Fast Break 29 September 2015 jam 14.00
FastBreak , September 29, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Nelayan di Seluruh Indonesia Segera Disertifikasi

siang

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan seluruh nelayan, pembudidaya, maupun pengolah ikan di seluruh Indonesia untuk mendapatkan sertifikasi. Sertifikasi sangat penting karena memberikan manfaat yang luar biasa untuk kehidupan perekonomian para nelayan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Sjarief Widjaja menjelaskan, pemberian sertifikasi itu nantinya akan dilakukan lembaga sertifikasi profesi di bawah KKP sebagai pembina.

“Kita ingin mengangkat profesi nelayan menjadi suatu profesi tenaga kerja yang diakui secara nasional dan internasional. Karena itu, sertifikasi menjadi penting,” kata Sjarief, usai menghadiri Rapat Kerja Teknis Badan Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMP KP), di Hotel Best Westren Bogor Icon, Senin (28/9/2015).

Sjarief menambahkan, KKP saat ini tengah fokus memberikan pendidikan khusus untuk meningkatkan profesi nelayan di Indonesia. Bahkan dalam setahun ini, BPSDMKP KP telah memberikan beasiswa kepada hampir 7.000 anak-anak nelayan di Indonesia.

“Jadi, suatu saat nanti anak-anak para nelayan itu bisa melanjutkan profesi orang tuanya. Program ini sudah berjalan,” katanya.

Sementara itu, Plt Badan Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMP KP) Andha Fauzie Miraza menuturkan, nantinya BPSDMP KP lebih fokus dan berkonsentrasi kepada penguatan kapasitas masyarakat. Sehingga, inventasi apapun yang dilakukan pemerintah mampu diputar dan digerakkan masyarakat menjadi kegiatan ekonomi.

“Dalam dua tahun ini, anggaran Badan SDM meningkat sampai 300 persen. Itu akan kita orientasikan kepada masyarakat, sehingga akan dilakukan pembinaan dan pelatihan,” tutur Andha.

Andha berharap, penyelenggaran rekrnis ini dapat mendorong percepatan pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran, sehingga dapat memberikan dampak positif, khususnya bagi pelaku usaha kelautan dan perikanan.

“Tantangan pembangunan SDM dan pemberdayaan masyarakat kelautan dan perikanan kedepan dapat diselaraskan dengan membangun sinergi dan harmonisasi antara pusat, UPT, masyarakat, swasta, pemerintah daerah, dan stake holder terkait,” pungkasnya.

kompas.com

================================================================================

2019, Pasukan Perdamaian RI di PBB Jadi 4.000

Pasukan perdamaian Indonesia yang bergabung di PBB pada empat  tahun lagi akan ditingkatkan jumlahnya menjadi 4.000 orang prajurit TNI dan Polri. Kenaikan jumlah pasukan perdamaian tersebut, selain karena untuk mengantisipasi situasi dunia yang kerap berkecamuk, juga karena tuntutan dari negara-negara akan kebutuhan dan pentingnya pasukan perdamaian.

Hal itu dikemukakan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat berpidato di hadapan para pemimpin dunia di Peacekeeping Summit di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Senin (28/9) sore waktu setempat.

“Sekarang ini, jumlah pasukan perdamaian Indonesia baru berjumlah 2.730 orang prajurit TNI dan Polri. Mereka bertugas dalam misi perdamaian PBB di 9 wilayan konflik,” ujar Wapres Kalla tanpa merinci tempat penugasan pasukan perdamaian RI.

Saat menyampaikan pidato, Wapres Kalla didampingi Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Perwakilan Tetap RI di PBB Desra Percaya dan pejabat lainnya.

“Tetapi yang penting sekarang sebenarnya bukan jumlah pasukan perdamaian yang diperbesar, bagaimana kita mencegah terjadinya konflik-konflik di negara maupun antarnegara di dunia. Kita semua harus bekerja keras mencegah terjadinya konflik tersebut dengan memberikan rasa keadilan sosial, ekonomi dan pembangunan yang lebih baik, dan partisipasi dalam politik dan tata kelola yang baik,” ujar Wapres Kalla.

kompas.com

================================================================================

Disbud DIY Gelar Travel Heritage Ke Cirebon

Dinas Kebudayaan DIY akan menyelenggarakan lawatan Travel Heritage 2015 di Cirebon, dari tanggal 30 September sampai dengan 2 Oktober 2015.

Kegiatan yang dinamakan Travel Heritage dengan melawat di beberapa daerah potensi budaya di Indonesia.

Staf Seksi Purbakala, Rully Andriani, mengatakan, Tim misi pelestarian Travel Heritage 2015 yang berjumlah 23 anggota, akan mengeksplorasi warisan budaya yang ada di Cirebon,

Beberapa tempat yang akan dijelajahi seperti Kraton Kasepuhan Cirebon, Kraton Kanoman, Kacirebonan dan Keprabon dan beberapa spot budaya di Kota Cirebon.

“Potensi warisan budaya dan cagar budaya yang sangat beragam, salah satu potensi tersebut adalah peninggalan Kraton Cirebon yang sampai saat ini masih terjaga kelestariannya,” ujar Rully, Senin (28/9/2015).

Rully menuturkan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempromosikan upaya pelestarian cagar budaya di Indoensia, melalui kemitraan Mitra Praja Utama dan wilayah Kabupaten/Kota di 10 provinsi angota Mitra Praja Utama.

Ia mengatakan, Travel Heritage dapat menjadi ajang promosi terpadu pelestarian warisan budaya dan cagar budaya ke seluruh provinsi, kabupaten, kota di Indonesia.

“Ini bisa jadi ajang untuk mempromosikan warisan budaya dan cagar budaya kita ke seluruh Indonesia,” ujarnya.

Tim Travel Heritage dipimpin oleh Dinas Kebudayaan DIY. Tim berasal dari perwakilan instansi vertikal di bidang pelestarian warisan budaya dan cagar budaya, instansi kabupaten/ kota, dan perwakilan media.

Program ini adalah program dari Dinas Kebudayaan DIY, menggunakan APBD DIY dan rencananya akan diselenggarakan rutin setiap tahunnya.

Adapun untuk tahun 2015, tiga lokasi yang disasar adalah Jawa Barat, Jawa Timur dan Jakarta.

“Program ini akan diselenggarakan rutin setiap tahunnya, untuk tahun ini nanti Mojokerto dan Jakarta selanjutnya,” pungkas Rully.

tribunjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five + 14 =