Fast Break 3 September 2015 jam 10.00
FastBreak , September 3, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Hutan Lereng Merapi Terbakar untuk Ke-10 Kalinya

merapi

Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) kembali terbakar untuk kesepuluh kalinya, Rabu (2/9/2015) siang. Kebakaran kali ini terjadi di kawasan seluas sekitar dua hektar yang berbatasan dengan Dusun Tempel, Desa Ngargosoko, Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Koordinator Forum Merapi Merbabu Hijau (FMMH) Sujatmiko menjelaskan titik api terlihat sejak pukul 13.00 WIB diantara semak belukar TNGM. Para relawan dibantu warga serta anggota TNI dan Polri segera memadamkan api secara manual. Namun, api tak kunjung padam hingga akhirnya pihak TNGM mengerahkan mobil pemadam kebakaran jenis slip-on.

“Kebakaran pada Rabu siang tadi menghanguskan lahan sekitar dua hektar. Meliputi hutan perdu, ilalang dan pohon pinus, bahkan pohon yang baru saja ditanam ikut hangus, ” kata Jatmiko, saat dihubungi Kompas.com.

Kebakaran lahan pertama di lereng Merapi terjadi pada tanggal 17-19 Agustus 2015, tepatnya dari kawasan Blok Tempel, Desa Ngargosuko, Srumbung, Magelang, Jawa Tengah. Kebakaran juga terjadi dalam rentang waktu, tanggal 26-29 Agustus 2015, di Blok Gentong, Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang Jawa Tengah.

“Akibat kebakaran itu sekitar 20-30 hektare lahan di lereng Merapi rusak,” ujar Kepala Seksi Wilayah I TNGM, Nurpana Sulaksono.

Menurut dia, kemarau yang amat panas disertai hembus angin kencang membuat kebakaran mudah terjadi di kawasan tersebut.

kompas.com

================================================================================

Ahok: Masyarakat Bisa Cek Harta PNS Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyambut baik adanya sistem Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil Elektronik atau E-PUPNS. Dengan sistem baru tersebut, kata Ahok nantinya masyarakat bisa memonitoring rekam jejak seluruh PNS yang ada di Jakarta.

“Adanya E-PUPNS ini jejak karir PNS saya harap bisa terbuka, jadi warga DKI Jakarta bisa mengikuti. Saya minta untuk disambungkan ke link LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara) KPK, jadi orang bisa cek harta kekayaan PNS di Jakarta,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (2/9).

Ahok mengatakan untuk September ini akan ada bantuan dari Kementerian Komunikasi dan Informasi bagi PNS yang kesulitan mengisi E-PUPNS. Namun, di bulan depan diharapkan semua PNS di Jakarta sudah dapat mengisi E-PUPNS masing-masing.

“Di bulan pertama saya minta Kominfo untuk bantu, tapi kalo di bulan kedua kalau masih ada yang enggak bisa berarti dia mengundurkan diri dari PNS,” ujar Ahok.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hari ini meluncurkan sistem E-PUPNS. Rencananya, sebanyak 68 ribu PNS yang ada di DKI Jakarta harus sudah terdata ulang secara elektronik akhir Desember 2015.

Kepala Badan Kepegawaian Nasional, Bima Haria Wibisana mengatakan pendataan ulang dilakukan secara elektronik agar mendapatkan data PNS yang riil dan akurat. Dia juga mengatakan program E-PUPNS akan dilakukan secara nasional. (Baca: KPK Akui Tak Menindak Pejabat Tak Lapor Harta)

“Nantinya program ini akan berjalan secara nasional, DKI Jakarta akan menjadi contoh bagi wilayah lainnya,” kata Bima di tempat dan waktu yang sama.

Bima menuturkan adanya E-PUPNS juga bisa digunakan untuk mengecek ijazah palsu yang digunakan PNS. Sebab, semua informasi harus diisi secara lengkap.

“Bisa juga buat cek ijazah, nanti disitu harus ditulis lulus dari universitas mana, kapan lulusnya, jadi nanti bisa ketahuan,” kata Bima.

Adanya E-PUPNS ditetapkan dalam Peraturan Kepala BKN Nomor 19 Tahun 2015 tentang Pedoman Pelaksanaan Pendataan Ulang PNS Secara Elektronik (E-PUPNS) tahun 2015. Hal tersebut juga diatur dalam Undang Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). E-PUPNS bertujuan untuk menjamin keterpaduan dan akurasi data dalam sistem informasi ASN. Setiap instansi pemerintah wajib memutakhirkan data pegawai dan menyampaikan kepada BKN untuk mendukung pengelolaan manajemen ASN.

cnnindonesia.com

================================================================================

Transfer Gagal, De Gea Tetap Dapatkan ‘Gaji’ dari Real Madrid

Gagal bermain di Santiago Bernabeu awal musim ini, khusus untuk Real Madrid, David de Gea ternyata tak lantas berstatus bebas transfer tahun depan.

De Gea sejak lama dikabarkan sudah memiliki kesepakatan personal dengan Real Madrid. Los Blancos wajib membayar kompensasi jika De Gea gagal hengkang ke Bernabeu.

Mengutip Daily Mail dan Bleacher Report, Real Madrid harus membayar kompensasi sebesar lima juta euro. Jumlah yang sama yang seharusnya didapat De Gea di musim pertamanya bersama Real Madrid.

Angka pasti masih jadi perdebatan. Menurut jurnalis AS Marco Ruiz, Madrid akan terkena penalti senilai €10 juta jika mereka gagal mendapatkan De Gea pada bursa transfer kali ini.

Penalti tersebut akan dibayarkan jika De Gea tidak melakukan perpanjangan kontrak dengan Man United. Hal ini ditawarkan Madrid guna menghindari pemain asal Spanyol itu berubah pikiran lantaran tawaran kontrak baru dari Setan Merah.

Madrid diyakini akan mencoba menghindari penalti dengan klaim sudah melakukan segalanya untuk membeli sang pemain, namun itu akan sangat sulit dihindari. Pasalnya, syarat tersebut tertulis pada kesepakatan antara De Gea dan Madrid.

Transfer De Gea ke Madrid batal di hari terakhir bursa transfer untuk Spanyol. Dokumen mantan kiper Atletico Madrid itu melewati batas waktu yang ditentukan saat tiba ke asosiasi sepak bola Spanyol, LFP.

De Gea dipastikan akan tetap bersama Manchester United di musim terakhirnya sesuai kontrak. Pun dengan Keylor Navas yang diketahui masuk dalam bagian kesepakatan.

Navas terpaksa menerima tawaran pindah ke Old Trafford agar De Gea bisa ke Bernabeu. Kini, semua pemain kembali ke tempatnya semula.

cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 3 =