Fast Break 9 September 2015 jam 10.00
FastBreak , September 9, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Kebakaran Hutan Meluas, Kalimantan Dikepung 1.247 Titik Api

Api berkobar membakar lahan warga di Kota Dumai, Riau, Senin (3/3). Kebakaran lahan dan hutan yang terus terjadi di Riau, kini telah mencapai luas sekitar 7.972 hektare dan asapnya mulai mencapai Singapura. ANTARA FOTO/FB Anggoro/ed/Spt/14.

Kebakaran hutan dan lahan masih mengepung wilayah Sumatera dan Kalimantan. Data dari Badan Nasional Pengendalian Bencana (BNPB) menunjukkan wilayah Kalimantan menjadi wilayah yang memiliki titik api terbanyak. Total ada 1.247 titik panas (hotspot) di Kalimantan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, data dari pantauan satelit Modis hingga pukul 17.00 Wib, terpantau 1.317 titik api (hotspot) di Sumatera dan Kalimantan, yaitu di Kaliamantan Barat 346, Kalimantan Selatan 102, Kalimantan Tengah 744, Kalimantan Timur 55, Jambi 3, Bangka Belitung 17, Lampung 3, dan Sumatera Selatan 47.

“Di Riau meski tidak terdeteksi hotspot, namun jarak pandang di Pekanbaru 200-500 meter pada pagi hari. Kualitas udara masih pada level Sangat Tidak Sehat hingga Berbahaya. Data sementara ada 6.287 hektar terbakar. Banyak sekolah-sekolah yang diliburkan. Kiriman asap dari Jambi dan Sumsel terus mengarah ke Riau,” kata Sutopo dalam keterangan rilisnya yang diterima Metrotvnews.com pada Selasa (8/9/2015).

Kebakaran hutan dan lahan di Jambi dan Sumsel lebih parah dibandingkan di Riau. Jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi mencapai 700 meter sampai 1.000 meter. Kualitas udara juga masih level Sangat Tidak Sehat. Walikota Jambi mengeluarkan maklumat meliburkan sekolah dari PAUD-TK hingga SMA.

Sutopo menambahkan, upaya penanganan kebakaran hutan masih seperti sebelumnya dengan operasi udara melalui hujan buatan dan pemboman air, operasi pemadaman di darat, penegakan hukum dan pelayanan kesehatan. Kata dia, diperlukan mobilisasi personil TNI dan Polri secara masif jika ingin kebakaran segera teratasi.

“Pengalaman keberhasilan operasi darurat asap pada tahun 2013 dan 2014 adalah pengerahan besar-besaran personil TNI dan Polri yaitu sekitar 3.000 personil untuk membantu pemadaman, patroli, penegakan hukum dan menjaga daerah-daerah yang sering dibakar. Tambahan personil TNI dan Polri dari Jakarta membantu satuan wilayah sangat efektif,” pungkas Sutopo.

“Publik cenderung pesimis terhadap lulusan IPDN sebagai penggerak perubahan. Di sinilah salah satu pentingnya reformasi IPDN, yaitu meraih atau mengembalikan ulang kepercayaan publik kepada IPDN,” tandas dia.

metrotvnews.com

================================================================================

RI Tuan Rumah Pameran Busana Muslim Dunia 2015

Guna mewujudkan indonesia sebagai pusat model muslim dunia, pertama kalinya Indonesia International Islamic Fashion and Productts ( IIIFP) di selenggarakan di Indonesia. Pameran yang akan berlangsung di Jakarta Convention Center pada tanggal 9-13 September 2015 ini akan di ikuti sekitar 300 peserta dari berbagai negara. Pameran yang mengambil tema kegiatan adalah “Ethnic Urbanovative”, yaitu menampilkan gaya urban yang kreatif dan inovatif namun tidak berlebihan.

“Kemenpar menyambut baik komunitas pecinta dan penggiat produk kreatif Indonesia menggelar acara ini dengan mempertunjukan kreativitas yang dapat menciptakan Tren Fesyen Muslim Dunia. Melalui kegiatan ini akan dikenal Indonesia sebagai pusat mode Islami dunia dan untuk mencapai harapan menjadi pusat trend busana muslim pada tahun 2020” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti di Jakarta, (08/09/2015).

Dijelaskan, Indonesia International Islamic Fashion and Products 2015 didukung oleh Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, dan Kementerian Luar Negeri serta disponsori oleh BCA , AGP dan Wardah Cosmetic.

Sementara itu, Ketua Panitia IIIFP 2015 Bathy Bestari mengatakan, kegiatan fashion show yang akan berlangsung pada hari pertama dan kedua, tanggal 9 dan 10 September 2015, menampilkan designer-designer Indonesia dan Mancanegara.

