Fast Break 5 Oktober 2015 jam 17.00
FastBreak , October 5, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Fuad Bawazier: Paket Kebijakan Bentuk Frustasi Pemerintah

Presiden-Joko-Widodo-Didampingi-Sejumlah-Menteri-Gubernur-BI-dan-OJK-Menyampaikan-3-Paket-Kebijakan-Ekonomi-Di-Istana-Merdeka-700x504-700x357

Mantan menteri keuangan (menkeu) Fuad Bawazier mengatakan, paket kebijakan ekonomi berjilid-jilid yang dikeluarkan oleh pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan bentuk frustasi terhadap pelemahan ekonomi dalam negeri.

Jika diibaratkan, dia menambahkan, paket kebijakan ekonomi merupakan kambin hitam. Pasalnya, jika mengacu pada perlambatan ekonomi dunia, dan nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), yang kemudian dijadikan faktor utama perlambatan ekonomi Nasional, paket itu jawaban dari bentuk kefrustasian.

“Pemerintah seolah tidur karena menganggap badai pasti akan berlalu. Tapi saat ini kondisi ekonomi dalam negeri dan masyarakat semakin berbahaya. Kemudian selalu mengatakaan, mereka rumuskan paket, artinya sudah frtustasi. Karena paket itu kan pondasi jangka panjang,” tutur Fuad di Jakarta, Minggu (4/10/2015).

Saat ini, menurut dia, paket kebijakan ekonomi merupakan sambungan-sambungan dari beberapa titik yang masih akan berlanjut dalam jangka panjang. “In the long run, we all dead,” imbuhnya

Jadi, menurut dia, sudah tidak ada lagi alasan atau pendapatn dari Bank Indonesia dan pemerintah bahwa perlambatan ekonomi karena faktor luar atau lainnya. Terpenting, kata dia, bagaiaman kebijakan itu menjadi efektif ketika diterapkan.

“Jadi pikirkan kebijakan apa saja yang langsung efektif didapat masyarkat,” harapnya.

sindonews.com

—————————————————————————————————————————————–

Kemenperin raih penghargaan laporan keuangan terbaik

Kementerian Perindustrian kembali meraih penghargaan dari Pemerintah atas keberhasilannya menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Tahun 2014 dengan Capaian Standar Tertinggi dalam Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution kepada Sekjen Kemenperin Syarif Hidayat dengan disaksikan Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro dalam rangkaian acara Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2015 di Jakarta, Jumat (2/10).

“Kami akan terus berupaya untuk mempertahankannya, karena penghargaan ini dapat memotivasi jajaran Kemenperin dalam menyusun laporan keuangan sesuai kaidah-kaidah akuntansi yang dipersyaratkan,” kata Syarif Hidayat melalui siaran pers yang diterima di Bandung, Jumat.

Di samping itu, lanjutnya, penghargaan ini juga menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan tata kelola anggaran, Kemenperin telah mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Syarif mengatakan, penghargaan ini telah tujuh kali diterima Kementerian Perindustrian sejak tahun 2008.

Keberhasilan tersebut sebagai wujud komitmen yang kuat dari jajaran pimpinan, didukung SDM berkualitas dan sistem manajemen keuangan yang semakin baik serta penjaminan mutu (quality assurance) yang dilakukan pengawas internal.

Menurut dia, selain meningkatkan kualitas laporan keuangan, yang juga penting dilakukan adalah meningkatkan kualitas sistem pengendalian intern.

“Upaya harus terus dilakukan, selain upaya peningkatan kualitas laporan keuangan, juga upaya peningkatan kualitas sistem pengendalian intern, sebagai salah satu alat pendeteksi dini untuk menghindaripenyimpangan dalam pengelolaan anggaran,” kata Syarif.

antaranews.com

—————————————————————————————————————————————–

Konferensi Parlemen se Dunia Digelar di DIY

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan menjadi tempat diselenggarakannya KonferensiParlemen se Dunia pada Selasa (6/10/2015) hingga Kamis (8/10/2015).

Sebanyak 160 Parlemen seluruh penjuru dunia dari 47 negara dan 500 anggota parlemen Indonesia akan hadir.

“Penyelenggaraan Konferensi Parlemen se dunia kali ini, DPR RI menjadi tuan rumahnya. Dan DIY menjadi tempat pelaksanaannya,” kata Kepala Bagian Humas Biro UHP Setda DIY, Iswanto, Minggu (4/10/2015).

Ia mengatakan, pada konferensi yang akan dibuka pada Selasa (6/10/2015), di Hotel Royal Ambarukmo tersebut mengangkat tema The sixth global conference of parliamentarians against Corruption (GOPAC).

Iswanto mengutarakan, meskipun konferensi tersebut melibatkan lembaga parlemen, namun memang tidak melibatkan DPRD DIY. Sebab konferensi parlemen se dunia ini hanya diikuti oleh masing-masing parlemen yang mewakili negara.

“Konferensi ini dinilai telah bersinergi dengan Ketua DPR RI Setya Novanto yang saat ini juga sebagai Chairman of the South East Asia Parliamntarians Against Corruption,” kata Iswanto.

Ia menambahkan, konferensi ini direncanakan akan dibuka dan ditutup oleh Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. “Tapi itu masih rencana, belum ada kepastian lebih lanjut dari Setneg,” katanya.

tribunjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × one =