Fast Break 8 September 2015 jam 14.00
FastBreak , September 8, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Ridwan Kamil Tolak Uber dan Grab Taxi di Bandung

grab taxi

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akhirnya mengambil keputusan terkait keberadaan Uber dan Grab Taxi. Dia mengatakan, Pemerintah Kota Bandung menolak keberadaan kedua moda transportasi berbasis aplikasi itu.

Keputusan tersebut diambil Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, setelah dirinya mendapatkan hasil dari seminar bertema “Fenomena Moda Transportasi Baru Kota Bandung di Era Digital” yang dilaksanakan pada Senin (24/8/2015).

“Tim dari seminar sudah lapor dari berbagai aspek, teknis, kelaikan, serta situasi ekonomi dan aspek legal. Karena legalitasnya ada problem, Uber dan Grab itu dilarang beroperasi di Bandung. Namun, kami coba fasilitasi jika mau melegalisasi,” kata Ridwan Kamil saat ditemui di Pendapa Kota Bandung, Senin (7/9/2015) sore.

Emil menambahkan, Uber dan Grab Taxi bisa mendapat restu dari pemerintah asal memenuhi beberapa syarat. “Harus berbadan hukum, membayar pajak dan asuransi, ada tempat domisili (kantor), dan harus menguningkan pelat nomor,” ucapnya.

Potensi pelegalan Uber dan Grab Taxi pun sangat besar. Menurut dia, saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah menambah jatah taksi di Bandung sebanyak 800 unit. “Oleh karena itu, kami akan bikin sistem, dan adil. (Uber dan Grab) bisa memungkinkan untuk dapat bagian. Kalau aspek legal terpenuhi, bola tinggal di mereka saja,” ujar dia.

Meski terang-terangan menolak keberadaan Uber dan Grab, Emil tidak akan melayangkan surat pemberitahuan. Menurut Emil, dengan adanya pemberitaan di media, dia berharap pihak Uber dan Grab bisa menaati aturan.

“Dengan baca berita juga mereka tahu. Nanti ditelepon saja, tidak ada masalah. Saya imbau untuk taat aturan, kami koordinasi dengan Polisi dan Dishub untuk melakukan tindakan jika melanggar aturan,” tutupnya.

kompas.com

================================================================================

Absen Tiga Bulan, Pedagang Taman Kuliner Condongcatur Dicoret

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman meminta pedagang di Taman Kuliner Condongcatur untuk tetap buka meski tidak ada event yang digelar di ruang terbuka itu.

Hal tersebut dilakukan agar kegiatan di dalam Taman Kuliner Condongcatur tetap aktif.

Kepala UPT Taman Kuliner Condongcatur, Danu Wibawa Usahani mengatakan sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 48 tahun 2010, pedagang yang tidak buka selama tiga bulan berturut-turut akan dikenai sanksi berupa pencabutan hak atas penggunaan kiosbyang ada di Taman Kuliner.

Aturan tersebut diterapkan agar keberadaan Taman Kuliner sebagai ruang publik tetap eksis.

“Kendati demikian, aturan ini bukan sebagai ancaman bagi pedagang. Namun agar pedagang mengoptimalkan usahanya,” ungkapnya, Senin (7/9/2015).

Terkait dengan tutupnya sebagian besar pedagang pasca digelarnya FKY, Danu mengatakan hal tersebut lantaran saat ini sedang terdapat kegiatan pembersihan dan penataan perlengkapan yang digunakan saat FKY berlangsung.

Atas hal ini, pihaknya memberikan toleransi untuk tidak buka hingga Taman Kuliner sudah bersih.

“Ada pembongkaran, jadi wajar jika ada yang tidak buka. Kalau memang mau buka ya silahkan saja,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya juga memahami kondisi pedagang yang tidak setiap hari terdapat pengunjung.

Untuk itu, pihaknya tidak memaksa pedagang untuk buka setiap hari.

“Yang penting rutin, karena jika diwajibkan untuk buka setiap hari pedagang bisa rugi karena hasil yang didapat tidak sesuai dengan biaya operasional yang dikeluarkan,” paparnya.

Danu menjelaskan pihaknya terus mengupayakan mengenalkan potensi Taman Kuliner Condongcatur sebagai ruang publik dengan cara menggandeng berbagai komunitas untuk menggelar even di dalamnya.

Dengan semakin banyaknya even yang digelar, diharapkan memberikan dampak positif kepada pedagang berupa pemasukan omzet.

“Jika semakin dikenal maka diharapkan semakin ramai. Sehingga ada maupun tidak ada even yang digelar, Taman Kuliner tetap ramai ke depannya,” ujarnya menjelaskan.

Data Dinas Pasar Kabupaten Sleman, terdapat 120 kios yang tersedia di area ini. Kios tersebut dibagi antara 80 kios non-resto dan 40 kios resto.

Dari jumlah tersebut, hanya enam kios yang kosong. Danu menambahkan pihaknya saat sedang melakukan seleksi kepada calon pedagang yang akan menempati kios-kios tersebut.

“Saat ini banyak calon pedagang yang mengajukan permohonan untuk menggunakan kios. Namun prioritas kami adalah pedagang yang sudah memiliki pasar di luar Taman Kuliner. Sehingga apabila sepi pengunjung, usahanya tetap eksis,” kata dia.

tribunjogja.com

================================================================================

Ahok Bakal Sulap Jalan Thamrin jadi Tempat Hang Out

Gubernur DKI Jakarta, Basuki ‘Ahok’ Tjahja Purnama akan menyulap Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat. Orang nomor satu di Jakarta ini berencana akan menjadikan Jalan M.H Thamrin tempat jajanan di malam hari.

“Jadi istilah anak muda itu tempat hang out begitu. Bayangin hang out di Jalan Sudirman sampai Thamrin. Trotoarnya lebar terus saya kasih insentif dia (pemilik gedung) pasang LED di dinding-dinding gedungnya,” kata Ahok di Balai Kota Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2015).

Untuk memuluskan rencananya, Ahok akan memperlebar trotoar di sepanjang Jalan Thamrin. Lalu sejumlah cafe akan diperbolehkan berdiri untuk meramaikan suasana. Ahok juga menambahkan, kursi-kursi lebar akan diletakkan di sepanjang trotoar.

“Terus yang pagar (gedung) orang juga dibuka. Jadi langsung betul-betul nyambung (gedung dengan trotoar). Dan mereka Bisa gunakan lobbynya itu untuk bikin cafe atau restoran yang cepat saji, lalu diberi dinding kaca Nah itu betul-betul jadi hang out 24 jam untuk orang Jakarta,” ungkapnya.

Tak hanya mengubah wajah trotoar, Ahok juga memperbolehkan iklan nangkring di dinding gedung untuk meramaikan suasana seperti di kota New York. Untuk itu, mantan bupati Belitung Timur ini mengaku akan mensosialisasikan hal ini kepada pemilik gedung.

“Makanya saya minggu ini mau sosialisasi dulu ke pemilik gedung. Saya mau kasih dia insentif untuk boleh buka di bawah jadi cafe. Semua pemilik gedung juga bisa pasang iklan di gedung asal jadi orang bisa tambah ramai,” tukasnya.

metrotvnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × five =