Fast Break 6 Oktober 2015 jam 10.00
FastBreak , October 6, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

fb pagi

Topan Mujigae Landa Tiongkok, Empat Orang Tewas

Sebuah angin topan dengan kecepatan hingga 180 kilometer per jam melanda wilayah pesisir selatan Tiongkok, Minggu (4/10/2015) dan menewaskan sedikitnya empat orang.

Angin kencang yang dibawa Topan Mujigae membuat beberapa kapal penangkap ikan terombang-ambing di lautan. Menurut laporan kantor berita Xinhua, sedikitnya 16 nelayan dinyatakan hilang, dan satu tewas.

Tiga orang lainnya meninggal dunia akibat Mujigae di kota Foshan.

Badan Meteorologi Tiongkok (CMA) melaporkan Mujigae tiba di dataran dekat kota Zhanjing, provinsi Guangdong, tadi malam.

Laporan langsung di televisi dan serangkaian foto di media sosial Weibo memperlihatkan jalanan yang tergenang air, pohon tumbang dan kendaraan terguling.

Topan dahsyat ini juga memutus aliran listri di sepanjang pesisir selatan Negeri Tirai Bambu. Kemungkinan besar Mujigae akan mengganggu jadwal penerbangan dalam musim libur nasional di Tiongkok.

metrotvnews.com

=====================================

Sultan minta pengrajin batik mengikuti fashion internasional

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X mendorong pengrajin batik di daerah ini mengikuti perkembangan tren fashion internasional agar daya saing ekspor batik mampu ditingkatkan.

“Pada era globalisasi ini batik diminta bisa memenuhi selera pasar, selain harganya yang kompetitif,” kata Sultan dalam acara Perayaan Jogja Kota Batik Dunia di Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Senin.

Menurut Sultan selain agar daya saing ekspor batik dapat ditingkatkan dengan mengikuti tren fashion internasional, pengrajin batik juga diharapkan dapat memadukan antara batik Nusantara dengan busana merek internasional.

“Dengan adanya perpaduan produk fashion yang punya merek dunia dengan khas batik Nusantara maka akan memperkuat ekspor,” kata dia.

Ia mengatakan munculnya berbagai ragam batik yang menyesuaikan dengan selera pasar tidak akan mengkerdilkan keluhuran batik, namun justru akan mengukuhkan produk tentun dan batik Indonesia di mata dunia.

Sementara itu, ketua Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagad, Larasati Suliantoro Sulaiman mengatakan para pengrajin batik saat ini dituntut untuk memenuhi kebutuhan pasar agar industri batik dapat terus diterima di pasar global.

Kendati demikian, Larasati mengatakan penyesuaian dengan kebutuhan pasar bukan berarti meniru sepenuhnya busana internasional, lantas menghilangkan ciri khas budaya Nusantara.

“Memang penting mengikuti tren global, namun kalau bisa kita tetap harus menjadi “trend setter”, tidak boleh sepenuhnya ikut alur tren global,” kata dia.

antaranews.com

=====================================

Presiden Jokowi Bantah Minta Harga BBM Diturunkan

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan dirinya tidak memerintahkan kepada seluruh pejabat pemerintah terkait dan PT Pertamina (Persero) untuk menurunkan harga BBM.

Jokowi menuturkan, dalam Rapat Terbatas beberapa waktu lalu di Istana Kepresidenan, dirinya hanya meminta kepada Menteri ESDM dan Pertamina untuk menghitung ulang harga BBM saat ini.

“Saya kemarin tidak minta diturunkan, tidak, saya minta dihitung kembali dengan seluruh efisiensi yang ada. Jangan senangnya mendahului, belum diputuskan kelihatan kaya sudah diputuskan, belum,” kata Jokowi di Banten, Senin (5/10/2015).

Mengenai ruang lingkup jenis BBM yang dimaksudkan oleh Jokowi, tidak hanya solar dan premium, namun juga jenis BBM lainnya seperti minyak tanah dan avtur.

Tarif listrik untuk industri juga diminta kembali dihitung ulang untuk menciptakan harga yang efisien. Sampai saat ini dirinya masih belum menegaskan kapan pihak yang ditunjuk untuk menghitung kembali harga BBM tersebut untuk memberikan laporan. Hanya saja dipastikan akan secepatnya.

“Harga BBM masih dalam proses penghitungan, ya secepatnya, minggu ini,” ujar dia.

Presiden RI Joko Widodo dalam Rapat Terbatas pada 1 Oktober 2015 di Istana Kepresidenan dengan beberapa menteri ekonomi meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Pertamina (Persero) untuk mengkaji ulang harga Bahan Bakar Minyak (BBM).Dalam rapat terbatas yang juga dihadiri Menteri ESDM Sudirman Said tersebut, Jokowi berharap adanya penurunan harga BBM terutama jenis premium dan solar.‎

“Yang berkaitan dengan BBM dihitung lagi, Pertamina, meskipun kemarin sudah diumumkan oleh menteri ESDM dalam keadaan negara membutuhkan, tolong dihitung lagi, apakah masih mungkin yang namanya premium itu diturunkan meskipun hanya sedikit,” kata Jokowi.

Keputusan harga‎ BBM tersebut dimaksudkan Jokowi sangat berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat Indonesia. Kebijakan yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat tersbeut menjadi tujuan yang ada dalam paket kebijakan jilid III yang akan dikeluarkan presiden Jokowi minggu depan.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menegaskan tidak hanya harga BBM, Presiden Jokowi juga meminta kepada PT PLN (Persero) untuk menghitung kembali tarif listrik untuk industri‎.

“Kita tunggu sampai minggu depan apakah ada perhitungan bisa di saving atau tidak nanti diumumkan perhitungannya, itu bagian paket jilid III,” tegas dia.

liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 2 =