Fast & Furious 8: The Fate of The Furious
Latar , April 14, 2017, Unisi Radio

Sejak kemunculannya pertama kali di tahun 2001, franchise Fast & Furious kini sudah mencapai judul kedelapan, yaitu Fast & Furious 8: The Fate of The Furious.

Beranjak dari kisah Fast & Furious yang selalu melibatkan karakter Brian O’Conner – dimana sang pemeran, Paul Walker, meninggal dalam kecelakaan mobil pada tahun 2013 silam dan membuat story line FF 7 menjadi terakhir kalinya dihadirkan karakter Brian O’Conner – dalam film kedelapan ini Dominic Toretto (Vin Diesel) menjadi karakter utamanya. Dom masih beraksi bersama dengan timnya, tetapi kali ini dalam porsi yang lebih sulit dibandingkan di film-film sebelumnya.

Dom sedang menjalani masa bulan madu bersama istrinya, Letty (Michelle Rodriguez) di Havana ketika tiba-tiba ia dijebak oleh Cipher (Charlize Theron), seorang cyberterrorist yang ingin menguasai dunia dan memojokkan Dom untuk membantu rencana jahatnya. Dom yang terhimpit pun akhirnya mengikuti rencana Cipher dan terpaksa mengkhianati teman-temannya yang kerap kali ia sebut sebagai keluarga. Padahal, Luke Hobbs (Dwayne Johnson) yang merupakan anggota Diplomatic Security Service (DSS) sudah berusaha mempercayai Dom yang dulunya pernah menjadi salah satu buron yang ia kejar menjadi orang yang ia andalkan untuk membantunya menyelesaikan misi yang diberikan atasannya. Karena misinya gagal, Hobbs pun dipenjara dan bertemu lagi dengan Deckard Shaw (Jason Statham), salah satu penjahat yang dijebloskan oleh Hobbs ke penjara (FF 7).

Sesaat sebelum memasuki selnya, Hobbs sempat mendapat tawaran kerjasama dari Mr Nobody (Kurt Russel) tetapi ia tolak karena ia patuh dengan hukum. Namun, Mr Nobody tentu tidak kehabisan akal untuk merekrut Hobbs. Ia meretas sistem penjara dan membuat kekacauan besar yang secara tidak langsung menuntun Hobbs dan Deck keluar dari sel mereka dan menuju pintu keluar penjara. Akhirnya, Hobbs pun mengikuti Mr Nobody dan Deck juga ikut serta. Keikutsertaan Deck dilatarbelakangi oleh dendamnya pada Cipher yang telah membuat adiknya terbunuh saat berusaha mencuri Nightshade untuk Cipher. Ternyata, selain Hobbs dan Deck, Mr Nobody juga telah merekrut seluruh tim Dom, yaitu Letty, Roman Pearce (Tyrese Gibson), Tej Parker (Ludacris), dan Ramsey (Nathalie Emmanuel). Mr Nobody sendiri merekrut mereka untuk menggagalkan rencana Cipher. Akhirnya, misi mereka adalah menggagalkan rencana Cipher dan sekaligus menyelamatkan Dom.

Cipher ternyata tidak puas hanya dengan merekrut Dom. Ia terus mencoba meracuni pikiran Dom dengan doktrin-doktrin yang membuat Dom akhirnya memberontak. Cipher pun mengancam Dom dengan mempertemukannya dengan Elena Neves (Elsa Pataky) dan putranya, Brian, yang merupakan putra dari hubungannya dengan Dom dahulu. Dom pun akhirnya diam-diam mengatur strategi tersendiri supaya ia bisa menyelamatkan putranya dan menggagalkan rencana Cipher. Meskipun ia harus tetap berpura-pura di hadapan keluarga dan teman-temannya, Dom mencoba untuk menyelamatkan mereka dari jauh.

Film arahan F. Gary Gary ini sama sekali tidak mengecewakan. Meskipun tidak lagi menampilkan karakter Brian O’Conner yang sudah lekat dengan franchise Fast & Furious, tapi tetap bisa membawakan cerita ini pada jalurnya, yaitu mengangkat teamwork, adegan perkelahian yang menegangkan, dan tentunya melibatkan mobil-mobil super keren – mengingat akar dari cerita Fast & Furious adalah berasal dari balap mobil liar, meskipun tidak dipungkiri bahwa hal-hal berbau balapan tidak diangkat dalam film ini, selain pada adegan di awal film.

Semua adegan action dimaksimalkan dan dijamin tidak mengecewakan penggemar film action. Seri kedelapan ini juga tidak lagi menitikberatkan tipe mobil yang bermacam-macam dengan spesifikasi luar biasa, melainkan permasalahan pribadi yang dialami oleh Dom yang harus melawan prinsip utamanya sendiri. Jadi, mobil-mobil yang dimunculkan tidaklah ditampilkan dalam porsi dan deskripsi yang terlalu banyak. Film ini lebih ingin menghibur dari sisi adegan action dan menampakkan ujian kepercayaan yang besar dalam suatu kelompok, dilengkapi penggambaran karakter-karakter yang cerdas. Beberapa adegan dengan humor juga ditampilkan. Adegan-adegan humornya pun maksimal dan membuat kesan serius dan humornya seimbang dan bisa dinikmati oleh penonton.

Untuk masalah efek dan visual, tidak ada kekurangan dan sangat memukau untuk ukuran film action seperti ini. Penonton dijamin puas saat menonton adegan di lautan telah menjadi hamparan es yang luas sebagai setting kejar-kejaran antara tim Dom dengan kawanan anak buah Cipher dan juga kapal selam tua milik Rusia.

Penonton tidak akan sadar bahwa film ini berdurasi 136 menit karena terus menerus disuguhkan adegan-adegan seru tanpa celah membosankan sedikitpun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × two =