Fast Break 8 September 2015 jam 10.00
FastBreak , September 8, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Jajaran penyidik direktorat reserse narkoba Polda DIY, menemukan kasus narkotika jenis baru

naroba

Kasus tersebut terungkap saat pihaknya melakukan penangkapan atas empat orang pengguna yang salah satunya di bawah umur.

Dari penyelidikan awal, ke empat pengguna tersebut diamankan pada 24 Agustus di rumah kosan daerah Krapyak dan diduga mengonsumsi narkotika jenis ganja. Akan tetapi saat dilakukan tes urine ke empatnya dinyatakan negativ.

Penyelidikan kepolisian berlanjut dengan mengirimkan narkotika jenis baru tersebut ke Laboratorium Forensik Mabes Polri Semarang.

Dari hasil laboratorium, tanaman herbal mengandung zat Baicaline, yang apabila dikonsumsi akan mendapatkan efek seperti menggunakan ganja.

“Keempatnya tidak kami tahan karena jenis baru ini tidak termasuk dalam tabel narkotika atau psikotropika yang tertuang dalam UU no 35 tahun 2009,” ujar Direktur Reserse Narkoba Polda DIY Kombes Pol Andi Fairan.

Dari pengakuan pengguna, jenis tanaman herbal yang mereka konsumsi bernama Good Shit dan didapat dengan memesan dari pengedar asal Bandung.

Saat ini pihak kepolisian tengah berkoordinasi dengan kementrian kesehatan agar jenis narkoba dengan zat Baicaline dapat dimasukan dalam tabel di Undang-Undang No 35 tahun 2009 tentang narkotika dan psikotropika.

tribunjogja.com

================================================================================

Pemerintah Riau Laporkan 12 Perusahaan Penyumbang Asap

Dinas Kehutanan Provinsi Riau melaporkan 12 perusahaan hutan tanaman industri (HTI) karena ribuan hektar lahan operasinya terbakar. Hasil kebakaran lahan dan hutan ini menjadi penyumbang asap terbesar yang sudah menyelimuti Riau beberapa pekan terakhir.

“Laporan ini akan dilayangkan ke Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup,” kata Kepala Dinas Kehutanan Riau, Fadrizal Labay, di Lanud Roesmin Nurjadin (RSN) Pekanbaru, Senin (7/9/2015).

Laporan ke Dirjen Penegakkan Hukum Kemen LH tersebut menjadi salah satu tindakan tegas bagi perusahaan yang tidak menjaga lahan mereka dari kebakaran. “Itu areal HTI semua, harus ada sanksinya. Ini harus dievaluasi,” ucap Fadrizal.

Dia mengatakan, lokasi terbakarnya areal HTI tersebut tidak berada jauh dari lokasi pabrik perusahaan tersebar di Riau. Menurut dia, total luas kebakaran lahan di perusahaan HTI mencapai 1.200 hektar.

Kendati demikian, Fadrizal belum bersedia mengungkapkan identitas 12 perusahaan yang dilaporkan berikut lokasi operasinya. Jika nama perusahaan diungkap, kata dia, akan mengganggu proses penegakkan hukum yang akan dilakukan oleh Dirjen.

“Inisial perusahaannya nanti saja. Nanti itu bisa terjadi penghilangan barang bukti. Jadi biar proses Dirjen Penegakan Hukum Kementerian LHK berjalan maksimal,” kata dia.

Namun dia memberi kisi-kisi, 12 perusahaan tersebut merupakan anak perusahaan dan bekerjasama dengan dua perusahaan besar pemegang HTI di Provinsi Riau. Dua grup besar pemegang konsesi HTI tersebut memiliki anak perusahaan yang berbadan hukum perseroan terbatas.  “Secara badan hukumnya kan ada 58 perusahaan, tetapi kan kalau grupnya dua, larinya nggak jauh-jauh ke situ,” ujar Fadrizal.

liputan6.com

================================================================================

Bulan Depan, Ada Rambu Hijau Khusus Sepeda di Yogya

Demi meningkatkan kenyamanan berkendara bagi pengguna moda transportasi sepeda, Dinas Perhubungan Kota Yogya berencana membuat lampu alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) di beberapa titik di Kota Yogya.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Dinas Perhubungan Kota Jogja, Golkari Made Yulianto, menuturkan,rencana pembuatan rambu APILL ini bertujuan untuk memfasilitasi pengendara sepeda agar lebih aman berkendara.

Ia mengatakan, selama ini rambu APILL untuk sepeda dan baik untuk kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat tak pernah dibedakan.

Padahal, secara teknik, kendaraan bermotor memiliki kecepatan yang lebih besar daripada sepeda biasa. Sehingga dikhawatirkan potensi kecelakaan akan lebih besar.

“Selama ini berbarengan antara sepeda onthel sama sepeda motor atau mobil, sehingga bisa sangat berbahaya bagi mereka, pengguna sepeda ontel,” ujar Golkari, Senin (7/9/2015).

Pembuatan APILL khusus pengendara sepeda ini, khusus untuk rambu peringatan jalan atau rambu hijau.

Jika semula, rambu hijau untuk semua pengendara bersamaan, dengan alat APILL khusus sepeda, rambu hijau untuk sepeda akan didahulukan selama beberapa detik.

Pengadaan APILL rambu hijau untuk sepeda ini dalam tahap lelang, dan akan direalisasikan pada tahun 2015 ini melalui anggaran Danais.

Rambu khusus sepeda ini akan ditempatkan di jalan strategis, seperti di Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Senopati, dan Jalan Sultan Agung.

“Penambahan rambu hijau ini rencana bulan Oktober mendatang, sekarang masih dalam tahap lelang,” ujar Golkari.

Pemerhati dan Aktivis Sepeda Yogya, Yoan Vallone, menyambut baik rencana penambahan rambu khusus pesepeda.

Selama ini, masalah pesepeda di jalan salah satunya ketika pesepeda serba salah ketika berhenti di lampu merah, karena tak ada pembedaan antara rambu pesepeda dan kendaraan bermotor.

Ia meminta dinas perhubungan mengikutsertakan seluruh komunitas dan aktivis sepeda untuk membahas penambahan rambu ini.

Ia berharap rambu khusus pesepeda ini dapat dipasang diseluruh wilayah di Yogya, agar tatanan kota Yogya yang ramah sepeda akan semakin muncul.

“Disini bukan berbicara komunitas pesepeda saja, karena banyak sekali masyarakat yang masih menggunakan sepeda sebagai basis transportasi mereka. Seperti tukang becak, pedagang keliling, maupun pekerja, semuanya masih menggunakan sepeda,” ujar Yoan, Senin (7/9/2015).

tribunjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + 19 =