Fast Break 8 Oktober 2015 jam 10.00
FastBreak , October 8, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Hujan Lebat Disertai Angin di Bandung, Puluhan Pohon Tumbang

bandung

Kota Bandung diguyur hujan lebat disertai angin kencang, Rabu (7/10/2015) sore. Peristiwa ini menyebabkan puluhan pohon besar tumbang hingga melintang ke tengah jalan.

“Tercatat, ada 31 lokasi pohon tumbang di Kota Bandung,” kata Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamanan Kota Bandung, Arief Prasetya kepada Kompas.com.

Hujan yang sangat deras disertai angin kencang membuat beberapa yang pohon tumbang sampai tercabut hingga ke akar-akarnya. “Pohon tumbang yang tercabut dengan akarnya terdapat di lima lokasi,” kata Arief.

Lokasi tumbangnya pohon-pohon itu adalah Jalan Ir. H. Djuanda (Jalan Dago) tepat di samping Bank Central Asia (BCA), Jalan Hegarmanah, Jalan Ganeca (sekitar kampus ITB), Jalan Sidomukti dan Jalan Lombok. Bahkan, sejumlah mobil rusak berat akibat tertimpa pohon. “Sampai saat ini yang dilaporkan baru ada empat kendaraan yang tertimpa,” tambah Arief.

Beruntung tidak ada korban jiwa atas peristiwa ini namun arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang terdapat pohon tumbang sempat lumpuh. Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengatakan, kejadian pohon tumbang memang tak bisa diprediksi. Tumbangnya pohon, kata dia, kemungkinan karena umurnya sudah tua. “Pohon itu kan ada umurnya juga,” kata pria yang akrab disapa Emil ini.

Pemkot Bandung berupaya mencegah atau setidaknya mengurangi terulangnya peristiwa serupa dengan cara melakukan peremajaan pohon. “Kita lakukan peremajaan pohon, jadi kita cek, nah, pohon yang sudah tua ditebang dan kita remajakan, ditanam lagi pohon baru,” ujar Emil.

kompas.com

—————————————————————————————————————————————–

Anggota Jemaah Haji Indonesia yang Meninggal di Mina Menjadi 120 Orang

Tim Petugas Penyelenggara Ibadah Haji kembali mengidentifikasi 17 anggota jemaah haji Indonesia yang meninggal dalam musibah di Mina, Arab Saudi. Sebelumnya, jenazah WNI yang teridentifikasi sebanyak 103 orang, yang terdiri dari 98 anggota jemaah haji Indonesia dan lima WNI yang bermukim di Arab Saudi.

“Hari ini, tim PPIH kembali mengidentifikasi 17 jenazah (anggota) jemaah haji Indonesia sehingga total menjadi 120 jenazah yang sudah teridentifikasi,” ujar Kepala PPIH Daerah Kerja Mekkah Arsyad Hidayat melalui siaran pers, Rabu (7/10/2015).

Adapun ke-17 anggota jemaah haji Indonesia yang baru teridentifikasi ialah sebagai berikut.

1) Yoyom Maryam Abdullah, JKS 61, B 1200064;

2) Tintin Mulyatin Ahmad Sujadin, JKS 61, B 0933088;

3) Euis Komariah Muharam, JKS 61, B 072431;

4) Ira Kusmira Dede Herlan, JKS 61, B 0733174;

5) Rumiyati Muhnyono Azali, JKS 61, B 0733174;

6) Ade Sutarna Atang, JKS 61, B 0932992;

7) Suparman Sarkosih Lamiri, JKS 61, B 0476613;

8) Rohendi Iskandar Hadiwinata, JKS 61, B 0476603;

9) Dikdik Mochamad Tasdik, JKS 61, b 0733180;

10) Dahlan Djambek Ardiwijaya Atan, JKS 61, A 7026768;

11) Sugeng Triyanto Soeratman Hadimulyo, SOC 62, B 0876704;

12) Wati Ibrahim Saman, SUB 28, B 1027953;

13) Zaini Mauelan Ishaq, SUB 48, A 6884560;

14) Masykur Atmino Asti, SUB 48, B 1023173;

15) Siti Asyiah Paijan Wiryo, SUB 36, B 1021771;

16) Mulyono Demo Kamijan, SUB 36, B 1021803;

17) Lasikki Laompo Rahman, UPG 10, B 0693314.

Arsyad mengatakan, bertambahnya 17 jenazah ini juga merupakan hasil identifikasi jenazah yang ada di tempat pemulasaraan Mu’aishim. Selain itu, dikabarkan sebanyak delapan orang masih belum ditemukan.

Adapun rincian anggota jemaah haji yang belum teridentifikasi ialah dari BTH 14 sebanyak tiga orang dan JKS 61 sebanyak lima orang.

“Kami dari tim yang terdiri dari petugas haji Indonesia, baik dari unsur Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, TNI, juga dibantu dari tim DVI Mabes Polri dan perwakilan KJRI Jeddah akan senantiasa berupaya menemukan dan menelusuri jemaah yang dilaporkan belum kembali saat ini,” kata Arsyad.

kompas.com

—————————————————————————————————————————————–

Tahun Depan, Seluruh Kabupaten dan Kota di DIY Bakal Miliki Kampung KB

Dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk, menengok program KB kini seolah telah mati, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan membuat program baru yakni Kampung Keluarga Berencana (KB).

Program ini nantinya juga akan masuk di DIY.

Kepala BKKBN, Surya Chandra Surapaty PhD mengatakan, nantinya di tiap kabupaten dan kota di DIY akan memiliki Warung KB.

Namun untuk pendirian awalnya, diutamakan untuk daerah yang miskin, padat penduduk dan akses kesehatan kurang.

“Di DIY pasti ada. Ini program nasional. Tapi nanti daerah sendiri yang menentukan ingin ada atau tidak. Juga diutamakan bagi daerah yang miskin, padat penduduk dan akses kesehatan kurang,” papar Surya, sapaan akrabnya saat mengisi kuliah umum di Akademi Kebidanan Yogyakarta (Akbidyo), Rabu (7/10/2015).

Dia menambahkan, dasar program Kampung KB ini yakni UU no 52 tahun 2009. Tak hanya itu, Warung KB diselenggarakan guna menyukseskan agenda ke-5 nawacita pemerintah Jokowi JK yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

tribunjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 − one =