Fast Break 3 September 2015 jam 17.00
FastBreak , September 3, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Rio Haryanto Targetkan Podium di GP2 Italia

rio

Pembalap asal Indonesia yang berlaga di GP2 Series, Rio Haryanto, memasang target tinggi pada balapan di Sirkuit Autodromo Nazionale Monza, Italia, yang akan berlangsung 4 hingga 6 September 2015. Target yang dipasang Rio tersebut guna memuluskan langkahnya untuk tampil di ajang Formula 1 pada 2016 mendatang.

Penampilan Rio di ajang GP2 Series sendiri bisa dibilang cukup apik. Pria kelahiran Surakarta itu berhasil menduduki podium utama di tiga balapan, yakni di Bahrain, Austria, dan Inggris.

Hasil itu membawa dia bercokol di peringkat ketiga klasemen sementara dari tujuh balapan yang telah dilakoninya. Guna mencapai target promosi ke level lebih tinggi, Rio dituntut untuk bisa tampil maksimal di empat balapan tersisa.

Namun, keinginan Rio tentu saja tidak akan mudah diwujudkan. Selain harus bersaing dengan pembalap lain, pria berusia 22 tahun itu juga dituntut mampu mengatasi kesulitan Sirkuit Autodromo Nazionale Monza.

“Setiap trek memiliki tantangannya masing-masing. Monza memerlukan setelan mobil low downforce dan low drag demi mencapai kecepatan puncak tertinggi dan mencatat lap time terbaik,” ucap Rio seperti dikutip dari rilis pers yang diterima VIVA.co.id, Rabu, 3 September 2015.

“Adrenalin akan sangat terpacu ketika melaju kencang di trek lurus dan kemudian harus siap mengerem dengan keras tanpa mengunci roda atau kehilangan keseimbangan mobil. Semoga saya dapat kembali mengumandangkan ‘Indonesia Raya’ di Italia,” ujar dia.

viva.co.id

================================================================================

Jokowi Resmikan Pelepasan Satelit Equatorial Pertama Indonesia

Presiden Joko Widodo meresmikan pelepasan Satelit LAPAN A2/Orari di Pusat Teknologi Satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Rancabungur, Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/9/2015). LAPAN A2/Orari adalah satelit pertama yang seluruh prosesnya dikerjakan di Indonesia.

“Satelit LAPAN A2/Orari pada hari ini secara resmi saya lepaskan,” kata Jokowi.

Peresmian pelepasan satelit tersebut digelar sangat sederhana. Seremoni pelepasan ditandai dengan penekanan tombol yang dilakukan Jokowi dengan didampingi Kepala Lapan Thomas Djamaluddin, Menristek Dikti M Nasir, dan Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar.

Dalam kesempatan itu, Kepala Lapan Thomas Djamaluddin mengungkapkan, satelit LAPAN 02/Orari merupakan satelit dengan 80 persen eksperimen, dan 20 persen operasional. Selain satelit, Lapan juga memiliki sejumlah program utama lain seperti pesawat tanpa awak (drone), dan pengembangan teknologi bank data.

“Kami berharap ini bisa mendukung kemajuan dan kemandirian Indonesia,” ujar Thomas.

Satelit LAPAN 02/Orari yang selesai dibangun pada 2012 ini akan dikirim ke India, Jumat (4/9/2015), dan diluncurkan dari Pusat Antariksa Satish Dhawan, Sriharikota, akhir September. LAPAN A2 akan ditumpangkan pada roket India bermuatan utama satelit astronomi Astrosat. Para perekayasa satelit LAPAN itu berusia 30-40 tahun dan sebagian juga terlibat membuat satelit LAPAN A1/TUBSat, yang diproduksi dan dibantu ahli Jerman, dan satelit Telkom 3.

Proses uji LAPAN A2 memanfaatkan fasilitas lembaga penelitian lain. Uji getar di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan uji kompatibilitas elektromagnetik menggunakan peralatan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Satelit LAPAN A2 adalah satelit mikro berdimensi 50 x 47 x 38 sentimeter dan berbobot 78 kilogram. Meski kecil, tapi kemampuannya besar. Satelit LAPAN A2 adalah satelit eksperimental, bukan operasional. Orbit A2 berada pada ketinggian 650 kilometer (km) dari muka Bumi, lebih tinggi 20 km dari satelit LAPAN A1. Bedanya, A2 satelit ekuatorial atau mengelilingi bagian khatulistiwa Bumi, bukan satelit polar yang mengelilingi kutub Bumi seperti satelit A1.

Keunggulannya, satelit ekuatorial akan melintasi wilayah Indonesia 14 kali sehari, sedangkan satelit polar hanya 4 kali sehari. Satelit A2 dilengkapi sejumlah instrumen yang lebih baik daripada A1, seperti kamera digital dan kamera video analog untuk memotret muka Bumi beresolusi 4 meter dan lebar sapuan 7 km. Resolusi kamera A1 hanya 6 m dan lebar sapuannya 3,5 km. Kamera itu bisa untuk memantau perubahan tata guna lahan. Instrumen lain adalah Automatic Identification System (AIS) untuk memantau pergerakan kapal laut, eksplorasi sumber daya laut dan perikanan, serta operasi keamanan laut.

Selain itu, satelit juga dilengkapi voice repeater dan automatic packet reporting system (APRS) untuk mitigasi bencana menggunakan radio amatir. APRS bisa digunakan untuk penjejakan obyek bergerak, seperti memantau banjir dan perubahan tinggi muka air laut dan pergerakan manusia sehari-hari.

kompas.com

================================================================================

Minimarket Batal Ditutup Paksa

Minimarket berjejaring di Jogokaryan batal ditutup paksa karena pemilik usaha sudah melakukannya secara mandiri.

Menurut Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Ketertiban (Dintib) Jogja Totok Suryonoto mengatakan penutupan telah dilakukan dua hari lalu sebelum Dintib melakukan eksekusi.

“Saat ini kami sudah melayangkan surat peringatan (SP) tiga untuk minimarket berjejaring di Jalan Cendana dan Batikan,” ujarnya, Rabu (2/9/2015).

Ia menyebutkan, dua minimarket berjejaring lainnya yang berlokasi di Patangpuluhan dan Rejowinangun memasuki SP dua dan SP satu. Sementara, usaha serupa di Pandeyan, Jalan Kolonel Sugiyono, dan Jalan Parangtritis memasuki proses persidangan.

Sekalipun sudah ditutup, kata Totok, pemantauan dan pengawasan tetap dilakukan supaya tidak terjadi pelanggaran. Ia mencontohkan, izin mendirikan bangunan (IMB) tempat usaha tersebut sedang diproses. Diakuinya, sejak berdiri minimarket tersebut belum ber-IMB.

“Kami memberi kesempatan mengurus karena bangunan tersebut di atas tanah persil sehingga tidak ada pelanggaran sempadan jalan dan sejenisnya,” tuturnya.

Kepala Seksi (Kasi) Operasi Dintib Jogja Bayu Laksmono menjelaskan minimarket yang dilarang beroperasi tidak dapat mengantongi HO karena terganjal Peraturan Walikota (Perwal) No.79/2010 tentang Pembatasan Usaha Waralaba Minimarket di Jogja yang berisi jumlah toko berjejaring dibatasi 52 unit dan sudah terpenuhi sejak 2009.

harianjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five + seventeen =