Fast Break 7 September 2015 jam 17.00
FastBreak , September 8, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

November Mendatang, WHO Kampanyekan ‘Use Antibiotic Rationally’

obat

Salah satu masalah kesehatan di tingkat global adalah resistensi antibiotik. Untuk mengatasi hal ini, WHO menggunakan salah satu cara yakni melalui kampanye.

Rencananya, kampanye bertajuk World Antibootic Awareness Week akan digelar selama sepekan yaitu sejak 16-22 November mendatang. Setiap kampanye akan menggunakan tagar #AntibioticResistance.

“Tujuannya kita ingin meningkatkan kesadaran masyarakat agar antibiotik bisa digunakan secara rasional. Sebab, kini resistensi antibiotik merupakan masalah kesehatan di tingkat global yang membutuhkan perhatian,” kata dr Rajesh Bhatia, Chief Scientific Advisor to the Regional Director, WHO-SEARO.

WHO memperkirakan, jika situasi ini terus terjadi, diperkirakan pada tahun 2050 jumlah orang yang meninggal akibat resistensi antibiotik bisa mencapai 10 miliar. Hal tersebut disampaikan dr Bhatia dalam Media Workshop 68th Session of WHO Regional Committee Meeting for South-East Asia di Timor Plaza, Dili, Timor Leste dan ditulis pada Senin (7/9/2015).

dr Bhatia menambahkan, resistensi antibiotik memang menjadi salah satu fokus bahasan dalam pertemuan WHO kali ini yang digelar 7-11 September 2015. Nantinya, pakar kesehatan dan juga delegasi dari negara anggota akan berkumpul untuk menyatukan pendapat guna membuat panduan apa saja langkah yang bisa dilakukan secara global untuk mengatasi masalah ini.

“Resistensi antibiotik terjadi ketika pemberian antibiotik sudah tidak responsif sehingga penyakit infeksi sudah tidak bisa disembuhkan,” lanjut dr Bhatia.

Data WHO, lanjut dr Bhatia, mengungkapkan bahwa sepsis (peradangan di seluruh tubuh akibat infeksi-red) membuat 1 bayi baru lahir meninggal tiap 5 menit akibat antibiotik tidak lagi efektik karena penggunaan antibiotik dengan dosis tidak tepat.

“Memang problem ini sangat kompleks dan butuh penanganan tidak hanya di satu bidang saja dan oleh satu pihak saja,” pungkas dr Bhatia.

detik.com

================================================================================

Tiga Calon Arsitek Dunia Perombak Sentul untuk MotoGP

Pihak manajemen Sirkuit Sentul sudah mengumumkan kalau proses pemugaran akan dilakukan mulai awal 2016. Supaya efektif, rencana renovasi lintasan balap sepanjang 4,12 km dan 11 tikungan ini bakal mendapat masukan dari tiga kandidat desainer sirkuit kawakan.

Ketiga desainer ini sudah mendapatkan rekomendasi dari pihak penyelenggara MotoGP, Dorna. Mereka, bahkan sudan sempat datang ke Indonesia, masing-masing dengan kelebihan dan pengalaman yang dimiliikinya masing-masing. Lantas siapa saja mereka, simak penjabaran berikut ini:

Hermann Tilke

Desainer asal Jerman ini merupakan mantan pembalap, sekaligus insinyur. Kemampuannya dalam merekayasa trek lurus, tikungan, sampai fasilitas sirkuit Formula 1 sudah tidak perlu diragukan. Nama-nama sirkuit besar, seperti Sepang di Malaysia, Sakhir (Bahrain), Shanghai International Circuit, Istanbul Park Racing Circuit, Valencia Street Circuit, Marina Bay Street Circuit, Yas Marina Circuit, Korea International Circuit, dan Buddh International Circuit (India) merupakan hasil karya tangan dinginnya.

Jarno Zaffelli

Pria berkebangsaan Italia ini merupakan pemilik sekaligus pendiri rumah desain Dromo Racetrack Design. Dengan latar belakang sarjana teknik, desainer ini dikabarkan telah menyiapkan desain model tiga dimensi untuk renovasi Sirkuit Sentul. Zeffelli merupakan sosok di belakang suksesnya renovasi Sirkuit Mugello di Italia dan Termas de Rio Hondo di Argentina.

Dafydd Broom

Merupakan Direktur Desain di konsultan desain Apex Circuit Design Ltd, Inggris. Berlatar belakang sarjana teknik, Broom menjadi nama terakhir yang datang ke Indonesia, Juli lalu. Fokus utama konsultan ini adalah mendesain sirkuit sesuai standar FIA, FIM, dan CIK sebagai federasi balap internasional dunia.

Telah ditunjuk menjadi mitra FIA Institute sebagai penasihat sejak 2010, termasuk memberikan konsultasi terhadap fasilitas balap di negara-negara berkembang. Selain itu, perusahaan ini juga banyak membantu para pabrikan dunia, mengembangkan sirkuit tes sesuai kebutuhan klien.

Kompas.com

================================================================================

1.000-an Warga Pekanbaru Gelar Salat Istisqa

Sekitar 1.000 warga Pekanbaru pagi ini menggelar salat Istisqa. Salat ini dilaksanakan di halaman Masjid Agung Annur untuk minta hujan.

Sejak pagi, umat muslim memadati halaman Masjid Agung Annur Pemprov Riau, di ruang Jl Hangtuah, Pekanbaru, Senin (7/9/2015). Mereka berdoa agar kebakaran hutan bisa dipadamkan. Ini karena kabut asap yang semakin menggila dan melumpuhkan dunia pendidikan, sektor bisnis, dan menimbulkan penyakit. Kemarau panjang membuat sejumlah orang tak bertanggung jawab membakar lahan untuk membuka perkebunan sawit dan karet.

“Alhamdulillah, salat yang kita gagas ini ramai dikunjungi masyarakat. Begitu juga dihadiri Plt Gubernur Riau, kesatuan TNI, Polri, serta anak sekolah dan sejumlah alim ulama,” kata Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Sugeng Putut Wicaksono, kepada detikcom.

Pelaksanaan salat minta hujan ini, kata Putut, memohon rida dari Allah SWT agar menurunkan rahmatnya berupa hujan di Riau.

“Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Riau dari lintas instansi sudah maksimal. Lewat salat Istisqa ini kita memohon rida Allah SWT semoga diturunkan hujan agar asap segera hilang,” kata Putu.

Saat ini, 6 juta rakyat Riau menghirup asap dari kebakaran hutan. Kebakaran hutan dan lahan sudah berlangsung sejak Juni lalu. Namun kondisi kian parah pada akhir Agustus hingga September ini.

Lebih dari 3.600 hektare lahan di Riau terbakar. Belakangan asap sudah melumpuhkan Bandara Pekanbaru. Dunia pendidikan juga diliburkan. Ribuan masyarakat Riau terserang penyakit infeksi saluran pernafasan akut.

Begitupun Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman. belum bersedia meningkatkan status dari Siaga menjadi Tanggap Darurat. Andi Rachman, panggilan Arsyadjuliandi Rachman, yakin timnya akan mampu menuntaskan kebakaran yang terjadi saat ini.

Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger juga mengungkapkan, bahwa asap yang parah hari ini tidak hanya berasal dari Riau saja. Melainkan asap juga disuplai dari Sumsel dan Jambi.

“Kita akan berusaha maksimal dalam upaya pemadaman,” kata Edwar yang mendukung Plt Gubernur Riau untuk tidak meningkatkan status Tanggap Darurat yang akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat.

detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten + twenty =