Designer Indonesia yang akan menggelar karyanya yaitu, Dian Pelangi, Jeny Tjahyawati, Ade Listiani, Boeyounq Male Moslem Collection, Errin Ugaru, Ghea Panggabean, Handy Hartono, Anggie Rachmat, Kursien Karzai, Ida Royani, Ina Priyono, Itang Yunasz, Malik Moestaram, Ollyn Sulam Bukittinggi, Sugeng Waskito, Tuty Adib, Tuty Cholid, Yoha Friska Mei Fanny, Zainal Songket dan masih banyak designer lokal berbakat lainnya. Sedangkan designer mancanegara yang akan tampil menggelar karyanya, yaitu Yan’s Creation (Malaysia), Sharose (Malaysia), Hikmat Ahmed Salih (Timur Tengah), Amalina Aman (Australia), Eisha Saleh (Australia), Hanadi Chehab and Howayda Moussa (Australia). Selain itu, 10 (sepuluh) finalis Islamic Fashion Design Competition juga menampilkan hasil desain mereka.

Pameran ini terbuka untuk umum dan pengunjung tidak dipungut biaya. Diperkirakan acara menyedot pengunjung sebanyak 20.000 orang setiap harinya, dan diharapkan event ini dapat menarik lebih banyak pengunjung, karena bukan hanya menampilkan busana Islami sebagai kegiatannya tetapi juga menampilkan aneka produk Islami lainnya.

krjogja.com

================================================================================

Gunungan Berisi 8 Ribu Bakpia Bakal Meriahkan Bakpia Day

Merti Bakpia atau Bakpia Day, akan kembali digelar oleh kampung khas produsen bakpia di Yogya, Kelurahan Ngampilan.

Acara ini akan menampilkan Kirab Budaya dan Gelar Produk UKM.

Ketua Panitia, Wagiman P W, menuturkan, Kirab Budaya Manunggal Ja-Thi, menyatukan dua kultur budaya antara budaya Jawa dan Tionghoa.

Dimana sejak dulu, perkembangan produksi bakpia diadakan oleh kultur Tionghoa yang diteruskan oleh kultur Jawa.

Kegiatan utama adalah Brebegan Kirab Bakpia Mubeng Ngampilan yang bertujuan untuk menyuarakan bakpia sebagai makanan khas tradisional Yogya ke dunia internasional.

Ada Jatilan, Klotekan, dan Lion (Barongsai) ketika arak-arakan, dengan menyeting Bregodo Rakyat Mataram mengawal gunungan bakpia lanang dan wedok, dengan diikuti barisan brand dari produksi Bakpia di kelurahan Ngampilan.

Di belakang barisan brand, akan ditampilkan komunitas seni, Sri Sekar Sidomulyo, dengan kesenian Jatilan, dan kesenian Liong ataupun Barongsai.

Kirab dimulai dari kantor Lurah Ngampilan dan selesai di Plataran bekas Pabrik Tege Kuntji.

Gunungan yang diarak setinggi dua meter dan sejumlah 21 bregodo yang mengawal, dan empat orang bregodo yang mengusung.

Gunungan tersusun dari 8.000 buah bakpia hasil produksi UKM di Kelurahan Ngampilan.

“Setiap UKM memberikan Setengah sampai satu kilo, setidaknya ada empat kuintal bakpia yang akan dibagikan kepada masyarakat secara gratis dalam bentuk gunungan di garis finish,” ujar Wagiman, Selasa (8/9).

Gelar potensi kesenian dan ukm juga akan diselenggarakan pada tanggal 13 September, yang terdiri dari gelar UKM dan gelar seni budaya yang dipusatkan di Plataran bekas Pabrik Tegel Kuntji, Ngampilan, Yogya.

Bakpia Day atau Merti Bakpia diselenggarakan pada tanggal 14 September start dari Kantor Lurah Ngampilan sampai Plataran bekas Pabrik Tegel Kuntji, Ngampilan Yogya.

Lurah Kelurahan Ngampilan, Maryuni, mengatakan, selama ini yang terkenal akan Bakpia adalah Bakpia Patuk.

Padahal, kelurahan Ngampilan juga termasuk sentra produksi Bakpia asli sejak dahulu.

Ia berharap, acara ini dapat lebih mempromosikan Kelurahan Ngampilan sebagai sentra produksi Bakpia Kota Yogya baik di Indonesia maupun Dunia Internasional.

“Harapannya supaya, bakpia lebih dikenal lagi sebagai makanan khas Yogya, terselenggara berkat dukungan dari masyarakat, Dinas Pariwisata Kota Yogya, dan Humas Pemkot Yogya,” ujar Afdon, Selasa (8/9/2015), pada Jumpa Pers Bakpia Day di Humas Setda Pemkot Yogya.

tribunjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen + one =