Fast Break 5 Oktober 2015 jam 10.00
FastBreak , October 4, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Tanah Longsor di Guatemala Tewaskan 69 Orang, 350 Hilang

3x4iYBlYKW

Musibah tanah longsor di area perbukitan di Guatemala, Sabtu (3/10/2015), menewaskan 69 orang dan sekitar 350 lainnya dinyatakan hilang.

Julio Sanchez, juru bicara pemadam kebakaran Guatemala, mengatakan jumlah korban tewas diyakini melonjak seiring operasi pencarian di Cambray, Santa Catarina Pinula. Laporan awal menyebut 600 orang hilang terkubur material lumpur dan bebatuan.

Petugas berusaha keras mencari korban selamat dengan bantuan anjing pelacak. Dalam pencarian, digunakan peluit untuk memeriksa apakah ada respon dari korban di balik tanah longsor.

“Kami dari unit penolong. Jika ada yang masih hidup, silakan berteriak atau bersuara,” teriak salah satu petugas setelah membunyikan peluit, seperti dilansir Associated Press.

Jika tidak ada respon, peluit dituip dua kali sebagai tanda agar petugas melanjutkan menggali material longsor.

Tanah longsor di Guatemala dipicu hujan deras yang melanda sejak beberapa hari terakhir.

metrotvnews.com

—————————————————————————————————————————————–

Kemarau Berlanjut, 150 Hektar Sawah Petani di Poso Gagal Panen

Tahun ini menjadi tahun yang berat bagi para petani sawah. Umumnya, para petani mengalami kerugian karena hasil panen yang tidak seperti yang diharapkan, hingga ada yang gagal panen.

Setidaknya itulah yang terlihat di wilayah Kecamatan Pamona Puselemba, Poso, Sulawesi Tengah, khususnya di Desa Buyumpondoli, Desa Mayakeli dan Desa Soe. Sebanyak 150 hektar areal sawah di tiga desa itu mengalami kekeringan yang menyebabkan lahan persawahan padi yang sudah siap panen juga ikut mengalami kekeringan.

Kepala Desa Soe, Frans Ferdinan (56) menuturkan, meskipun sedang masa panen tetapi hasilnya turun hingga 50 persen. Sebab, banyak tanaman padi yang tidak berisi dikarenakan kekeringan yang telah terjadi sejak April. Selain faktor kekeringan, para petani juga sebagian merugi akibat melakukan panen lebih awal, mengingat kondisi butir padi yang semakin lama semakin mengering atau hangus.

“Biasanya dalam satu hektar itu bisa dapat 80 karung gabah atau sekitar 10 ton. Tapi sekarang kami hanya bisa dapat 5-6 ton saja dalam satu hektar sawah” kata Frans Ferdinan, saat ditemui Minggu (4/10/2015).

Hal senada juga dikemukakan petani bernama Antonius (25). Warga Desa Buyumpodoli yang berbatasan dengan Desa Soe itu mengaku akibat musim kemarau tersebut, seluruh hasil panen menurun atau gagal panen. Menurut dia, hampir semua petani yang selama ini bermata pencaharian sebagai petani terpaksa harus beralih perofesi menjadi pekerja bangunan untuk menghidupi keluarganya.

“Dulu bisa dapat seratus karung gabah. Tapi kini mungkin hanya 50 karunglah yang bisa dipanen, karena tanaman padi kurang mendapatkan pasokan air” ucap Antonius, seraya memperlihatkan bulir bulir tanaman padi yang tidak berisi.

Fenomena kekeringan yang melanda areal persawahan pun memaksa para petani untuk menunda masa tanam kedua yang seharusnya sudah dapat dilakukan di bulan Oktober tahun ini. “Dengan situasi ini tidak ada pilihan lain bagi kami para petani yang harus menunda penanaman padi, hingga musim hujan tiba,” tutur Antonius.

Para petani berharap agar Pemerintah Kabupaten Poso dapat membangun saluran irigasi yang memadai, yang bisa tetap berfungsi meskipun sedang terjadi musim kemarau yang panjang seperti tahun ini. Kondisi saluran irigasi yang berada di areal persawahan di tiga desa itu terlihat ada yang tetap dialiri air. Namun, karena permukaan airnya lebih rendah dari permukaan sawah maka aliran air irigasi tidak dapat digunakan untuk membasahi sebagian persawahan yang selama ini juga masih bergantung pada air hujan.

kompas.com

—————————————————————————————————————————————–

Kemendag Incar Megaproyek USD164,7 Miliar di Oman

Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah mengincar pembangunan megaproyek di Oman dengan nilai mencapai USD164,7 miliar melalui keikutsertaan dalam pameran Infra Oman 2015 yang diselenggarakan pada 5-7 Oktober 2015 di Muskat, Oman.

“Ini peluang yang tengah diincar untuk membuka akses pasar dan meningkatkan kerja sama perdagangan kedua negara,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Nus Nuzulia Ishak sebagaimana dikutip dari Antara, Minggu (4/10/2015)

Nus mengatakan, peluang yang tengah diincar tersebut dikarenakan saat ini Oman sedang melakukan diversifikasi perekonomian melalui pembangunan industri nonmigas dengan meningkatkan infrastruktur transportasi dan logistik di negara tersebut.

Nus menambahkan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk merambah pasar nontradisional, pemerintah Indonesia tengah mendorong terbukanya pasar ekspor produk building material dan konstruksi. Ditjen PEN menyasar produk building material dan konstruksi di negara-negara Timur Tengah dan mengincar pembangunan megaproyek di Oman itu.

Infra Oman merupakan salah satu pameran building material dan konstruksi terbesar di kawasan Timur Tengah, sehingga diharapkan keikutsertaan Indonesia dapat terus melejitkan ekspor building material ke Oman yang telah tumbuh positif 72,91 persen dalam lima tahun terakhir.

“Beberapa proyek besar Oman yang dapat dimanfaatkan perusahaan building material dan konstruksi Indonesia antara lain pembangunan rel kereta api, yang akan menghubungkan Oman dengan Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Arab Saudi, dan Kuwait. Selain itu ada proyek pelabuhan, bandar udara, kawasan industri, gedung perkantoran, dan perumahan,” ujar Nus.

Oman diproyeksikan menjadi pasar kuat di bidang konstruksi. Menurut laporan tahunan survei konstruksi negara-negara kawasan Teluk milik Pinsent Masons, industri konstruksi Oman meningkat sebesar 7,72 persen setiap tahunnya selama periode 2009-2013.

Sementara itu, Indonesia masih berada di urutan ke-23 sebagai negara pemasok ke Oman. Selama lima tahun terakhir, tren perdagangan dengan Oman hanya sebesar 2,97 persen dengan nilai USD438,3 juta pada 2014.

Namun demikian, pada semester pertama 2015 ini, terjadi kenaikan surplus perdagangan sebesar 166,9 persen dari USD28,3 juta di periode yang sama setahun lalu menjadi USD75,54 juta. Dan dalam Infra Oman kali ini, Indonesia akan memboyong sepuluh perusahaan yang bergerak di bidang building material dan konstruksi.

metrotvnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × five =