Fast Break 7 September 2015 jam 10.00
FastBreak , September 8, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Selfie dengan Trump, Fadli Zon Dituding Langgar Kode Etik DPR

fadli

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon dituduh telah melanggar kode etik dalam UU MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3) karena aksi foto bersamanya dengan bakal calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump.

Menurut Manager Advokasi dan Investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Apung Widadi, pimpinan dan anggota DPR seharusnya menjaga kewibawaan lembaga perwakilan rakyat tersebut saat dimanapun mereka berada.

“Mereka melanggar kode etik UU MD3, dimana mereka harus menjaga kewibawaan DPR dimanapun. Mereka seolah-olah tidak menjaga wibawa DPR dengan foto bersama seperti itu,” ujar Apung saat dihubungi, Minggu (6/9).

Sebelumnya, Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan Junimart Girsang mengatakan pihaknya akan mengkaji kehadiran pimpinan DPR dalam kampanye Trump meski belum ada laporan resmi ke lembaganya.

Politikus PDIP ini menjelaskan bahwa kajian tanpa pengaduan dapat dilakukan sepanjang MKD menemukan indikasi pelanggaran etika. Junimart mengatakan MKD akan menggelar rapat pimpinan terkait perkara ini, Senin (7/9) esok.

“Kami lihat isu yang beredar di berita, protes keras dari teman anggota dan yang mau melaporkan ke MKD (dan) tanpa laporan, kami akan melakukan kajian,” ujar Junimart.

Pada pasal 223 UU MD3 disebutkan bahwa “anggota DPR yang diduga melakukan pelanggaran sumpah/janji, kode etik, dan/atau tidak melaksanakan kewajiban sebagai anggota diberi kesempatan untuk membela diri dan/atau memberikan keterangan kepada Mahkamah Kehormatan Dewan.”

Melihat isi UU tersebut, tidak menutup kemungkinan adanya pemanggilan yang dilayangkan MKD kepada Fadli maupun koleganya.

Foto Wakil Ketua DPR Setya Novanto dan Fadli Zon bertemu dengan Trump tersebar di sejumlah media asing sejak Kamis (3/9).

Dalam foto yang diambil oleh kantor berita Reuters, Setya terlihat berada di sisi Trump ketika Trump tengah meluncurkan siaran pers dengan Komite Nasional Partai Republik, RNC di Trump Tower di Manhattan, New York pada Kamis.

Dalam akhir konferensi pers, Trump memperkenalkan Setya Novanto kepada publik. Setya dilaporkan hadir di acara itu bersama dengan rombongannya.

“Apakah warga Indonesia menyukai saya?” kata Trump, dikutip dari CBS. Pertanyaan itu dijawab Setya dengan singkat, “Ya, sangat, terima kasih banyak.”

cnnindonesia.com

================================================================================

Hamilton Raih Kemenangan Ketujuh Musim Ini

Pebalap Mercedes, Lewis Hamilton, berhasil finis pertama pada balapan Formula 1 Italia di Sirkuit Monza, Minggu (6/9/2015). Sebastian Vettel (Ferrari) dan Felipe Massa (Williams) finis kedua dan ketiga.

Kemenangan ketujuh Hamilton musim ini tersebut masih dalam penyelidikan stewards menyusul tekanan ban mobilnya yang berada di bawah batas minimum yang ditetapkan. Begitu juga dengan mobil rekan satu timnya, Nico Rosberg .

Hamilton yang start dari pole position menguasai balapan sejak awal. Vettel yang start dari posisi ketiga memberi perlawanan ketat. Rosberg akhirnya gagal finis setelah mengalami kerusakan mesin saat balapan tersisa dua putaran.

Kimi Raikkonen yang untuk kali pertama start dari baris pertama sejak 2013 mendapat masalah saat memulai balapan. Mobilnya tidak bergerak saat start dilakukan.

Posisinya langsung merosot ke urutan ketiga terakhir. Namun, dia berhasil merangkak naik hingga akhirnya finis kelima.

Jika dari hasil penyelidikan terbukti bahwa Mercedes melakukan kesalahan untuk ukuran tekanan ban, Hamilton bisa dikenai penalti penambahan waktu 25 detik. Ini berarti bahwa Hamilton akan tetap resmi menjadi juara GP Italia karena dia finis 25 detik lebih cepat dari Vettel.

kompas.com

================================================================================

18 WNI Korban Kapal Tenggelam di Malaysia Teridentifikasi

Jumlah korban kapal tenggelam di Sabak Bernam, Malaysia yang membawa penumpang warga negara Indonesia (WNI) sudah 18 korban tewas yang telah teridentifikasi.

“Sekarang sudah 18 jenazah yang teridentifikasi tapi detailnya belum lengkap,” kata Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Hermono dalam keterangannya di Kuala Lumpur, Minggu (6/9/2015).

Dikatakannya, sebanyak 7 jenazah, penumpang kapal tenggelam tersebut akan dipulangkan ke Tanah Air.

Dalam hal ini, pihak KBRI Kuala Lumpur telah membentuk posko di Rumah Sakit Ipoh untuk membantu keluarga mengidentifikasi korban meninggal dan memfasilitasi pemakaman/repatriasi jenazah ke Indonesia.

Sementara itu, 12 lagi jenazah korban kapal tenggelam ditemui oleh tim pencari sehingga jumlah korban keseluruhan sudah 63 orang.

Ketua Polisi Daerah Hilir Perak, Asisten Komisioner Mohd. Shuhaily Mohd. Zain mengatakan jenazah korban tewas itu ditemukan kira-kira lapan batu nautika dari lokasi kejadian yaitu di perairan Sungai Bernam, Selangor.

Adapun dua jenazah yaitu seorang lelaki dan seorang lagi perempuan telah dibawa naik dari pelabuhan, Senin pagi.

Sebelumnya diberitakan perahu yang dinaiki oleh WNI karam di Perairan Sabak Bernam, Selangor, Malaysia pada kedudukan 9 mil laut barat daya, Tanjung Sauh, pada Kamis (3/9).

Perahu itu dinaiki sekitar 70 orang pendatang ilegal asal Indonesia yang diduga berangkat dari Kuala Sungai Bernam menuju Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.

kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × four =