Fast Break 9 September 2015 jam 17.00
FastBreak , September 9, 2015, Unisi Radio

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Setelah Beras Plastik, Kini Beras dari Gulungan Kertas Ditemukan di China

beras

Setelah beras plastik menarik perhatian di China dan beberapa negara Asia. Kini ditemukan beras yang terbuat gulungan kertas tipis di Guangdong!

Seorang wanita mengaku bahwa ia dan keluarganya tak sadar bahwa nasi yang mereka masak terbuat dari kertas sampai mereka menikmatinya saat makan siang. Nasi ini mempunyai tekstur yang berbeda dari biasanya. Nasinya lebih keras dari biasa.

“Nasinya sulit dikunyah dan saya pun mengeluarkan nasi tersebut dari mulut saya,” kata wanita yang diketahui bernama Cai ini.

Betapa kagetnya ia, ketika menyadari bahwa nasi tersebut adalah gulungan kertas kecil! Menurut Shanghaiist.com (08/10), wanita ini mengaku membeli beras palsu yang sempat mereka makan dari pedagang beras premium di pinggir jalan.

Menurut pedagannya beras tersebut adalah beras lokal dari pedesaan di dekatnya. Pedagang tersebut juga menambahkan bahwa beras jualannya itu tak mengandung pestisida dan aman untuk dimakan.

Melihat fenomena terbaru ini, banyak orang yang angkat bicara. Seperti yang dilihat dari situs Reddit.com, beberapa orang percaya dan mulai khawatir akan menyebarnya beras kertas ini. Namun, beberapa orang juga tak percaya jika beras ini benar-benar ada.

Menurut mereka, bagaimana bisa sang produsen beras kertas menggulung kertas-kertas tersebut satu per satu sampai jumlahnya cukup untuk dijual. Pasti hal tersebut membutuhkan banyak waktu.

Kemudian, akun bernama gnovos dari Reddit menuliskan pendapatnya.

“Menurut saya, kertas tersebut tidak digulung secara manual. Kertas itu pasti berasal dari produk industri yang seharusnya dibuang. Namun bagi beberapa orang dilihat bisa menjadi potensi untuk menghasilkan uang,” katanya

Beberapa orang pun menanggapi pernyataannya. Ada yang menyebut bahwa beras kertas tersebut berasal dari tangkai lolipop yang terbuat dari lapisan-lapisan kertas.

detik.com

================================================================================

Aktivitas Gunung Slamet Normal, Pendakian Segera Dibuka

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM (Energi dan Sumberdaya Mineral) menyatakan status Gunung Slamet, Jawa Tengah, diturunkan dari level II (Waspada) ke Level I (Normal) mulai tanggal 8 September 2015 pukul 17.00 WIB.

Dengan diturunkannya status Gunung Slamet yang mempunyai ketinggian 3.428 Mdpl, pendakian ke puncak Slamet melalui jalur pendakian Dukuh Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, akan segera dibuka kembali.

“Kami telah menerima pemberitahuan lisan melalui kontak telepon dengan Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Slamet PVMBG Pemalang, Sudrajat, yang menyatakan status Gunung Slamet sudah normal,” kata Kepala Bidang Pariwisata Dinbudparpora Purbalingga, Prayitno, Selasa (8/9/2015) malam.

Menurut dia, setelah ada pemberitahuan resmi melalui surat, pihaknya akan membuka kembali jalur pendakian ke Gunung Slamet dan akan menempatkan kembali satu orang petugas di pos Bambangan.

Dia mengungkapkan, animo untuk melakukan pendakian ke Gunung Slamet sangat besar. Sejak peringatan HUT RI bulan Agustus lalu, banyak pendaki yang berdatangan ke pos Bambangan. Karena statusnya masih waspada, maka pihak Dinbudparpora selaku pengelola pos pendakian Bambangan, tidak mengizinkan mereka untuk mendaki.

“Saat itu, kami tidak berani mengambil resiko untuk mengizinkan pendakian, kami tetap mengacu pada himbauan PVMBG demi keselamatan para pendaki,” ujarnya.

Dampak yang ditimbulkan akibat penutupan jalur pendakian Gunung Slamet secara ekonomi tidak saja hanya pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) saja, namun aktivitas ekonomi warga yang mengandalkan berjualan dari para pendaki juga tidak mendapat penghasilan apapun. Biasanya, kedatangan para pendaki atau wisatawan akan membuat warung makan di sekitar pos Bambangan ramai. Begitu pula dengan penitipan kendaraan sepeda motor atau mobil.

