Fast Break 3 September 2015 jam 14.00
FastBreak , September 3, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Plankton Bermunculan di Samudera Hindia Yogyakarta

plankton'

Dengan adanya aktivitas plankton yang muncul ke permukaan, dia memperkirakan akan banyak terdapat ikan di tempat tersebut.

Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap memprakirakan upwelling akan bermunculan di perairan selatan Jawa Tengah (Jateng) dan Yogyakarta pada awal bulan September 2015.

“Upwelling adalah penaikan massa air laut yang membawa plankton dari suatu lapisan dalam ke lapisan permukaan,” ujar Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo, Kamis (3/9/2015).

Dengan adanya aktivitas plankton yang muncul ke permukaan, dia memperkirakan akan banyak terdapat ikan di tempat tersebut.

Menurut dia, upwelling tersebut akan muncul di Samudra Hindia selatan Jateng dan Yogyakarta dalam satu pekan ke depan dengan pertumbuhan berkisar 5 hingga 50 centimeter per hari.

“Sebenarnya musim panen ikan sudah mulai, namun kendalanya masih sering terjadi gelombang tinggi seperti hari ini. Tinggi gelombang maksimum mencapai 3 meter. Namun dalam satu pekan ke depan diprakirakan cenderung turun pada kisaran 2,5 meter,” tutur Teguh.

Dengan demikian, kata dia, nelayan-nelayan tradisional yang kapalnya cukup besar bisa melaut untuk mencari ikan.

okezone.com

================================================================================

Harga Pogba Bisa Lampaui Rp 1,58 Triliun

Direktur Juventus, Giuseppe Marotta, menantikan tawaran besar untuk Paul Pogba pada musim panas tahun depan. Bahkan, nilainya diprediksi melampaui 100 juta euro (sekitar Rp 1,58 triliun).

Juventus telah menolak tawaran 80 juta euro dari Barcelona untuk merekrut Pogba. Nilai tersebut tergolong tinggi. Sebab, menurut Transfermarkt, harga pasar Pogba cuma 55 juta euro.

Marotta tak menyesal meski mahar yang ditawarkan bisa dibilang menggiurkan. Dia optimistis menerima tawaran lebih besar tahun depan.

“Kita berada di pasar tertentu. Harga pemain akan meningkat sekitar 30 atau 40 persen tahun depan. Jika Pogba mampu mempertahankan level permainan seperti musim lalu, nilai 100 juta euro tak akan cukup untuk merekrutnya,” kata Marotta.

Pada musim panas 2015, Juventus melakukan belanja besar-besaran. Nilainya mencapai 127,4 juta euro atau menjadi yang tertinggi dibandingkan kontestan Serie-A lainnya.

Terkait alasan di balik kebijakan ini, Marotta mengatakan, “Ada kesenjangan di dalam skuad kami sehingga kami melakukan investasi besar.”

Maklum, Juventus kehilangan sejumlah pilar. Mereka melepas Andrea Pirlo, Carlos Tevez, Arturo Vidal pada musim panas.

kompas.com

================================================================================

Jutaan Pekerja India Ancam Mogok 24 Jam

Jutaan buruh di India menyatakan mogok kerja dalam rangka menolak kebijakan ekonomi “anti-buruh” milik Perdana Menteri sayap kanan, Narendra Modi, Rabu (2/9).

Dikutip dari Channel Newsasia, sepuluh serikat buruh telah menyerukan mogok 24 jam ke seluruh negeri akibat inisiatif pemerintah yang pro-perusahaan, pasca dialog dengan Menteri Keuangan Arun Jaitley yang tak mencapai titik temu.

Mereka meminta pemerintah membatalkan rencana penjualan saham perusahaan milik negara untuk meningkatan pendapatan publik dan menutup pabrik yang kurang produktif.

“Kami melawan kebijakan anti-buruh ini. Pemerintah sedang mencoba mengubah hukum demi korporasi,” kata Gurudas Dasgupta, Sekretaris Kongres Serikat Dagang India yang beranggotakan 3,6 juta pekerja.

“Perubahan yang hendak mereka buat bertolak belakang dengan kelas pekerja. Saya sangat yakin aksi ini berhasil,” ujarnya, dikutip dari Channel NewsAsia.

Para pemimpin serikat buruh mengklaim, buruh yang bekerja di sektor bank, pabrik, konstruksi, dan tambang batubara adalah beberapa yang akan kehilangan pekerjaannya.

Perdana Menteri Modi menang mutlak pada pemilu Mei lalu. Ia menjanjikan reformasi yang bersahabat dengan sektor bisnis untuk menarik investor asing dan menghidupkan kembali ekonomi terbesar ketiga di Asia itu.

Nyatanya, pajak unggulan dan reformasi tanah dipersulit, sehingga justru menimbulkan kekhawatiran investor dan menyulut kemarahan kaum buruh.

Dua serikat yang memiliki relasi dengan partai Modi, Partai Bharatiya Janata, telah menarik diri dari pemogokan ini. Namun para pekerja domestik, pedagang asongan, dan buruh dengan pendapatan harian dari sektor kecil informal diperkirakan akan ikut ambil bagian pada aksi kali ini.

“Pemerintahan Modi telah menutup mata pada berbagai masalah yang menimpa kaum buruh,” kata Umar dalam konferensi pers. “Pemerintah harus memikirkan kembali kebijakannya untuk pekerja. Modi sudah mengejek kami dengan mengajak seluruh dunia untuk datang ke India karena buruhnya paling murah.”

Di kuarter pertama tahun ini, ekonomi India memang tumbuh lebih lambat dari perkiraan 7.0 persen.

Beberapa aksi mogok sebelumnya sempat melumpuhkan kota dan merugikan ekonomi India sebesar jutaan dolar dari hilangnya produksi.

cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 2 =