Fast Break 30 September 2015 jam 14.00
FastBreak , September 30, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Wapres: Indonesia ajukan diri sebagai anggota DK PBB

Выступление Михаила Горбачева на сессии Генеральной ассамблеи ООН

Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengatakan Indonesia akan mengajukan diri sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa pada tahun 2019 nanti.

“Sekarang ini kita sedang lobi-lobi dengan negara lain, kita butuh lobi yang kuat, nanti tahun 2019 kita akan ajukan diri sebagai anggota tidak tetap DK PBB” kata Wapres M Jusuf Kalla di Markas Bsar PBB New York Amerika Serikat, Senin.

Menurut Wapres kehadiran Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB sangat penting karena DK PBB inilah yang melaksanakan fungsi sehari-hari PBB di seluruh dunia.

“Dengan kita masuk sebagai anggota DK PBB maka kita menjadi bagian negara yang ikut mengambil kebijakan,” kata Wapres.

Dengan demikian tambah Wapres Indonesia akan bisa secara aktif melaksanakan amanat UUD 45 — ikut serta dalam perdamaian dunia.

“Bagi Indonesia, PBB bisa menjadi wahana promosi untuk menjaga perdamaian dunia, keadilan dan HAM. Kita juga bisa bicara soal reformasi PBB yang setara tak ada hak veto dan bagaimana PBB ke depan menjadi kuat,” kata Wapres.

antaranews.com

—————————————————————————————————————————————–

Diorama Tugu Pal Putih Bakal Dibuka 5 Oktober 2015

Kepala Bidang Sejarah Purbakala dan Museum Dinas Kebudayaan DIY, Erlina Hidayati telah memberikan pernyataan resmi tentang peresmian diorama Tugu Pal Putih yang dilaksanakan 5 Oktober 2015.
Tanggal tersebut mundur dari jadwal semula. Awalnya diorama Tugu Pal Putih akan dibuka untuk khalayak pada September ini. Namun karena ada banyak pertimbangan, akhirnya pelaksanaan ditunda hingga awal Oktober mendatang.
“Pak Umar Priyono (Kepala Dinas Kebudayaan DIY) yang akan meresmikan secara langsung diorama Tugu Pal Putih,” jelas Erlina kepada Tribun Jogja, Senin (28/9/2015).
Diorama Tugu Pal Putih ini nantinya akan digunakan sebagai sarana edukasi warga Yogya dan juga wisatawan tentang sejarah Tugu Pal Putih.
Selain itu, area diorama Tugu Pal Putih juga digunakan sebagai spot foto wisatawan yang ingin mengambil foto diri berlatar belakang Tugu Pal Putih tanpa harus menyeberang ke tengah jalan.
“Wisatawan nantinya lebih aman. Tidak perlu mendekat ke tugu. Hasil fotonya pun lebih jelas, karena Tugu Pal Putih bisa tampak utuh sebagai background dan wajah wisatawan akan terlihat bagus jika mengambil angle dari area diorama Tugu Pal Putih,” jelas Erlina.

tribunjogja.com

—————————————————————————————————————————————–

WWF desak penanganan kabut asap lebih terpadu

World Wide Fund for Nature (WWF) mendesak pemerintah Republik Indonesia lebih terpadu dalam melakukan penanganan kabut asap mengingat masih pekatnya kabut asap melingkupi sejumlah wilayah di Tanah Air seperti di Kalimantan.

“Pemerintah perlu melakukan penanganan lebih terpadu bersama pemerintah daerah dan warga masyarakat dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kalimantan,” kata Direktur Konservasi WWF Indonesia Arnold Sitompul dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menurut Arnold Sitompul, kebanyakan titik api teridentifikasi berada di lahan gambut dan sejauh ini upaya pencegahan dan penanggulangan di lapangan nampak belum efektif.

Dengan masih terjadinya kebakaran lahan dan hutan di Kalimantan, lanjutnya, Pemerintah perlu segera menempuh intervensi rekayasa hujan yang ditargetkan pada wilayah yang menyumbang titik api terbanyak.

Usaha sejauh ini, ujar dia, dengan menggunakan bom air terbukti di lapangan belum mampu meredam jumlah titik api yang banyak diidentifikasi berada pada lahan gambut.

“Pascakunjungan Presiden Jokowi ke Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, kebakaran lahan dan hutan masih terus terjadi di Kalimantan. Hingga hari ini, kegiatan belajar-mengajar di Palangkaraya sudah diliburkan setidaknya selama dua minggu,” kata Arnold.

Selain itu, lanjutnya, sepanjang bulan September 2015, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah mencatat sekurangnya 15.000 orang mengalami ISPA sebagai dampak dari kabut asap.

WWF Indonesia juga menyerukan perlindungan lebih serius terhadap lahan gambut dengan meninjau kembali kebijakan pembangunan di wilayah gambut.

Sedangkan tindakan pencegahan dilakukan secara berkesinambungan untuk mengurangi potensi terulangnya kembali kebakaran hutan dan lahan di masa mendatang. Termasuk sepanjang tahun mempersiapkan jajaran Pemda dan masyarakat melalui pembentukan kelompok-kelompok masyarakat peduli api.

Sebelumnya, WWF juga menyatakan pemerintah perlu memetakan status penggunaan lahan terkait kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan hingga 25,6 juta warga Sumatera dan Kalimantan terpapar kabut asap.

“Memetakan status penggunaan lahan yang rentan dan sering terbakar serta usulan evaluasi perizinan merupakan langkah mendasar yang harus diambil oleh Pemerintah,” kata Direktur Program Sumatera-Kalimatan WWF Indonesia Anwar Purwoto dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu.

WWF Indonesia mengapresiasi dan menyambut positif respons Presiden Joko Widodo yang telah memerintahkan Kapolri bersama-sama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pembakaran maupun pihak yang melakukan pembiaran.

Namun, ujar dia, hal tersebut tentunya tak cukup sampai karena diperlukan penyelesaian menyeluruh, khususnya melalui upaya pencegahan, antara lain melalui monitoring intensif untuk pemutakhiran kondisi lapangan dan penegakan hukum terhadap praktek perusakan dan pembakaran.

Ia berpendapat bahwa hanya dengan melalui usaha tersebut kejadian kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan tidak terulang kembali. “Kami menegaskan kembali perlunya menguatkan penegakan hukum sebagai efek jera bagi para pelaku, baik individu maupun perusahaan,” paparnya.

antaranews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty + nine =