Fast Break 29 September 2015 jam 17.00
FastBreak , September 29, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Google Sediakan Internet Gratis untuk Penumpang Kereta

sore

Sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap kemajuan India, perusahaan Google berencana menyediakan koneksi Wi-Fi publik berkecepatan tinggi di 100 stasiun kereta api India.

Sang raksasa teknologi telah bekerja sama dengan perusahaan infrakstruktur telekomunikasi milik pemerintah setempat, Indian Railways and RailTel, untuk melingkupi 100 stasiun tersibuk di India.

Situs PC World memberitakan, target Google dan India proyek ini sudah bisa selesai sebelum penghujung 2016 mendatang. Sejumlah stasiun pertama diharapkan sudah bisa online dalam waktu beberapa waktu bulan ke depan.

“Dengan mengubah 100 stasiun kereta api menjadi online, proyek ini bakal membuat koneksi Wi-Fi bisa dijangkau oleh lebih dari 10 juta orang yang melewatinya setiap hari,” tulis CEO Google, Sundar Pichai dalam sebuah publikasi blog perusahaan.

Layanan tersebut memang akan diberikan secara cuma-cuma alias tak berbayar, namun tujuan dari proyek ini adalah, menurut Pichai, adalah membuatnya menjadi berkelanjutan, yang pada akhirnya bisa menyediakan Wi-Fi di banyak stasiun dan tempat-tempat lain.

Pichai berharap, masyarakat India menggunakan Wi-Fi gratis tersebut untuk menikmati konten multimedia seperti video resolusi High-Definition (HD), mengunduh video, jurnal, ataupun bermain game.

Perdana Menteri India, Narendra Modi juga baru berkunjung ke markas Google sebagai bentuk upaya dorongan kepada para penghuni Silicon Valley untuk proyek Digital India yang bertujuan menghubungkan banyak masyarakat ke Internet.

“Kami ingin 1,25 miliar masyarakat bisa terhubung secara digital. Kami sudah punya pitalebar di sepanjang India yang meningkat 63 persen pada 2014. Kami butuh percepat proses ini,” kata Modi.

Modi kepada para eksekutif teknologi Silicon Valley mengatakan bahwa India telah meluncurkan perluasan jaringan serat optik yang mengirim pitalebar ke 600 ribu pedesaan.

Diketahui jalur kereta api di India mampu menampung 21 juta orang setiap hari dan pemerintah setempat berencana untuk menambah kapasitas untuk 30 juta penumpang dalam kurun waktu lima tahun, diiringi oleh perpanjangan lintasan sebanyak 20 persen menjadi 138 ribu kilometer.

cnnindonesia.com

—————————————————————————————————————————————–

Ultah ke-70, PT KAI Luncurkan Mesin Penjualan Tiket Mandiri

Di hari jadinya yang ke-70, PT Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan dua produk terbaru, yaitu Train Ticketing Machine prototype dan buku digital berjudul “Jejak Kenangan Kereta Api di Jawa”. Peluncuran dilakukan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ir H Djuanda di Jalan Laswi, Bandung, Jawa Barat, Senin, (28/9/2015).

“Ini merupakan bukti bahwa PT KAI tak henti berinovasi untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengguna jasa kereta api,” kata Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro saat peluncuran.

Menurut Edi, Train Ticketing Machine prototype merupakan mesin pembelian tiket KA dalam bentuk vending machine. Dengan mesin ini, masyarakat dapat melakukan pembelian tiket KA H-90 sampai dengan H-4 untuk maksimal empat penumpang dewasa dan empat anak-anak secara mandiri.

“Pada mesin ini masyarakat tinggal memilih tanggal perjalanan, stasiun asal, stasiun tujuan, jumlah penumpang, meng-input data berupa nama, nomor identitas, tanggal lahir dan nomor telepon,” kata Edi.

Setelah itu, calon penumpang KA akan langsung melakukan pembayaran di mesin itu menggunakan kartu debit, kartu kredit atau kartu prepaid tanpa dikenakan biaya tambahan dan tanpa diskon seperti pada pembelian tiket di loket. Hanya saja, kata dia, untuk tahap awal, mesin ini hanya disediakan di stasiun KA Gambir dan di Stasiun Bandung.

“Sembilan mesin di Gambir dan satu mesin di Stasiun Bandung. Ke depan, mesin ini akan kami sediakan di seluruh stasiun keberangkatan,” kata dia.

Adapun buku digital “Jejak Kenangan Kereta Api di Jawa” mengupas tentang sejarah perkeretaapian di Indonesia. Sejarah dibahas mulai dari awal rencana pembangunan di masa pemerintahan kolonial Belanda hingga saat ini.

Buku digital ini disajikan dalam format PDF full interactive dengan fitur pinch to zoom yang dilengkapi dengan audio video, serta foto-foto yang menarik. Sehingga, tampilan ini diharapkan tidak membosankan untuk dibaca.

Masyarakat yang ingin mendapatkan buku digital ini dapat mengunduh secara gratis di AppStore untuk iOS dan Google PlayStore untuk Android.

kompas.com

—————————————————————————————————————————————–

16 Ribu Bidan Pegawai Tidak Tetap Akan Diangkat Jadi PNS

Kabar gembira datang bagi bidan desa pegawai tidak tetap, khususnya yang Senin (28/9/2015) ini demo dan menuntut diangkat jadi pegawai negeri sipil. Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi akhirnya luluh dan berencana memenuhi tuntutan para bidan tersebut.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi akan mempertimbangkan pengangkatan 16 ribu bidan pegawai tidak tetap menjadi PNS. Pertimbangan tersebut diambil karena bidan pegawai tidak tetap tersebut dinilai pemerintah sudah memenuhi tiga syarat.

Pertama, para bidan itu memiliki surat keputusan dari Kementerian Kesehatan. Kedua, keberadaan mereka teridentifikasi. Ketiga, memiliki rekomendasi dari kepala daerah.

“Selain itu, mereka juga berjuang 24 jam sehari tanpa memikirkan gaji kecil,” kata Yuddy dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta Senin (28/9).

Yuddy mengatakan, akan segera memproses rencana pengangkatan 16 ribu bidan tersebut. “Prosesnya juga tidak terlalu sulit, apalagi jumlah bidan juga tidak se-fantastis jumlah eks honorer K2,” kata dia.

Lilik Dian Ekasari, Ketua Forum Bidang Pegawai Tidak Tetap sementara itu berharap agar pemerintah segera melaksanakan janji mereka untuk segera mengangkat bidan pegawai tidak tetap menjadi PNS. “Bukan hal yang sulit melakukan itu,” ujarnya.

kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − nineteen =