dirawat di rumah sakit.

“Jemaah yang dirawat ada 6 orang dan saat ini ada (bertambah) 4 orang, jadi  total ada 10 orang,” sambungnya.

Sementara itu, jumlah jemaah yang belum kembali sudah berkurang. Sebelumnya ada sekitar 90 orang kini menjadi 82 orang.

Korban tragedi Mina 204 dari Indonesia bertambah menjadi 41 orang.  Selain itu jemaah yang masih dirawat di rumah sakit bertambah dari sebelumnya 6 orang menjadi 10 orang.

detik.com

—————————————————————————————————————————————–

UGM Telah Temukan Pelaku Penyebar SMS ‘Jual Beli Sperma’

Beberapa waktu lalu, masyarakat sempat dihebohkan dengan pesan yang tersebar melalui pesan singkat, yang menyebut bahwa Fakultas Kedokteran (FK) UGM bersedia membayar Rp 50 ribu, bagi siapapun yang mau menyumbangkan spermanya.

Kini, UGM telah mengetahui pelaku yang menyebarkan pesan itu.

Kepala Bidang (Kabid) Humas UGM, Wijayanti, mengatakan setelah pihaknya mengumumkan bahwa akan ada investigasi untuk mencari pelaku yang menyebarkan pesan itu, UGM kemudian menelusur alur pesan.

Hingga akhirnya, pihaknya menemukan pelaku tersebut.

“Pelaku sudah datang ke Fakultas Kedokteran untuk mengakui perbuatannya. Pelaku bukan orang UGM,” kata Wiwit, sapaan akrabnya, kemarin.

Dia menjelaskan bahwa pada pekan lalu, pelaku juga meminta maaf telah mencemarkan nama institusi yakni UGM dan salah seorang Asisten Dosen Patologi Klinis FK UGM, Ajib, yang namanya dicantumkan menjadi contact person dalam pesan tersebut.

Meski begitu, pelaku mengaku hanya iseng dalam menyebarkan pesan itu.

“Pelaku mengaku iseng saja, tanpa motif apapun. Bersama ini pula UGM menegaskan, dalam kasus ini, saudara Ajib adalah korban,” imbuh Wiwit.

Lebih jauh dia mengatakan, persoalan ini diselesaikan dengan jalur kekeluargaan.

Karena demikian, pihaknya enggan untuk membuka identitas pelaku penyebar pesan tak senonoh itu.

“Kami sepakat tidak membuka identitas karena diselesaikan dengan kekeluargaan,” jelasnya.

tribunjogja.com

—————————————————————————————————————————————–

Indonesia Raih 4 Gelar di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Veteran

Para pebulu tangkis veteran Indonesia membawa pulang empat gelar dari ajang BWF World Senior Championships 2015 (Kejuraan Dunia Bulu Tangkis Veteran) yang berlangsung di Helsinborg, Swedia, 20-26 September 2015. Keempat gelar itu masing-masing disumbang Tony Gunawan/Flandy Limpele dari kategori ganda putra +35, Hariyanto Arbi/Tri Kusharjanto (ganda putra +40), Hastomo Arbi (tunggal putra +55), dan Uun Setiawan Santoso/Simbarsono Sutanto (ganda putra +55).

Sedangkan medali perak diraih Karyanto Tan/Suganyanto Hadi Wahono (ganda putra +50). Sementara perungu dipersembahkan Tri Cahyo/Eddy Hartono (ganda putra +45) dan pasangan gado-gado, Dharma Gunawi/Jurgen Koch (INA/DEN, ganda putra +40).

“Hasil ini sangat membanggakan, melebihi hasil sebelumnya di BWF World Senior Championships 2013 di Turki, dimana Indonesia mendapat dua medali emas. Padahal beberapa pemain veteran kita kondisinya sedang tidak bagus, seperti Eddy Hartono,” tutur Kasubid Hubungan Internasional PBSI Bambang Roedyanto.

“Prestasi ini membuktikan bahwa pemain veteran Indonesia masih bisa unjuk gigi di kancah internasional. Mereka amat termotivasi untuk mengharumkan nama negara dan masih ingin menunjukkan ke pemain-pemain muda bahwa yang tua-tua masih bisa berprestasi, dengan harapan ini bakal memompa semangat yang muda,” ucap Rudy.

Para pemain veteran ini mengaku tidak punya persiapan khusus jelang turnamen. Ide mengikuti kejuaraan pun diprakarsai oleh Effendy Widjaja dari klub Musica Champion Kudus. Latihan bersama selama sepekanmenjadi modal pemain. Bahkan, Tony/Flandy tidak latihan bersama dan langsung bertanding.

Uniknya, turnamen ini tidak hanya menjadi ajang berburu gelar, namun juga momen silaturahmi sekaligus reuni mantan-mantan pemain yang dulunya merajai panggung bulu tangkis dunia. Mereka berkumpul bersama dan mengenang masa-masa kejayaan dan saling bercerita pengalaman bertanding kala menjadi musuh di lapangan.

liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × one =