“Praktis, warga yang biasanya berjualan makanan, sudah hampir satu tahun lebih tutup dan memilih untuk bertani dan sebagian lainnya bekerja serabutan,” jelasnya.

Pendakian Gunung Slamet sendiri mulai ditutup pada 10 Maret 2014. Saat itu PVMBG menaikan status gunung dari Level I (normal) ke level II (Waspada). Kemudian pada 30 April 2014 status gunung naik menjadi Level III (Siaga), dan pada 12 Mei 2014 diturunkan kembali menjadi Level II. Lagi-lagi pada 12 Agustus 2014 tingkat aktivitas Gunung Slamet dinaikan kembali menjadi Level III. Status Gunung Slamet kembali ke Level II (Waspada) mulai 5 Januari 2015 hingga saat ini.

“Dengan penutupan sejak Maret 2014, praktis target PAD tahun itu sebesar 10 juta tidak terpenuhi. Sejak Januari 2014 hingga hari penutupan 10 Maret 2014, hanya mendapat pendapatan Rp. 3.424.000,-. atau setara dengan sekitar 856 pendaki yang naik para periode itu. Sementara target Rp 14 juta untuk tahun 2015 ini juga belum satu rupiahpun ada pemasukan,” ungkapnya.

detik.com

================================================================================

Para Kartunis Ikut Melawan Asap

Sejumlah kartunis dan komikus dari berbagai wilayah di Indonesia beramai-ramai melakukan aksi #masihmelawanasap melalui karya-karya mereka di media sosial.

Salah seorang kartunis dari Riau, Dhany Pramata (23), mengatakan bahwa aksi solidaritas itu berawal dari keprihatinan mereka akan kabut asap yang semakin tebal menyelimuti wilayah Provinsi Jambi dan Provinsi Riau, akibat kebakaran hutan dan lahan di sana sejak kira-kira dua bulan lalu.

Udara di sana pun menjadi tidak sehat.

“Di grup ada temen-temen kartunis dan komikus se-Indonesia. Saya kan di Riau, teman-teman banyak yang nanya, saya jelasin kalau asapnya parah, mereka prihatin. Setelah itu, mereka bilang, ‘Gimana Bang kalau kita buat gerakan #masihmelawanasap.’ Aku apresiasi. Mulainya baru minggu ini,” jelasnya kepada Kompas.com melalui telepon, Selasa (8/9/2015).

Berbagai pesan disampaikan oleh para kartunis dan komikus itu–dari dukungan bagi para penduduk Riau dan Jambi yang terkepung kabut asap, hingga kritik dan harapan kepada pemerintah.

Ada karya yang bergaya serius, ada pula yang berbumbu lelucon.

“Buat pemerintah juga, harapan kami lebih tegas, karena kabut asap ini agenda tahunan. Apalagi di Riau udah 18 tahun, masyarakat udah muak, kok terus-terusan dan makin parah. Apa solusinya? Ini suara dari komikus dan kartunis,” tuturnya.

Dhany, sekaligus mewakili rekan-rekan kartunisnya, menyampaikan bahwa gerakan #masihmelawanasap itu akan berlanjut hingga masalah kebakaran hutan dn lahan bisa tertangani.

“Ini makin parah di Riau. Udah sebulan enggak lihat matahari. Selagi langit belum biru, ya masih tetap. Sampai kapan pun masih tetap. Teman-teman yang tidak merasakan kabut asap di daerahnya, juga buat kartun sebagai solidaritas dan keprihatinan serta dukungan buat masyarakat melalui karya seni,” tuturnya lagi.

Dhany untuk kali pertama mengunggah karya #melawanasap pada akun Instagram-nya, @dhanypramata, pada 2012.

Ia mengatakan, kini ia dan rekan-rekannya menggunakan kata “masih” karena kabut asap masih menyelimuti wilayah Jambi dan sekitarnya tahun ini, sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya.

Para kartunis dan komikus yang ikut aksi #masihmelawanasap pada Instagram, antara lain, @komikazer, @jukihoki, @sebutsajaoloy, @bunbuthebunny, dan @mimisuratmy.

“Udah banyak komikus dan kartunis, ada ratusan kayaknya. Karya-karya mereka juga ratusan. Ini hari ketiga. Kalau karya pribadi, udah banyak, enggak kehitung,” ucapnya.

tribunjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 − 8 =