Fast Break 6 Oktober 2015 jam 14.00
FastBreak , October 6, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

fb siang

Pendirian Gazebo Di Pantai Gunungkidul Akan Dibatasi

Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Kabupaten Gunungkidul, akan melakukan pembatasan terhadap pendirian gazebo di kawasan pantai.

Kabid Pengembangan Produk Wisata Disbudpar Kabupaten Gunungkidul, Harry Sukmono pada Minggu (4/10/2015) mengatakan penataan dinilai mendesak untuk dilakukan agar keberadaan gazebo tidak menganggu keasrian obyek wisata. Penataan ini tetap diikuti dengan sosialisasi kepada masyarakat sekitar.

Pendirian gazebo, jelasnya, memang memiliki tujuan yang bagus, yakni menunjang kenyamanan wisatawan saat berada di pantai. Namun begitu jika tidak diatur, nanti gazebo bisa didirikan di sembarang tempat.

“Informasi terakhir yang masuk, di kawasan obyek wisata Pantai Krakal ada gazebo berdiri di zona berbahaya. Gazebo itu berada di lokasi plakat zona larangan rawan longsor, saya pastikan, gazebo tersebut bukan pemerintah yang membangun, kami menduga justru dilakukan oleh masyarakat,” terangnya.

Menurut Harry, plakat zona berbahaya merupakan media peringatan bagi pengunjung untuk berhati-hati. Sengaja dipasang bukan untuk menakut-nakuti atau melarang kawasan itu untuk dilewati, namun agar semua pihak meningkatkan kewaspadaan.

Agar hal ini tidak terulang, pendirian gazebo, juga harus dikoordinasikan dengan pihak terkait agar terhindar dari kemungkinan terburuk.

Mengetahui rencana tersebut, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gunungkidul, Heri Nugroho menyatakan mendukung gagasan dari Pemerintah Kabupaten. Dengan begitu, kenyamanan dan keamanan wisatawan yang berkunjung ke pantai bisa mendapat jaminan.

Menurutnya, penataan kawasan wisata harus disesuaikan dengan Detailed Engineering  Design (DED) yang sudah disusun dan ditetapkan. Pada prinsipnya, pihaknya tidak melarang warga mendirikan bangunan penunjang wisata di masing-masing obyek. Namun  pendirian bangunan penunjang jangan sampai merusak keindahan alam sekitarnya.

harianjogja.com

==============================

Indonesia Raih 5 Kategori dalam The World Halal Travel Award

Indonesia berhasil menjadi nominasi dalam lima kategori The World Halal Travel Award 2015 yang akan diselenggarakan di Abu Dhabi, Uni Emirates Arab, pada 19-21 Oktober 2015.

Kelima kategori itu antara lain World’s Best Family Friendly Hotel, World’s Best Halal Honeymoon Destination, World’s Best Halal Tourism Destination, World’s Best Halal Culinary Destination, dan World’s Best Halal Cultural Destination.

Masuknya Indonesia ke dalam nominasi kategori tersebut juga dibenarkan oleh Menteri Pariwisaa Arief Yahya. Dia pun optimis kalau Indonesia bisa meraih penghargaan dalam ajang tersebut.

Dalam penghargaan tersebut, Arief mengatakan Lombok, Nusa Tenggara Barat berhasil meraih dua kategori sekaligus.

“Lombok dua kategori, yang kategori bulan madu sama umum (World’s Best Halal Tourism Destination), kalau kultural, Jakarta. Untuk hotel, Hotel Sofyan, dan Indonesia secara umum masuk ke dalam destinasi terbaik,” kata Arief saat ditemui di Gedung Kementerian Pariwisata, Senin (5/10).

Keberhasilan Lombok menyabet dua nominasi dalam The World Halal Travel Award 2015 salah satunya berkaitan dengan penetapan Nusa Tenggara Barat sebagai wisata syariah bersama Aceh dan Sumatera Barat. Dalam kategori World’s Best Halal Tourism Destination Lombok berhadapan dengan Doha, Istanbul, Kuala Lumpur, Abu Dhabi, Tehran, Amman, Antalya, Cairo, dan Marakkech.

“Kebanyakan orang yang datang ke Lombok karena Bali, 80 persen visit Bali. Jadi, Lombok harus punya positioning yang tepat, halal tourism, karena memang bagus untuk itu,” ujar Arief.

Dia mengatakan, ada beberapa hal yang bisa membuat sebuah destinasi wisata atau hotel dan sebagainya mendapaf kategori halal. Misalnya saja seperi hotel yang menyediakan peralatan solat dan restoran yang menyediakan makanan halal.

Untuk mendukung Indonesia mendapat penghargaan dalam ajang tersebut, Anda bisa ikut berpartisipasi dengan voting di link berikut http://whtsexpo.com/the-world-halal-travel-awards-2015

cnnindonesia.com

======================================

Sekolah di Malaysia Libur 2 Hari karena Kabut Asap

Malaysia telah menutup sebagian besar sekolah di negaranya selama dua hari, Senin dan Selasa, untuk melindungi anak-anak dari kabut tebal berbahaya imbas asap pembakaran hutan di negara tetangga, Indonesia.

Hingga saat ini, indeks polusi udara di kawasan Shah Alam, ibu kota Selangor, mencapai level berbahaya. Selain itu, indikator tersebut membuat wilayah itu berstatus tidak sehat dibandingkan daerah lain, dikutip The Telegraph.

Selain itu, jarak pandang yang sangat minim memaksa beberapa bandara ikut ditutup selama berjam-jam, Minggu waktu setempat. Bahkan, pemerintah setempat mengklaim bahwa ajang maraton tahunan yang populer di Kuala Lumpur ikut dibatalkan gara-gara asap tersebut.

Wakil Perdana Menteri Zahid Hamidi mengatakan, upaya Jakarta (pemerintah pusat) untuk menindak sumber api yang diduga dilakukan petani masih kurang.

Menurut Zahid, Pemerintah Indonesia harus mencari lebih banyak bantuan dari negara tetangganya di Asia Tenggara guna mengatasi masalah tahunan tersebut.

Terakhir kali, kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap terjadi pada tahun 1990-an. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan hukuman berat bagi mereka yang terlibat dalam pembakaran hutan.

Namun, pemerintahnya memerlukan waktu selama tiga tahun untuk memecahkan masalah tersebut.

Pasalnya, sebagian besar pelanggar diduga berasal dari perkebunan kelapa sawit serta perusahaan kayu dan kertas.

Menanggapi hal itu, Zahid menyambut baik langkah-langkah yang diumumkan oleh Jokowi. Namun, estimasi waktu yang ditentukan selama tiga tahun dianggap terlalu lama.

“Kami berharap komitmen tidak hanya di atas kertas atau sekadar pernyataan menyenangkan di telinga, tetapi melalui pelaksanaan yang bisa mengakhiri semua masalah kabut,” kata Zahid dikutip kantor berita nasional Malaysia, Bernama.

Sementara itu, Departemen Meteorologi Malaysia memprediksi bahwa kabut tersebut akan segera hilang saat dimulainya musim hujan dalam waktu dekat.

Hingga saat ini, persoalan kabut tersebut tidak hanya dialami negara Malaysia. Terbaru, kabut juga dilaporkan terlihat di kawasan Thailand selatan, khususnya di provinsi Songkhla, Trang, Yala, dan Pattani, yang paling dekat dengan Malaysia.

Meskipun tidak ada pendataan terkait indikator polusi, keberadaan kabut tersebut tetap berimbas terhadap minimnya jarak pandang.

kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 + 19 =