Fast Break 8 Oktober 2015 jam 14.00
FastBreak , October 8, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Blatter disebut hadapi skors 90 hari dari FIFA

fb pagi

Presiden FIFA Sepp Blatter menghadapi skors 90 hari dari sepak bola jika hakim etik organisasi sepak bola itu mendukung rekomendasi para jaksa, kata teman dekat dan mantan penasehat Blatter kepada Reuters.

Sosok yang lama menjadi orang kepercayaan Blatter Klaus Stoehlker mengatakan keputusan oleh hakim hans-Joachim Eckert pada skors sementara diperkirakan diputuskan pada Jumat.

“Tidak ada keputusan final, ini merupakan rekomendasi dari bagian bawah Komite Etik kepada bagian atas,” kata Stoehlker, yang menambahi bahwa Blatter telah diinformasikan mengenai perkembangan yang ada.

“Presiden Blatter akan berada di kantornya di FIFA besok,” ucapnya.

Juru bicara FIFA mengarahkan pertanyaan kepada para pengacara Blatter yang berasal dari AS, yang tidak merespon permintaan untuk berkomentar. Juru bicara untuk Eckert menolak berkomentar. Juru bicara untuk Kamar Penyelidikan Komite Etik tidak dapat dimintai komentarnya saat ini.

Para jaksa Swiss pada bulan lalu membuka penyelidikan kriminal terhadap Blatter terkait kontrak hak-hak televisi Piala Dunia Karibia yang ia tandatangani, dan pembayaran sebesar dua juta franc Swiss kepada Michel Platini pada 2011, di mana status Platini oleh jaksa agung Swiss masih berada antara saksi dan terduga bersalah.

Keduanya menolak tudingan telah melanggar peraturan. Laporan-laporan media mengindikasikan bahwa Platini juga diperiksa oleh Komite Etik. Terikat oleh peraturan-peraturan kerahasiaan, Komite Etik FIFA tidak berkomentar mengenai apakah Platini saat ini sedang menjalani pemeriksaan. Juru bicara Platini saat ini tidak dapat dimintai komentarnya.

antaranews.com

—————————————————————————————————————————————–

Kota Yogya Siap Terapkan 5 Hari Sekolah

Baru-baru ini, Kepala Dinas Pendidikan Se-DIY rapat mengenai kebijakan siswa belajar di sekolah hanya lima hari dalam seminggu, seperti beberapa daerah lainnya.

Saat ini, sekolah di DIY masih menerapkan kebijakan siswa belajar di sekolah selama enam hari.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Edy Hery Suasana mengungkapkan, pihaknya tidak keberatan jika di Kota Yogyakarta akan diterapkan siswa belajar di sekolah hanya lima hari.

Menurutnya masyarakat di wilayahnya cukup akomodatif.

“Saat rapat Kepala Dinas Pendidikan se-DIY, kami tidak ada persoalan untuk penerapan lima hari belajar di sekolah. Saya rasa masyarakat Jogja cukup akomodatif,” ucap Edy, sapaan akrabnya kepada Tribun Jogja, Rabu (7/10/2015).

Akan tetapi sebelum kebijakan baru itu diterapkan, Edy berharap bahwa dampaknya diperhitungkan dahulu.

Pasalnya, ketika sekolah dibuat lima hari, hal itu sama saja dengan membuat mata pelajaran yang sebelumnya dilahap selama enam hari menjadi lima hari.

Dia mencontohkan untuk jam belajar. Dengan diberlakukan kebijakan itu, otomatis siswa yang sebelumnya sekolah hingga sore hari, bisa menjadi hingga malam hari.

Aspek bagaimana nantinya siswa makan siang atau makan sore, berarti harus diperhatikan.

“Untuk di full day school yang sudah ada, biasanya menyiapkan makan juga untuk anak didik. Untuk sekolah negeri yang menerapkan, misalnya, nantinya bagaimana. Apakah siswa membawa bekal atau sekolah menyiapkan katering. Hal kecil seperti ini harus diperhitungkan,” katanya.

Kemudian untuk kegiatan ekstra kulikuler bagi siswa. Katanya dengan lima hari belajar, apakah kegiatan ekstrakulikuler akan dilaksanakan pada malam harinya.

Terlebih di SMAN 1 dan SMAN 3 Yogyakarta, terdapat puluhan ekstrakulikuler.

“Atau ekstrakulikuler diadakan di hari Sabtu. Tapi kalau begitu, sama saja siswa di sekolah selama enam hari,” jelas Edy.

Selain itu, siswa di Kota Yogyakarta diakuinya mayoritas berasal dari luar kota. Apabila waktunya tersita hingga malam di sekolah, bagaimana dengan waktu belajarnya di rumah.

Namun demikian jika hal semacam itu sudah ditemukan solusinya, dirinya tak segan menerapkan lima hari belajar di sekolah.

“Pada prinsipnya kami siap. Tapi dengan sebelumnya, hal-hal terkecil harus ditemukan solusinya terlebih dahulu,” paparnya.

tribunjogja.com

—————————————————————————————————————————————–

Aviastar Beri Santunan Rp 1,25 Miliar untuk Keluarga Korban

Direktur operasional maskapai penerbangan Aviastar, Pietrus Budiraharjo, menyatakan, perusahaan itu akan memberikan santunan kepada keluarga semua korban kecelakaan masing-masing sebesar Rp 1,25 miliar.

“Sesuai dengan undang-undang penerbangan yang berlaku, masing-masing korban akan diberi santunan Rp 1,25 miliar,” ujar Pietrus saat ditemui wartawan di sela-sela penyerahan delapan jenazah korban jatuhnya pesawat Aviastar di RS Bhayangkara, Makassar.

Sebelumnya dua jenazah korban Aviastar sudah diambil keluarganya, yakni penumpang Nurul Fatimah (25) dan teknisi pesawat, Sukris Winarto (43). Sisanya delapan jenazah lainnya, yaitu Kapten Iri Afriadi, kopilot Yudhistira, penumpang Lisa Falentin, Riza Arman, Sakhi Arqam, M Natsir, Afif (1), dan Raya Adawiah (3 ).

Sementara itu, Kapolda Sulselbar Inspektur Jenderal Pudji Hartanto Iskandar mengatakan agar pihak keluarga tidak membuka peti jenazah.

“Saya turut berbelasungkawa dalam musibah kecelakaan pesawat itu. Semua jenazah sudah diidentifikasi dan kami serahkan langsung kepada keluarga. Saya berharap dan meminta kepada keluarga agar tidak membuka lagi peti jenazah karena semuanya sudah dimandikan, dikafani, dan bisa dishalatkan lalu (tinggal) dikebumikan,” ujar Pudji.

Selanjutnya, Pudji menyerahkan jenazah kepada masing-masing keluarga. Pihak keluarga lalu membawa jenazah dengan menggunakan ambulans yang sudah disiapkan.

kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − ten =